Kamis, 25 Juni 2009

Terorisme adalah bagian dari Islam (Bag 2, hal 6-10)

[4]-. Haram berduka cita dan berbela sungkawa atas tragedi yang menimpa rakyat AS
Begitu Allah menurunkan azab-Nya kepada rakyat AS lewat tragedi ini, para penguasa negara-negara di dunia, para pemimpin organisasi internasional dan nasional, serta para pemimpin beberapa organisasi Islam seperti Ikhwanul Muslimin dan organisasi-organisasi Islam di AS, Kanadda dan Eropa…segera membuat pernyataan resmi pengingkaran atas tragedi berdarah tersebut, turut berduka dan berbela sungkawa atas musibah yang menimpa warga AS.
Perbuatan ini dalam agama Islam tidak boleh. Dalilnya adalah firman Allah kepada Nabi kita Shallallahu 'alaihi wa salam :
فَلاَ تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ اْلكَافِرِيْنَ
(Maka janganlah engkau bersedih atas apa yang menimpa kaum yang kafir itu), firman Allah kepada nabi Musa 'alaihi salam
فَلاَ تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ
(Maka janganlah engkau atas apa yang menimpa kaum fasik itu). Ketika Allah mengadzab bangsa Madyan dengan gempa dahsyat sehingga mayat-mayat mereka bergelimpangan di tempat tinggal mereka, nabi mereka Syu'aib 'alaihi salam mengatakan
فكيف ءاسى على قوم كافرين
(Maka bagaimana saya akan bersedih hati atass nasib orrangorrang yang kafir). QS. Al-A'raf :93. Inilah agama para nabi, haramnya bersedih dan berbela sungkawwa atas adzab, musibah, bencana, gempa ddan siksaan lain yang menimpa orang-orang kafir.
Demikian juga Allah berfirman :
قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِينَ {14} وَيُذْهِبَ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ
(Perangilah mereka, niscaya Allah akan mengadzab mereka lewat tangan kalian, menghinakan mereka, memenangkan kalian atas mereka dan melegakan hati kaum beriman {} Juga menghilangkan panas hati kaum beriman) QS. Al-Taubah :14-15. Allah menerangkan bahwa adzab dan kehinaan yang menimpa orang-orang kafir, melegakan hati kaum beriman. Barangsiapa tidak lega hatinya, dan bahkan sedih atas adzab yang menimpa orang-orang kafir, maka ia bukanlah oraang yang beriman. Hal ini tak lain dikarenakan kelemahan iman, ketidak tahuan terhadap ajaran dien dan lenyapnya semangat keagamaan. (Maka janganlah engkau bersedih atas apa yang menimpa kaum yang kafir it).
[5]- Siapa bersekutu dengan AS yang memerangi umat Islam, hukumnya kafir.
Hukum ini bukan khusus bersekutu dengan AS semata, namun juga berlaku bila bersekutu dengan orang-orang kafir ---seperti para penguasa murtaad--- dalam memerangi umat Islam, ia juga kafir.
Dalilnya adalah firman Allah :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَآءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللهَ لاَيَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ {51} فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضُُ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَى أَن تُصِيبَنَا دَآئِرَةُُ فَعَسَى اللهُ أَن يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِّنْ عِندِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَى مَآأَسَرُّوا فِي أَنفُسِهِمْ نَادِمِينَ {52} وَيَقُولُ الَّذِينَ ءَامَنُوا هَاؤُلآَءِ الَّذِينَ أَقْسَمُوا بِاللهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ إِنَّهُمْ لَمَعَكُمْ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَأَصْبَحُوا خَاسِرِينَ {53} يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآَئِمٍ
( Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan kaum Yahudi dan Nasrani sebagai wali-wali kalian, karena sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kalian menjadikan mereka sebagai wali, maka ia termasuk golongan mereka).
(Maka engkau akan melihat orang-orang yang ada penyakit (kemunafikan) dalamm hatinya bersegera mendekati mereka, seraya mengatakan : Kami takut terkena musibah. Allah pasti akan mendatangkan kemenangan untuk Rasul-Nya, aau suatu keputusan dari sisi-Nya.Karena itu, mereka menjaadi menyesal atas apa yang mereka rahasiakan dalam dirinya)
(Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan : Inikah orangorang yang bersumpah sungguhsungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar bersama kalian ? Rusak binsalah seluruh amal mereka, maka mereka menjadi orang--orang yang rugi).
(Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kalian murtad dari agamanya, maka Allah pasti akan mendatangkan sebuah kaum lain ; Allah mencintai mereka, mereka mencintai-Nya, lemah lembut kepada kaum beriman, keras kepada orangorang kafir, berjihad di jalan Allah dan tidak takut kepada celaan orrang-orang yang suka mencela.) QS. Al-Maidah :51-54.
Allah menerangkan bahwa siapa yang menjadikan orang kafir sebagai wali, maka ia termasuk golongan mereka, maksudnya ia kafir seperti mereka. Allah menegaskan kembali hal ini dengan firman-Nya dalam konteks yang sama (barangsiapa di antara kalian murtad dari agamanya). Membantu mereka (al-nushrah) termasuk dalam kategori menjadikan mereka sebagai wali (al-muwalah), sebagaimana firman Allah :
{وما كان لهم من أولياء ينصرونهم}
(Mereka tidak mempunyai wali-wali yang menolong mereka)
Setiap orang yang membantu orangorang kafir untuk melaksanakan kekafiran mereka, atau untuk memusuhi umat Islam, maka ia telah kafir. Berdasar hal ini, telah kafirlah para penguasa yang mengaku sebagai penguasa Islam, seperti penguasa Pakistan, negara-negara Teluk dan lainnya (yang membantu AS memerangi umat Islam--pent). Sebelum kasus inipun, negara-negara tersebut adalah negara kafir karena berhukum dengan selain hukum Allah Ta'ala. Adapun negara-negara kafir tulen (asli), maka kekafiran merekaa sudah jelas, hanyasaja bertambah berat dengan permusuhan (peperangan) mereka terhadap umat Islam.
Negara-negara kafir telah secara cerdik menarik para penguasa yang mengaku sebagai penguasa Islam, untuk bersekutu dengan mereka dalam memerangi umat Islam dengan mengatas namakan berbagai dalih.
Sejak satu abad lampau, Inggris memimpin bangsa Aarab pimpinan Syaarif Husain dan anak-anaknya (penguasa Makkah) untuk memerangi Turki Utsmani di Syam, dengan slogan "Revolusi Arab Terbesar" ---sejatinya Pengkhianatan Arab Terbesar---, sampai berhasil menduduki negeri-negeri Syam dan mengusir Turki dari Syam pada tahun 1916-1918 M. Panglima Inggris, Lord Alenby-pun sesumbar," Hai Sholahudin, ini kami sudah kembali !!!!". Berdasar perjanjian Saix Piccot, Inggris menyerahkan Palestina kepada bangsa Yahudi, Perancis mendapat jatah Suria dan Lebanon, dan Inggris mendapat jatah Iraq dan Yordania. Mereka lalu mengasingkan Syarif Husain ke Cyprus ---negeri Nashrani---, padahal sebelumnya berjanji akan mengangkatnya sebagai raja bangsa arab. [Korespondensi Syarif Husain- McMohan].
Sekarang ini, yang berkuasa adalah anak cucu Syarif Husain –seperti penguasa Yordania---. Palestina lepas karena pengkhianatan terbesar bangsa arab, yang sejak dulu sampai sekarang masih berlangsung terus. Pada saat yang sama, saat itu Inggris merebut Iraq dari tentara Turki Utsmani dengan menggunakan tentara yang sebagian besar berasal dari kaum muslimin India. Mereka masuk dari arah Teluk. Semula mereka keberatan berperang dengan tentara Turki Utsmani, namun Syaarf Husain dan para ulama Makkah yang menjadi anteknya memfatwakan kebolehan memerangi tentara Turki Utsmani.
Inggris bisa merebut negeri-negeri umat Islam, dengan bantuan umat Islam !!!!
Perancis bisa menduduki Suriah dan Lebanon pada tahun 1920 M berdasar perjanjian Saix Picot---, juga dengan menggunakan tentara dari kalangan kaum muslimin Tunisia dan Aljazzair , dua negara jajahan Perancis.
Perancis memerangi para pejuang kemerdekaan Aljazair selama masa perang kemerdekaan 1954-1962 M, juga dengan menggunakan sepermpat juta antek-anteknya dari bangsa Aljazair, yang menamakan dirinya dengan nama "Al-Harakiyyun". Ketika Perancis meninggalkan Aljazair, pasukan harakiyyun yang masih hidup juga ikut menetap di Perancis. Dalam perang kemerdekaan ini, tak kurang dari satu juta umat Islam gugur sebagai syuhada'.
Tentara salibis AS tidak akan bisa masuk dan menduduki jazirah arab, kecuali melalui perantaraan "Pengkhianat Al-Haramain Al-Syarifain" dan fatwa para anteknya dari kalangan ulama su', yang menamakan tentara kafir salib tersebut dengan nama pasukan negara shahabat. Sebuah penamaan yang menyelisihi penamaan yang benar dari syariat Islam, dengan tujuan untuk mempedaya (talbis) masyarakat umum dan kaum yang bodoh.
AS memerangi dan menghancurkan Iraq, dengan menggunakan tentara Mesir dan Suriah yang mengakuaku tentara Islam. AS juga terus menerus membombardir Iraq dengan pesawat-pesawat tempur yang berangkat dari pangkalan-pangkalan udara negeri-negeri yang menamakan dirinya sebagai negara Islam, seperti Arab Saaudi, Kuwait dan Turki.
Hari ini, AS membombardir Afghanistan dari bumi pakistan yang menamakan drinya sebagai negara Islam !!! AS memerangi Afghanistan ---Thaliban—juga dengan menggunakan orang-orang Afghan " Aliansi Utara" --- Dustum ddan Rabbani---.
Dahulu, tidaklah tentara salib berhasil menguasai wilayah-wilayah pantai bumi Syam kecuali lewat pengkhianatan para amir kota-kota Syam yang beraliansi dengan tentara nasrani. Andalus juga tidak jatuh, kecuali lewat pengkhianatan dan aliansi para raja Thawaif (kerajaan-kerajaan kecil) dengan tentara salib.
Begitulah, orang-orang kafir senantiasa menangguk laba, sementara umat Islam menuai kerugian. Umat Islam kehilangan negara, rakyat dan harta kekayaan. Sebelum seluruh kerugian dunia ini, merea sudah merugi di bidang agama dengan kafir dan murtad karena berwala' kepada orang-orang kafir.
Adapun negara-negara kafir yang menyetujui invasi AS ke Afghanistan, masing-masing akan mendapatkan jatahnya. Kanada, Inggris dan Australia mendukung invasi karena faktor gelora (semangat) perang salib. Perancis dan Jepang membantu AS supaya keduanya juga mempunyai hak untuk menentukan nasib Afghanistan pasca perang. Turki menawarkan bantuan militer supaya AS membantu mengusahakan Turki diterima sebagai anggota Uni Eropa. Uzbekistan membantu AS demi menolong warga Uzbek, si Abdu Rasyid Dostum. Tajikistan membantu AS demi menolong Rabbani. Seluruh negara di Utara Afghanistan mendukung AS, karena khawatir kebangkitan Islam di Afghanistan akan melanda negaranya. Pakistan membantu AS untuk meraih tujuan ganda ; memotong jalan India, mendapat dukungan AS atas wilayah Kasymir, mempunyai hak menentukan nasib Afghanistan dan mencegah monopoli kekuasaan pihak aliansi Utara. Rusia dan China mendukung AS supaya AS tidak mengusik pelanggaran HAM di kedua negara itu, juga supaya AS kalah dan terpukul mundur seperti saat mengalami kekalahan telak di Vietnam. Para penguasa negara-negara Teluk membantu AS dalam posisi budak mengabdi kepada tuannya : AS lah yang menjaga singgasana kekuasaan mereka. Para penguasa negara-negara tersebut memang hidup sebagai pemerintah atas rakyatnya, namun mereka adalah budak di hadapan tuan Inggris ---dulu-- dan AS –hari ini--. Dulu, nasib kekuasaan mereka berada di tangan Gubernur Jendral Inggris di India, sekarang di tangan Washington.
Kesimpulannya, setiap orang yang beraliansi dengan orang-orang kafir --- seperti AS dan lainnya --- dalam memerangi umat Islam, maka ia telah kafir. Allah berfirman :
{ومن يتولهم منكم فإنه منهم}.
(Barang siapa di antara kalian menjadikan mereka sebagai wali, maka ia termasuk goloongan mereka).
[6]- Kesalahan menamakan negara-negara Barat sebagai NEGARA-NEGARA MAJU
AS dan negara-negara Barat menamakan dirinya sebagai "NEGARA MAJU", mereka tertipu oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berhasil mereka raih. Orang-orang kafir pada setiap masa juga tertipu dengan hal yang sama, sebagaimana firman Allah :
{أفلم يسيروا في الأرض فينظروا كيف كان عاقبة الذين من قبلهم كانوا أكثر منهم وأشد قوة وآثاراً في الأرض فما أغنى عنهم ما كانوا يكسبون * فلما جاءتهم رسلهم بالبيات فرحوا بما عندهم من العلم وحاق بهم ما كانوا به يستهزئون}.
( Maka apakah mereka tdak mengadakan perjalanan di atas muka bumi lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka. Adalah mereka dahulu lebih banyak jumlahnya, lebih hebat kekuatannya dan lebih banyak bekas-bekas mereka (bangunan, sarana prasarana dll) di muka bumi. Maka segala yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka {} Tatkala datang utusan-utusan Kami kepada mereka dengan penjelasan-penjelasan yang terang, mereka membanggakan ilmu mereka. Maka mereka dikepung oleh adzab Allah yang selalu mereka olok-olokan itu."). QS. Al-Mu'min :82-83.
Yang benar, negara-negara kafir ini adalah orang-orang sesat dan dalam kegelapan. Sebagaimana firman Allah, sebagaimana firman-Nya :
{والذين كفروا أولياؤهم الطاغوت يخرجونهم من النور إلى الظلمات}
Adapun orang-orang kafir, wali-wali mereka adalah thaghut, yang mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kegelapan). QS. Al-Baqarah :257. Juga firman-Nya :
{إنما المشركون نجس}
(Orang-orang musyrik adalah najis). QS. Al-Taubah :28. Mereka lebih sesat dari binatang ternak dan hewan liar. Dengan mengatas namakan kebebasan, mereka memperbolehkan perzinaan dan homoseksual, suatu perbuatan cabul yang hewan-pun sama sekali tidak bissa menerimanya. Diriwayatkan oleh imam Bukhari dari Maimun bin Mihran bahwasanya pada masa jahiliyah, ia melihat kera betina yang berzina, maka kera-kera lainnya mengepung dan merajamnya. Imam Muslim juga meriwayatkan hadits serupa dari Abu Raja' Al-'Utharidi.
Penamaan bangsa mereka dengan sebutan negara-negara maju adalah pemutarbalikkan nama, sebagaimana firman Allah :
{وقالت اليهود والنصارى نحن أبناء الله وأحباؤه}
Orang-orang Yahudi dan Nasrani menyatakan : "Kami adalah anak-anak dan orang-orang pilihan Allah."
Padahal, Allah menamakan mereka "Al-Maghdhubi 'alaihim" dan "Al-Dhaalin". Jadio, penamaan mereka sebagai negara-negara maju tidak benar, bahkan mereka adalah orangorang sesat, orang-orang dalam kegelapan dan orang-orang najis. Mereka adalah wali-wali setaan dan kerajaan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Apapun tanggapan anda, silahkan tulis...