Rabu, 26 Agustus 2009

JAWABAN TUNTAS ATAS SYUBHAT SEPUTAR JIHAD

قالوا فقل


Jika mereka mengatakan apa jihad itu? Maka katakanlah

Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, telah menjawab pertanyaan ini dengan tegas ketika ada sahabat yang bertanya:
َأَيُّ الْهِجْرَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ  اَلْجِهَادُ قَالَ وَمَا الْجِهَادُ؟ قَالَ  أَنْ تُقَاتِلَ الْكُفَّارَ إِذَا لَقِيْتَهُمْ قَالَ فَأَيُّ الْجِهَادِ أَفْضَلُ؟ قَالَ  مَنْ عَقَرَ جَوَادَهُ وَأُهْرِيْقَ دَمُهُ
” Apakah hijroh itu?” Beliau menjawab,”Engkau meninggalkan amalan jelek.” Orang tersebut bertanya lagi,”Lalu hijroh bagaimanakah yang paling utama itu?” Beliau menjawab,” Jihad.” Orang tersebut bertanya lagi,”Apakah jihad itu?” Beliau menjawab,” Engkau memerangi orang kafir jika kamu bertemu mereka.” Orang tersebut bertanya lagi,” Lalu bagaimanakah jihad yang paling utama itu?” Beliau menjawab,” Siapa saja yang terluka kudanya dan tertumpah darahnya”
Hadits ini shohih diriwayatkan oleh Ahmad. Adapun lafadz yang diriwayatkan Ahmad dan Abu Dawud berbunyi – dan riwayat ini Hasan -- :
أيُّ الجهاد أفضل؟ قال: من جاهد المشركين بماله ونفسه؟ قيل: فأي القتل أشرَفُ؟ قال: من أُهريق دمه وعُقر جوادُه

“Jihad apakah yang paling utama? Beliau menjawab: Orang yang berjihad melawan orang-orang musyrik dengan harta dan jiwa raganya? Lalu beliau ditanya lagi: Mati yang bagaimana yang paling mulia? Beliau menjawab Orang yang tertumpah darahnya dan terbunuh kudanya.”
Dengan demikian maka harta yang banyak tidak bisa menggantikan kedudukan jihad dengan jiwa dan raga, lalu bagaimana dengan orang yang duduk belajar untuk mendapatkan harta atau membelah teluk ?.
Memang jihad itu bermacam-macam [Jihad dengan tombak, dengan harta, dengan lisan dan tangan] kalau anda mau silahkan katakan Perang Harta dan Perang Dakwah akan tetapi jika kata Perang jika diungkapkan secara lepas maka menurut ‘urf ((kebiasaan) salafush sholih adalah : Jihad itu Perang. Perhatikanlah ketika ibunda ‘Aisyah rodliyallohu ‘anha bertanya:
يا رسول الله: هل على النساء من جهاد؟
“Wahai Rosululloh, apakah wanita itu wajib berjihad ?”
Maka Rosululloh menjawab:
عليهن جهاد لا قتال فيه، الحج والعمرة
“Kaum Wanita wajib berjihad yang tidak pakai perang, yaitu haji dan umroh.”
Hadits ini sanadnya Shohih, diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah. Sedangkan dalam riwayat Al-Bukhori berbunyi:
نرى الجهاد أفضلَ الأعمال أفلا نجاهد؟…
“Kami melihat bahwa jihad itu amalan yang paling utama .. Apakah kami tidak kami tidak berjihad ?…”
Dengan demikian ibunda ‘Aisyah memahami bahwa jihad itu perang
Dan apakah para sahabat ketika mengatakan:
نحن الذين بايعوا محمداً على الجهاد ما بقينا أبداً

Kamilah orang-orang yang berbai’at kepada Muhammad
Untuk berjihad selama kami masih hidup

Apakah yang mereka maksudkan bukan perang ?
Dan inilah yang difahami oleh para ulama’ sebagaimana yang disebutkan dalam buku “ ‘Ibar Wa Bashoo’ir” karangan Syaikh Dr. Abdulloh ‘Azzam rohimahulloh hal. 9 dan seterusnya:
” Empat imam madzhab bersepakat bahwasanya jihad adalah perang dan tolong-menolong dalam berperang untuk menegakkan kalimatulloh:
1- Madzhab Hanafi:
Dalam kitab Fathul Qodir V/187 disebutkan: ” Jihad adalah mendakwahi orang kafir kepada Dien yang benar dan memerangi mereka jika mereka tidak mau.” Dan Imam Al-Kasani berkata dalam kitab Al-Bada’i’ VII/97: ,” Mengerahkan segala kemampuan dan kekuatan dalam berperang di jalan Alloh dengan jiwa raga, harta dan lainnya.”
2- Madzhab Malikiy: Lihat kitab Aqrobul Masalik karangan Ad-Dardiir.
3- Madzhab Syafi’i:
Imam Ibnu Hajar Al-‘Asqolani berkata,” Dan secara syar’i adalah mengerahkan tenaga dalam memerangi orang-orang kafir.” VI/77 Darul Fikri
4- Madzhab Hambali:
“Memerangi orang-orang kafir.” Matholibu Ulin Nuha II/497. Juga dalam kitab ‘Umdatul Fiqhi Wa Muntahal Irodah disebutkan: “Jihad adalah perang dengan mengerahkan segala kemampuan untuk meninggikan kalimatulloh.” Selesai penukilan dari Syaikh Abdulloh Azzam dengan sedikit perubahan.
Ibnu Rusyd berkata dalam kitabnya Muqoddimat I/369: ,” Dan Jihadus Saif adalah memerangi orang-orang musyrik berlandaskan Dien. Maka setiap orang yang berpayah-payah karena Allah berarti telah berjihad di jalan Allah. Namun sesungguhnya jihad fi sabilillah kalau diungkapkan secara lepas maka tidak ada maksud lain selain memerangi orang kafir dengan pedang sampai mereka masuk Islam atau membayar jizyah dalam keadaan hina.”
Dengan kasus lain: sesungguhnya orang yang meninggalkan perkara-perkara yang haram disebut sebagai “Sho’im” karena dia shoum dari perkara-perkara yang diharamkan. Tapi apakah berarti dia dibebaskan dari shoum yang asli (menurut pengertian syar’ii- pent.) yaitu shoum Romadlon??!! Sedangkan Alloh telah mengatakan:
كُتب عليكم القتال
“Telah diwajibkan kepada kalian berperang.”
Sebagaimana Alloh juga telah mengatakan:
كُتب عليكم الصيام
“Telah diwajibkan kepada kalian shoum.”
أفتؤمنون ببعض الكتاب وتكفرون ببعض
Apakah kalian beriman dengan sebagian isi kitab dan kalian mengkafiri sebagian yang lain.?
Ada lagi golongan yang hanya ingi memalingkan makna jihad, mereka mengatakan: “Kami ini sedang berjihad.”!! Untuk membenarkan qu’uud mereka dari jihad. Namun setelah engkau lihat aktifitas kehidupan mereka, rupanya mereka adalah seorang pegawai yang bekerja untuk menghidupi keluarganya, yang lain lagi sebagai pedagang, yang lain lagi sebagai buruh, yang lain lagi sebagai petani, yang lain lagi sedang belajar di kuliyah syari’ah … atau kedokteran atau perekonomian atau ilmu politik .. semuanya memandang dirinya sebagai mujahid dan masing-masing boleh untuk qu’uud dari perang! .. Ya, sebagai mujahid ! sedangkan dia di negerinya makan, minum dan mengajar atau bekerja. Bahkan ada yang tidak tahu malu, ia menganggap bahwa yang sedang dia lakukan itu lebih baik dari pada perang itu sendiri! Orang-orang yang kacau pemikirannya dan menyelewengkan (makna jihad) itu harus diberikan tambahan penjelasan dari Al-Qur’an. As-Sunnah dan siroh Tabi’iin:
2- Jika mereka mengatakan: Kenapa kamu mengobarkan semangat untuk berperang sekarang … Untuk apa keluar berjihad, karena zaman kita lain dengan zaman mereka, dan setiap zaman itu ada fuqoha’nya sendiri. Cukup sebagai alasan kita adalah kebanyakan – kalau tidak kita katakan semua -- para ulama’ dan para reformis yang mempunyai kesadaran tidak keluar untuk (berjihad). Apakah masuk akal mereka semuanya berdosa. Sedangkan kamu berada di medan (perang) sendirian! Karena jihad pada hari ini tidak menggunakan pedang dan pisau akan tetapi dengan kebudayaan; dan kita harus melakukan I’dad Imani dan belajar ilmu syar’ii serta mengajarkannya kepada manusia sebelum bertempur karena kebodohan dan lemahnya kesadaran sudah sangat merajalela dikalangan manusia; oleh karena itu kobarkanlah semangat pada manusia agar melakukan hal ini (I’dad imani-pent.) dan juga untuk berdakwah, tashfiyah, tarbiyah dan membantah syubhat-syubhat musuh, dan juga kobarkanlah semangat untuk belajar ilmu perekonomian, ilmu falsafat, ilmu sosial, ilmu politik, ilmu tentang media massa, ilmu komunikasi, ilmu pertanian, ilmu perdagangan, ilmu industri, ilmu kedokteran, ilmu arsitektur, ilmu perturisan, ilmu teknologi, ilmu ‘ashronah dan ilmu-ilmu semacam itu! Karena ini semua adalah jihad dan kita harus memiliki bangunan bawah tanah sebelum berperang!

Maka katakanlah kepada mereka:
1- Akan tetapi Al-Jabbaar (Alloh) memerintahkan dari atas langit yang ketujuh kepada NabiNya:
يا أيها النبي حَرِّض المؤمنين على القتال
“Wahai Nabi, kobarkanlah semangat kaum muslimin untuk berperang.”
Pada waktu kamu malah melemahkan semangat untuk berperang, dan supaya kamu dapat menipu orang-orang yang lemah imannya kamu mengaku sedang menyiapkan perang, padahal kenyataannya kamu dusta!
Bukankah Robb kita telah mengatakan kepada kita:
فقاتل في سبيل الله لا تُكَلَّفُ إلا نفسَك وحرِّض المؤمنين …
“Maka berperanglah di jalan Alloh, kamu tidak dibebani (diperintah) kecuali (kewajibanmu) sendiri dan kobarkanlah semangat orang-orang beriman …”
Dan Alloh tidak mengatakan: Maka belajarlah kamu perekonomian atau arsitektur meskipun kamu sendirian!
Bukankah Robb kita telah memerintahkan kita:
فإذا لقيتم الذين كفروا فَضَرْبَ الرقاب
“Maka jika kalian bertemu dengan orang-orang kafir, penggallah leher mereka.” ??
Dan Alloh Tabaraka wa Ta’ala tidak mengatakan: maka adakanlah pengajian dan forum-forum untuk menolak syubhat-syubhat … atau kalian belum berjumpa dengan orang-orang kafir?!
فاقتلوا المشركين حيث وَجَدْتُموهم
“Maka bunuhlah orang-orang musyrik di mana saja kalian jumpai mereka.”
2- Karena sekarang jihad hukumnya adalah fardlu ‘ain berdasarkan kesepakatan para ulama’, maka jihad itu seperti sholat dan shiyam bahkan jihad lebih didahulukan – pada saat bertabrakan – dari pada sholat menurut tiga imam madzhab kecuali al-hanabilah (madzhab hambali), dan jihad lebih didahulukan menurut semua (imam 4 madzhab) yang dengan demikian orang yang meninggalkannya adalah pelaku dosa besar, sebagaimana yang dikatakan oleh “Ibnu Hajar Al-Haitami”, dan “Al-Quroofiy” menyebutkan bahwa beberapa kewajiban atau hak itu jika saling berbenturan maka didahulukan yang mudloyyaq (waktunya terbatas sehingga tidak dapat diundur-pent.) dari pada yang muwassa’ (waktunya longgar –pent.) karena tadlyiq (keterbatasan waktu) itu menunjukkan bahwa syari’at itu lebih mementingkannya dari pada yang lain, maka yang dikhawatirkan tidak akan terlaksana karena akan berlalu, itu lebih didahulukan dari pada kewajiban yang tidak dikhawatirkan akan ketinggalan, meskipun kewajiban itu lebih tinggi kedudukannya.
Para fuqoha’ telah bersepakat bahwasanya jihad itu menjadi fardlu ‘ain terhadap seseorang jika kholifah itu menunjuk orang tersebut untuk berjihad; maka seandainya ada seseorang yang terpandang yang mempunyai aktifitas dakwah, dia orang besar dan tersohor , dan banyak perannya pada kaum muslimin, dan dia hidup pada zaman khilafah rosyidah, kemudian kholifah itu datang kepadanya dan mengatakan: “Keluarlah untuk berjihad – padahal ketika itu jihad fardlu kifayah - !” Apakah boleh seorang da’i yang terpandang dan seorang ‘alim cerdas tersebut untuk tidak taat atau mengatakan: Saya disini lebih bermanfaat – menurut pendapatnya – lalu dia tidak mau keluar (untuk berjihad-pent.) ?! Berdasarkan kesepakatan jawabannya : Tidak, sampai meskipun aktifis tersebut berpendapat bahwa keberadaannya lebih bermanfaat bagi kaum muslimin.
Maka lihatlah ! Ini apabila yang mengatakan kepadamu seorang kholifah: Keluarlah untuk berperang! Lalu bagaimana jika yang mengatakan kepada kamu adalah Robbnya kholifah dan utusan Robbnya kholifah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :
انفروا خفافاً وثقالاً وجاهدوا بأموالكم وأنفسكم في سبيل الله ذلكم خير لكم إن كنتم تعلمون
“Keluarlah kalian baik dalam keadaan ringan maupun dalam keadaan berat dan berjihadlah kalian dengan harta dan jiwa raga kalian di jalan Alloh. Hal itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui.”
Dan kemaslahatan itu terletak pada keluar pergi berperang, karena pada hari ini hukumnya adalah fardlu ‘ain, dan kewajiban itu harus dikerjakan dengan segera dan tidak boleh ditunda-tunda. Dan ayat itu menyatakan dengan tegas bahwa kewajiban berperang itu dengan harta dan jiwa raga; tidak hanya dengan harta atau hanya dengan kata-kata dan do’a saja, lebih dari pada itu bahwa an-nafiir itu secara bahasa tidak mempunyai lebih dari satu arti – dalam pembahasan kita - , dan silahkan lihat buku-buku bahasa.
Jihad ketika fardlu ‘ain, seorang anak harus keluar tanpa ijin dengan kedua orang tuanya, maka apakah diperbolehkan bagi seorang pelajar filsafat atau perekonomian atau media massa atau … untuk keluar melaksanakan aktifitasnya tanpa ijin kedua orang tuanya sekarang?! Dan jika seorang ibu melarang anaknya agar tidak pergi mengikuti ujian “perekonomian” bukankan dia wajib mentaati ibunya?
Akan tetapi jika seorang ibu melarang meninggalkan jihad ketika hukumnya fardlu ‘ain, ia tidak boleh ditaati? Dengan demikian manakah yang lebih penting: Perang atau belajar perekonomian?! Apakah kamu tidak melihat sebagaimana yang saya lihat sekarang bahwa I’dad-I’dad di negerimu yang kamu katakan itu hanyalah angan-angan semu seperti kabut yang menghalangi pandangan!! Sesungguhnya I’dad yang benar itu adalah I’dad untuk perang, adapun yang lainnya hanya mengikuti, dan itu merupakan konsekuensi, akan tetapi kalajengking itu harus dipukul kepalanya bukan dibacakan sya’ir, buku, cerita atau periwayatan-periwayatan yang tersebar di pasaran para kalajengking itu supaya mereka meninggalkan kekejian mereka !!
Dan tidak tersisa lagi alasan kecuali mereka mengagetkan kami dengan mengatakan bahwa belajar di “Pondok Pesantren” juga I’dad fii sabiilillaah, dan kita semua masing-masing berada di dalah satu bidang dari bidang-bidang pertahanan Islam !!!!
Dan kamu jangan heran wahai sahabatku karena zaman kita ini adalah zaman yang penuh dengan keajaiban, dan hiburlah dirimu dengan hadits:
…وإعجابَ كل ذي رأيٍ برأيه
“…. dan setiap orang merasa bangga dengan pendapatnya.”
Meskipun hadits ini diperselisihkan ke shohih annya, dan At-Tirmidzi mengatakan: “Hasan Ghoriib”.
Dan apabila jihad itu fardlu ‘ain seseorang itu (harus) keluar (untuk berjihad) walaupun tanpa seizin orang yang menghutanginya sebagaimana yang dinyatakan oleh para fuqoha’. Tapi apakah boleh kamu keluar untuk belajar di “Jerman” misalkan tanpa kamu membayar hutangmu dengan alasan bahwa belajarmu dan I’dad fikriy mu lebih baik dari pada I’dad qitaliy atau lebih utama dari pada perang itu sendiri!!? Atau hukum-hukum itu telah berubah bersamaan dengan perubahan zaman?!
Berikut ini saya sampaikan kepadamu perkataan para ulama’ tentang izin kepada orang yang menghutangi:
A. Dalam kitab Al-Mughniy karangan Ibnu Qudamah IX/171 disebutkan: “Adapun jika jihad itu fardlu ‘ain maka tidak ada izin kepada ghorim (orang yang menghutangi) nya karena kewajiban itu tergantung pada dirinya sendiri, sehingga ia lebih didahulukan dari pada tanggungannya yang lain sebagai mana fardlu ‘ain-fardlu ‘ain yang lainnya, akan tetapi hendaknya dia jangan masuk ke tempat-tempat yang menurut perkiraannya dia akan terbunuh seperti perang tanding dan berdiri pada barisan depan, supaya dia tidak mengorbankan hak orang lain; meskipun dia telah meninggalkan harta untuk membayar hutang dia telah meninggalkan jaminan maka dia boleh berperang dengan tanpa izin. Ahmad telah menyatakan tentang orang yang telah meninggalkan harta untuk membayar ..” maksudnya dia boleh pergi ketika jihad fardlu kifayah. Wallohu a’lam.
B. Ibnu Taimiyah: “Jika musuh memasuki nagara Islam maka tidak diragukan lagi atas wajibnya melawan bagi orang yang paling dekat kemudian orang yang berada di dekatnya, karena negara Islam itu ibarat satu negara, dan sesungguhnya wajib pergi ke daerah itu dengan tanpa izin irang tua atau ghorim.”
Dan ketika jihad itu fardlu ‘ain, ia lebih di dahulukan dari pada sholat menurut empat imam madzhab kecuali hanabilah (madzhab hambali) dan orang yang meninggalkannya berdosa sebagaimana orang yang meninggalkan shiyam. Lalu apakah aktifitas kalian seperti belajar, pesta dan forum-forum pertemuan … lebih di dahulukan dari pada sholat, zakat dan shiyam ketika saling berbenturan?! Apakah harapan kalian terhadap kemaslahatan kaum muslimin lebih besar dari pada Alloh dan RosulNya dan jumhur ulama’?!!!
Dan saya bertanya-tanya: Jika ada ujian yang lamanya 6 jam sejak adzan dzuhur sampai ‘isya’, dan kamu akan terlewatkan 3 sholat, apakah kalian akan membolehkan seseorang untuk meninggalkan sholat tersebut dengan alasan nanti pada masa yang akan datang yang masih lama ketika dia membuka praktek pengobatan akan menyisihkan 30 % dari pendapatannya untuk athfaalul hijaaroh (anak-anak Palestina yang berjuang dengan batu).?! Apakah kamu akan memperbolehkan seorang pelajar arsitektur untuk meninggalkan sholat jum’at jika waktu ujiannya melalui waktu sholat nya ?
Akan tetapi mujahid hakiki yang berada di medan jihad disyari’atkan baginya untuk meninggalkan sholat jika dia tidak mampu melaksanakannya ketika berperang sebagai mana yang terjadi pada perang Khondaq.
Dengan lebih jelasnya: Jika seseorang akan masuk sekolah di “Eropa” akan tetapi dia harus minum beberapa tetes air yang berfungsi untuk mendeteksi keadaan jasmaninya pada hari-hari di bulan romadlon, dan jika dia tidak mengikuti pemeriksaan akan ditolak untuk masuk kuliyah wahmiyah (kuliah yang hanya angan-angan) itu, apakah kalian memperbolehkannya mengikuti tes kesehatan itu?! Akan tetapi jihad jika fardlu ‘ain lebih didahulukan dari pada shoum berdasarkan kesepakan seluruh ulama’, maka dia boleh berbuka! Dengan demikian manakah yang lebih utama antara kuliyah dan jihad …..!
Dalam bentuk yang terakhir: Jika ujian itu mensyaratkan seseorang harus menanggalkan pakaiannya, supaya diperiksa didepan komputer dan para pengawas ahli dengan menggunakan sinar tertentu, apakah kalian memperbolehkannya dengan alasan dia akan masuk “fakultas atom” lalu dia akan belajar bagaimana membuat bom atom lalu dengan itu kita bisa mengalahkan Isra’il?!
Itu semua hanya angan-angan wahai manusia !
يُحِلُّون الحرام إذا أرادوا وقد بان الحلال من الحرام
Mereka menghalalkan yang haram jika mereka mau
Padahal telah jelas mana yang halal dan mana yang haram
Kita di hadapkan dengan dua permasalahan dan jangan sekali-kali kamu mencampur adaukkannya, pertama: Mengetahui hukum jihad pada hari ini, wajib apa tidak ? kedua : melaksanakan hukum ini; dan jauh berbeda antara orang yang mengingkari kewajibannya lalu dia tidak melaksanakannya dengan orang yang mengakui kewajibannya dan dia mengaku bersalah dan dosa!
Jihad itu menurut jumhur (mayoritas ulama’) fardlu kifayah, yang dilaksanakan satu tahun sekali, dan cukup sebagai dalil sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kepada pamannya Abu Tholib ketika menjelang kematiannya:
أريد منهم كلمة واحدةً تَدين لهم بها العرب وتُؤَدّي إليهم العجم الجزية، قال: كلمةٌ واحدة!! قال: كلمةٌ واحدة، …"لا إله إلا الله" فقالوا: إلهاً واحداً ما سمعْنا بهذا في المِلَّة الآخرة، إنْ هذا إلا اختلاق
“Aku menginginkan dari mereka satu kalimat saja yang akan menjadikan orang-orang Arab tunduk kepada mereka dan orang-orang ‘ajam (selain Arab) membayar jizyah.” Abu Tholib mengatakan: “Satu kalimat?!” Beliau bersabda: “Satu kalimat … “laa ilaaha illallooh” (tidak ada ilaah selain Alloh) maka mereka mengatakan; Satu ilaah, kami belum pernah mendengar hal ini pada millah (agama) yang terakhir, ini hanyalah mengada-ada.” Ahmad dan At-Tirmidziy dan ini hadits Hasan.
Akan tetapi jihad telah berubah menjadi fardlu ‘ain, dan meskipun pada hari ini jihad itu fardlu kifayah, maka kifayah itupun belum terlaksana pada hari ini. Oleh karena itu kami katakan bahwa jihad qitaaliy pada hari ini adalah kewajiban yang hilang. Dan berikut ini saya sampaikan kepadamu perkataan ahludz dzikri (ulama’) :
a. Al-Qurthubiy berkatadalam tafsirnya VIII/152: “ …Fardlu juga terhadap imam mengirim satu kelompok kepada musuh setiap tahun sekali, ia keluar sendiri dengan kelompok tersebut atau dia mewakilkan kepada orang yang dia percayai untuk mengajak orang-orang kafir kepada Islam .. dan menahan gangguan mereka dan meng idzhar kan dien Alloh terhadap mereka sampai mereka masuk Islam atau membayar jizyah .. dan ia – seorang muslim -- berperang dengan jiwaraganya jika dia mampu dan jika tidak dia memberikan perbekalan kepada orang yang berperang …”
b. Muqoddimah Ibnu Kholdun I/230-231: “Al-Miilah Al-Islamiyah itu jihad disyari’atkan padanya untuk menyampaikan dakwah kepada semua manusia dan membawa seluruh manusia ke pada dienul Islam baik dengan suka rela maupun terpaksa, maka dibuatlah sistem khilafah dan kerajaan padanya, adapun selain Millah Islamiyah jihad padanya tidaklah untuk seluruh manusia, dan jihad padanya tidak disyari’atkan kecuali untuk mempertahankan diri saja, sehingga orang yang melaksanakan diin padanya tidak mesti mengatur kerajaan … dan sebagaimana yang telah kami sebutkan sebelumnya, karena mereka tidak terkena taklif untuk berkuasa atas seluruh umat sebagaimana Al-Millah Al-Islamiyyah, sesungguhnya mereka hanya dituntun melaksanakan dien mereka pada pribadi-pribadi mereka, oleh karena itu Bani Israil sepeninggal Musa dan Yusya’ ‘alaihimas salam selama sekitar 400 tahun tidak memperhatikan masalah kekuasaan akan tetapi yang mereka perhatikan adalah melaksanakan dien mereka saja ..”
c. Ibnu Katsir dalam tafsirnya II/402-403: : “Alloh memerintahkan orang-orang beriman untuk memerangi orang-orang kafir secara berurutan dari yang paling dekat dengan wilayah Islam. Oleh karena itu Rosululloh memulai perang melawan orang-orang musyrik yang berada di jazirah Arab. Ketika Alloh telah menaklukkan Mekah, Madinah. Tho’if, Yaman, Yamamah, Hijr, Khoibar, Hadl-romaut dan negeri di jazirah Arab lainnya, dan manusia dari seluruh penjuru Arab masuk Islam dengan berbondong-bondong, maka beliau mulai memerangi Ahlul kitab. Maka beliaupun bersiap-siap untuk memerangi Romawi yang mana mereka itu bangsa yang paling dekat dengan jazirah Arab. – sampai beliau mengatakan – setelah itu kewajiban itu dilaksanakan oleh sahabat dan penggati beliau yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq. Sungguh agama ini telah miring dan hampir saja runtuh, maka Alloh pun memperkokoh pondasinya, dan mengembalikan lagi orang yang lari dari agama meskipun ia tidak suka. Maka dikembalikanlah kembali orang yang murtad ke dalam Islam. Ia mengambil kembali zakat makanan dari orang yang tidak mau membayarkannya. Dan ia jelaskan kebenaran kepada orang yang tidak mengetahuinya. Ia laksanakan risalah rusululloh. Lalu ia mulai mempersiapkan pasukan Islam untuk memerangi Romawi, para penyembah salib. Dan memerangi Persi, para penyembah api. Maka lantaran berkah dari dutaNya, Alloh menaklukkan berbagai negeri. Ia bikin murka Kisro (gelar raja Persi) dan Qoishor (gelar raja Romawi) berseta orang-orang yang mentaati keduanya. Lalu ia belanjakan harta benda mereka dijalan Alloh, sebagai mana hal itu telah dikabarkan oleh Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Kemudian kewajiban itu disempurnakan oleh orang yang ia wasiatkan untuk memerintah setelahnya. Yaitu Al-Faaruuqul Awwaab (pemisah antara kebenaran dan kebatilan lagi banyak bertaubat). Syahidul Mihrob (yang syahid di dalam mihrob). Abu Haf-sh, Umar bin Khothob ra. Maka Alloh membikin geram orang-orang kafir dengan melalui dirinya. Ia hancurkan para pemberontak dan orang-orang munafik. Lalu ia kuasai seluruh kerajaan dari timur sampai barat. – sampai beliau berkata – setiap kali mereka menguasai suatu kaum, mereka berpindah kepada kaum pendosa yang berada di dekatnya, sebagai realisasi firman Alloh Ta’ala :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنْ الْكُفَّارِ
“Hai orang-orang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu,” (QS. 9:123)
Dan firman Alloh Ta’ala:
ولْيَجِدوا فيكم غِلْظَة
“Dan hendaknya mereka mendapatkan sikap keras dari kalian”
Maksudnya; supaya orang-orang kafir itu mendapatkan kekerasan dari kalian dalam peperangan kalian melawan mereka. Karena sesungguhnya orang mukmin yang sempurna itu adalah orang yang lemah lembut kepada saudaranya yang beriman dan keras terhadap musuhnya yang kafir, sebagaimana firman Alloh:
أشداءُ على الكفار رحماء بينهم
“….keras terhadap orang-orang kafir dan kasih sayang kepada sesama mereka."
Dan Alloh ta’ala berfirman:
يا أيها النبي جاهد الكفار والمنافقين واغلُظ عليهم ومأواهم جهنم وبئس المصير
“Wahai Nabi berjihadlah kamu terhadap orang-orang kafir dan orang-orang munafiq dan bersikaplah keras kepada mereka, dan tempat kembali mereka adalah jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”
Dan dalam sebuah hadits Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, bersabda:
أنا الضحوك القَتَّال
“Saya adalah orang yang suka tertawa dan pembunuh.”
Maksudnya adalah beliau suka tertawa kepada walinya dan pembunuh terhadap musuh-musuhnya .. dan beginilah keadaannya, ketika tiga generasi mulia yang mana mereka itu adalah generasi terbaik dari umat ini, ketika mereka pada puncak keistiqomahan dan melaksanakan ketaatan kepada Alloh, mereka senantiasa dzoohir terhadap musuh mereka, dan mereka senatiasa mendapatkan kemenangan yang banyak. Dan musuh-musuh senantiasa berada di bawah dan dalam kerugian, kemudian ketika terjadi fitan (kekacauan) dan ahwaa’ (hawa nafsu) serta perselisihan antar raja, musuh-musuh mulai mengincar daerah-daerah pinggiran negeri Islam dan mereka bergerak maju ke daerah-daerah tersebut, maka mereka tidak tertahankan karena para menguasa sibuk dengan sesama mereka, lalu mereka maju ke wilayah Islam, maka mereka mengambil banyak dari negara Islam dari pinggiran-pinggirannya, kemudian mereka terus maju sampai mereka menguasai banyak dari wilayah Islam … maka setiap kali ada seorang raja dari raja-raja Islam yang berdiri dan mentaati perintah-perintah Alloh ta’ala dan bertawakkal kepada Alloh Azza wa Jalla , Alloh ta’ala membukakan wilayah-wilayah tersebut dan merebut kembali dari musuh-musuh sesuai dengan kadar walaayah Alloh Ta’ala yang ada padanya …”
d. Dan dalam kitab Ahkaamul Qur’aan karangan At-Tahaanuwiy II/330 cetakan Karachi disebutkan,: “Mereka (para ulama’-pent.) ber ijma’ bahwasanya apabila orang-orang kafir itu tetap tinggal di wilayah mereka dan tidak menyerang Daarul Islaam maka imam wajib untuk tidak melewatkan satu tahun berlalu tanpa peperangan, baik dia terjun langsung ikut berperang atau dia mengirim sariyah-sariyah (ekspedisi-ekspedisi) supaya jihad itu tidak terabaikan; karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam., dan padara Al-Khulafaa’ Ar-Roosyiduun tidak melalaikan jihad, maka apabila ada satu kelompok kaum muslimin yang telah melaksanakannya, sehingga dengan mereka tercapai penolakan kejahatan orang-orang kafir dan peninggian kalimatullooh, maka gugurlah kewajiban itu dari yang lainnya, dan ketika itu seorang budak tidak boleh keluar (untuk berjihad) tanpa izin tuannya dan tidak boleh perempuan keluar tanpa izin suaminya, dan tidak boleh orang yang mempunyai hutang keluar tanpa izin orang yang menghutanginya, dan tidak boleh seorang anak keluar jika salah satu dari kedua orang tuanyamelarangnya, karena jihad dapat dicukupi oleh orang lain maka tidak ada alasan yang mendesak untuk menggugurkan hak manusia, namun jika tidak ada seorangpun yang melaksanakannya semua orang berdosa kecuali ulidh dhoror (orang buta, pincang dan sakit) di antara mereka, dan mereka ber ijma’ bahwasanya wajib atas penduduk sebuah daerah untuk memerangi orang-orang kafir yang berada di sekitar mereka, namun jika mereka tidak mampu orang yang paling dekat dengan mereka (harus) membantunya, dan begitu pula jika penduduk daerah tersebut malalaikan padahal mereka mampu, maka wajib orang yang berada paling dekat dengan mereka untuk melaksanakannya, kemudian kewajiban itu meluas sampai seluruh dunia (jika kewajiban itu tidak terlaksana-pent.) Begitulah disebutkan dalam kitab Al-Madzhari II/203 dan kepada Alloh–lah tempat mengadu tentang perbuatan para penguasa Islam pada zaman kita ini, karena mereka menihilkan jihad sama sekali, mereka hanya melaksanakannya untuk mempertahankan diri saja, padahal Abu Bakar Ash-Shiddiiq Radhiyallahu ‘anhu mengatakan pada khotbahnya yang pertama kali (ketika diangkat menjadi Kholifah-pent.) :
ما ترك قوم الجهاد إلاّ ذلوا
“Tidaklah sebuah kaum meninggalkan jihad kecuali mereka pasti hina.”
Dan demi Alloh sungguh dia benar.”
e. Ibnu An-Nuhaas dalam kitab Tahdzibb Masyaari’ul Asywaq hal. 35, mengatakan: “Ketahuilah bahwa jihad (menyerang) orang-orang kafir di negeri mereka (hukumnya) fardlu kifayah berdasarkan kesepakatan ulama’ … dan paling minimal jihad (dilaksanakan) dalam satu tahun sekali … dan tidak boleh satu tahun berlalu tanpa perang dan jihad kecuali karena dhoruuroh …Dan Imam Al-Haroomain Al-Juwainiy mengatakan: Yang terpilih bagi saya adalah jalan yang ditempuh ushuuliyyiin (ahli ushul fiqih), yang mengatakan: Jihad itu adalah Da’wah Qohriyyah, oleh karena itu wajib untuk dilaksanakan sesuai dengan kemampuan, sehingga tidak tersisah di atas muka bumi ini kecuali muslim atau musaalim (orang kafir yang berdamai, menyerah) dan jihad tidak hanya (dilaksanakan) dalam satu tahun sekali, dan tidak boleh ditinggalkan jika mungkin untuk dilakukan lebih dari pada satu kali … Dan Ibnu Qudamah mengatakan dalam kitab Al-Mughniy: Sedikitnya jihad (dilakukan) setiap tahun satu kali, kecuali jika ber’udzur untuk melakukannya, dan jika kebutuhan menuntut untuk melakukan jihad lebih dari satu kali dalam satu tahun, maka wajib dilaksanakan, karena jihad itu fardlu kifayah, dan fardlu kifayah itu wajib dilakukan ketika ada tuntutan kebutuhan.” Habis. Maka jika kaum muslimin lemah, yang menjadai kewajiban mereka adalah Al-I’daad Al-Qitaaliy, karena suatu kewajiban itu jika tidak sempurna (pelaksanaannya) kecuali dengan sebuah sarana, maka sarana itupun hukumnya wajib.
f. I’aanatuth Thoolibiin [Syafi’iy] IV/180: “Kifayah itu tercapai dengan cara imam mengisi tsughur (perbatasan) dengan orang-orang yang mencukupi untuk (menghadapi) orang-orang kafir dengan memperkokoh benteng-benteng, khondaq-khondaq (transist) mengangkat para umaroo’ (untuk memimpin perang), atau imam atau wakilnya masuk daarul kufri dengan bala tentaranya untuk memerangi mereka.” Dan dalam IV181:” … fardlu kifayah pada setiap tahun jika orang-orang kafir tetap tinggal di dalam negeri mereka dan tidak berpindah dari nya.”
g. Mughniy Al-Muhtaaj [Syaafi’iy] IV/209 sampai 220: “Adapun sepeninggal beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam., maka orang-orang kafir itu keadaannya ada dua: pertama; mereka diam di negara mereka tidak datang menyerang nageri kaum muslimin maka hukumnya fardlu kifayah sebagaimana yang ditunjukkan oleh sejarah Al-Khulafaa’ Ar-Roosyidiin, dan Al-Qodli Abdul Wahhaab mengatakan bahwa hal ini merupakan ijma’ … dan kifayah itu tercapai dengan cara imam mengisi tsughur (perbatasan) dengan orang-orang yang mencukupi untuk (menghadapi) orang-orang kafir dengan memperkokoh benteng-benteng, khondaq-khondaq (transist) mengangkat para umaroo’ (untuk memimpin perang), atau imam atau wakilnya masuk daarul kufri dengan bala tentaranya untuk memerangi mereka.”
• Semua uraian di atas adalah berkenaan dengan Jihaddu Ath-Thilabi (offensif) adapun Jihaadu Ad-Daf’i maka berikut ini penjelasannya kami paparkan untuk anda:
a. Al-Qurthubiy mengatakan dalam tafsirnya VIII/151, ketika manafsirkan ayat:
انفروا خفافاً وثقالاً
“Berangkatlah kalian (berperang) baik dalam keadaan ringan maupun dalam keadaan berat ..”
“ Kadang terjadi kondisi di mana nafiiru al-kull (mobilisasi umum) itu wajib …yaitu ketika jihad telah menjadi fardhu ‘ain lantaran menangnya musuh atas satu daerah dari daerah-daerah kaum muslimin … maka wajib bagi seluruh penduduk negeri itu untuk an-nafiir dan keluar ke daerah tersebut (untuk berperang) baik dalam keadaan berat maupun ringan, masih muda maupun sudah tua, masing-masing berdasar kemampuannya. Siapa mempunyai ayah tak perlu idzin ayahnya …. Dan tidak boleh ada yang tidak ikut keluar berperang baik ia muqill (miskin) maupun muktsir (kaya). Jika penduduk negeri itu tak mampu mengusir musuh, maka penduduk negara yang berdekatan dan bertetangga dengannya wajib sebagai mana wajibnya terhadap pendeduk daerah tersebut untuk keluar ikut mengusir musuh sampai mereka diketahui mampu menahan dan mengusir musuh. .. karena kaum muslimin itu satu sama lainnya harus saling membantu sampai apabila penduduk sebuah daerah yang diduduki orang-orang kafir itu mampu mengusir musuh gugurlah kewajiban tersebut dari yang lainnya, dan jika musuh mendekati daarul Islaam dan mereka belum memasukinya, mereka juga wajib keluar (untuk melawannya) sampai dien Alloh itu dzohir dan walayah itu terjaga … dan tidak ada perselisihan dalam masalah ini, Jika ada yang mengatakan: Apa yang dilakukan oleh satu orang jika semua orang melalaikannya? … Maka dijawab: ia menebus seorang tawanan … dan ada yang mengatakan [yang mengatakan Ibnu Al-‘Arobiy]: Musuh telah menduduki daerah kita … pada tahun 527 mereka meraja lela di wilayah-wilayah kita [maksudnya Andalusia / Spanyol] menawan orang-orang baik kita dan memasuki wilayah kita dengan jumlah yang membikin manusia takut, jumlahnya banyak, maka saya katakan kepada al-waliy (penguasa daerah): … inilah musuh Alloh ta’ala telah masuk dalam asy-syaroki wa asy-syabakati (jaring dan jebakan/ maksudnya ke dalam wilayah Islam-pent.) maka hendaknya seluruh manusia keluar (untuk menghadapinya) sampai tidak tersisa lagi seorangpun diseluruh daerah lalu mengepung mereka sesungguhnya musuh itu pasti akan hancur jika Alloh Subhanahu wa Ta’ala memudahkan; maka dosa dan maksiyat mendominasi, dan setiap orang bagaikan musang yang bersembunyi di sarangnya meskipun dia melihat perang di sampingnya. Maka innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun.”
b. Dan Ibnu Hajar Al-Haitamiy mengatakan dalam kitab Az-Zawaajir II/359 cetakan Daarul Hadiits: [Dosa Besar yang ke 90-91-92] : “Ke-90; Meninggalkan jihad ketika fardlu ‘ain, yaitu dengan masuknya al-harbiyyuun (musuh) ke Daarul Islaam atau mereka menawan seorang muslim dan memungkinkan untuk membebaskannya dari mereka. Ke-91; Meninggalkan jihad dari pokoknya (meninggalkan jihad secara total-pent.). Ke- 92; Penduduk sebuah daerah yang meninggalkan benteng di tsughur (perbatasan) mereka sehingga dikhawatirkan orang-orang kafir akan menguasainya karena benteng tersebut ditinggalkan.” Kemudian beliau mengatakan: “Perhatian; tiga masalah ini dzohir (jelas) – termasuk dosa besar – karena semuanya akan menyebabkan kerusakan pada Islam dan pemeluknya, selama tidak tertutupi celahnya, dan masalah inilah yang dimaksud dalam hadits-hadits yang bermuatan ancaman yang keras, maka perhatikanlah ini, karena sesungguhnya saya belum melihat seorangpun memperhatikan ini padahal ini sudah jelas.”
c. Dalam Ahkaamul Qur’aan karangan At-Tahaanuwiy II/331 terbitan Karachi: “Apa orang-orang menyerang sebuah negeri dari negeri-negeri kaum muslimin maka jihad menjadi fardlu ‘ain atas semua mukallaf yang tidak mempunyai udzur. Dan mereka ber ijma’ bahwasanya jika musuh menyerang wilayah orang-orang beriman, wajib kepada setiap mukallaf dari kalangan laki-laki, yang merdeka atau budak, kaya atau miskin yang tidak mempunyai ‘udzur yang tinggal di wilayah itu, untuk keluar berjihad, dan ketika itu jihad menjadi bagian dari amalan-amalan yang fardlu ‘ain, maka tidak bisa dikalahkan oleh hak manusia, seperti tuan, orang yang menghutangi dan kedua orang tua sebagaimana sholat dan shoum, dan Abu Hanifah rohimahulloh berkata: Seorang perempuan keluar tanpa izin suaminya [karena tidak ada hak untuk suami dalam amalan-amalan yang fardlu ‘ain]; jika jumlah penduduk daerah tersebut mencukupi (untuk melawan musuh) maka kewajiban jihad gugur dari orang-orang yang di sekitarnya; namun jika jumlah mereka tidak mencukupi, maka orang yang berada disekitarnya harus membantu mereka, jika orang yang berada disekitarnya qu’uud (tidak mau berjihad) maka orang yang berada agak jauh setelah irang yang disekitarnya itu dan begitu seterusnya Wallohu a’lam. Dinukil dari Al-Madzhariy.”
d. Dan dalam kitab Badaa’i’u Ash-Shona’i’ karangan Al-Kasaniy [madzhab hanafiy] VII/98: “Jika penduduk perbatasan itu merasa lemah untuk melawan orang-orang kafir, dan dikhawatirkan mereka akan dikalahkan musuh maka orang-orang muslim yang berada di dekatnya, kemudian yang terdekat dan kemudian yang terdekat lagi, wajib untuk pergi ke tempat mereka dan memberi bantuan senjata … dan harta, berdasarkan apa yang telah kami sebutkan bahwa jihad menjadi kewajiban seluruh orang ahlul jihad (layak jihad), akan tetapi kewajiban jihad akan gugur ketika sebagian orang telah mencukupi …. Namun jika nafiir (seruan keluar untuk berjihad) itu berlaku umum, yaitu ketika musuh menyerang sebuah wilayah maka jihad fardlu ‘ain yang diwajibkan kepada semua orang dari kaum muslimin yang mampu melaksanakannya berdasarkan firman Alloh Ta’ala :
انفروا خفافاً وثقالاً
“Berangkatlah kalian (untuk berperang) baik dalam keadaan berat maupun dalam keadaan ringan.”
……… keluar ….. tanpa seizin …… karena hak kedua orang tua itu tidak bisa mengalahkan amalan-amalan yang fardlu ‘ain seperti shoum dan sholat ….”
e. Dikatakan dalam kitab Ad-durru Al-Mukhtaar: “Janganlah kamu diragukan bahwa kewajiban jihad itu [jihaadu ath-tholabi] gugur dari penduduk “India” karena penduduk “Romawi” misalkan telah melasanakan, akan tetapi kewajiban itu berlaku kepada orang yang paling dekat dari musuh kemudia yang terdekat setelahnya sampai orangnya mencukupi, maka jihad itu tidak dapat dicukupi kecuali oleh semua orang, maka jihad menjadi fardlu ‘ain seperti sholat dan shoum …”
Dan pensyarahnya Ibnu ‘Aabidiin III/219 menukil dari ulama’ madzhab hanafiy: “Jika penduduk perbatasan itu merasa lemah untuk melawan orang-orang kafir, dan mereka dikhawatirkan akan dikalahkan oleh musuh, maka kaum muslimin yang terdekat kemudian yang terdekat setelahnya untuk pergi ke tempat mereka dan memberikan bantuan senjata dan …dan harta …” Kemudian dia berkata: “Dan hasilnya; bahwasanya setiap tempat yang dikhawaatirkan akan diserang musuh maka wajib atas imam atau penduduk wilayah tersebut untuk menjaganya, dan jika mereka tidak mampu maka wajib bagi orang yang terdekat kepada mereka untuk membantu mereka sampau jumlah itu mencukupi untuk melawan musuh.”
Dan dalam halaman III/221: “Dan fardlu ‘ain jika musuh menyerang, maka semuanya harus keluar meskipun tanpa izin.” Dan Ibnu ‘Aabidiin menjelaskan: “Maksudnya adalah atas yang dekat dengan musuh, maka jika mereka merasa lemah atau bermalas-malasan maka atas orang yang terdekat setelahnya, dan diwajibkan secara berurutan seperti ini sampai kewajiban itu mencakup seluruh kaum muslimin yang di timur dan di barat … dan dalam Al-Bazaaziyyah: Jika ada muslimah di buni bagian timur ditawan oleh musuh maka wajib kepada penduduk bumi bagian barat untuk membebaskannya dari tawanan.”
f. Syaikh Wahbiy Sulaiman Ghoowijiy berkata dalam ta’liqnya terhadap kitab Muntaqol Abhar [madzhab hanafiy] I/355: “Tidak diragukan lagi bahwa kewajiban jihad itu adalah fardlu ‘ain terhadap semua mukallaf dari kaum muslimin pada hari ini, dan tidak tersisa lagi bagi mereka kecuali an-nafiir al-‘aam (pergi seluruhnya) untuk berjihad:
وإذا استُنْفِرْتُم فانفروا
“Dan apabila kalian disuruh keluar (untuk berjihad) maka keluarlah.”
Dan mudah-mudahan hal itu sebentar lagi.”
g. Dan dalam Ar-Roudloh karangan An-Nawawiy [madzhab Syafi’iy] X/214 sampai 216: “Keadaan yang kedua: jihad fardlu ‘ain, maka apabila orang-orang kafir menginjakkan kakinya di wilayah kaum muslimin atau mereka atau mendekatinya dan tinggal di depan pintu masuknya, mereka sedang menuju akan tetapi belum memasukinya, maka jihad fardlu ‘ain yang secara terperinci akan kami jelaskan insya Alloh ta’aalaa … dan tidak wajib dalam keadaan seperti ini untuk izin kepada kedua orang tua dan orang yang menghutangi …. Sampai apabila penduduk daerah tersebut tidak mencukupi, maka wajib kepada mereka (kaum muslimin-pent.) semuanya untuk terbang ke sana …. Dan inilah maksud dari perkataan Al-Baghowiy: Apabila orang-orang kafir masuk ke negara Islam maka jihad fardlu ‘ain atas orang yang dekat dengannya dan fardlu kifayah atas orang yang jauh …. Dan bagaimana diperbolehkan menjadikan orang-orang kafir menguasai negara Islam padahal mampu untuk dilawan?! Wallohu a’lam.”
h. Ibnu An-Nuhaas dalam Tahdzib Masyaari’ul Asywaaq ketika berbicara tentang keutamaan Jihad halaman 369, beliau berkata: “Dan apabila musuh-musuh menyerang bilaadul muslimin, dan kaum muslimin (maksudnya penduduk negeri tersebut) tidak keluar untuk memerangi mereka, qu’uud mereka itu sama seperti firoor (lari) dari medan perang ; hal ini jika jumlah mereka lebih banyak dari pada musuh, adapun jika jumlah mereka lebih sedikit hal itu – tidak mau keluar untuk menghadapi musuh -- bukanlah maksiyat dan mereka boleh membuat pertahanan dengan menunggu bantuan dari ikhwan-ikhwan mereka kaum muslimin.” Selesai. Maka berdosalah orang yang mampu menolong mereka namun tidak melakukannya; dan barang siap yang tidak mampu berperang maka wajib untuk melakukan I’daad haqiiqiy untuk berperang, dan bukan I’dad untuk menikah atau untuk ujian !!! dan ini jelas.
Dan dalah halaman 35: “Dan orang yang buta sebelah wajib untuk berjihad, orang yang pusing-pusing, sakit gigi, panas ringan dan orang yang sedikit pincang …. Dan apabila musuh menduduki sebuah daerah dari wilayah kaum muslimin, maka kaum muslimin yang tinggal di daerah-daerah lain wajib untuk membantu kaum muslimin yang tinggal di daerah tersebut … dan ketika orang-orang kafir menduduki sebuah negeri kaum muslimin, maka orang yang tinggal dalam jarak boleh meng-qoshor sholat wajib untuk membantu penduduk negeri tersebut jika jumlah mereka mencukupi, dan jika jumlah mereka tidak mencukupi maka kaum muslimin yang lebih jauh dari jarak itu wajib untuk nafiir (keluar), dan jika telah keluar jumlah yang mencukupi maka kewajiban itu gugur dari yang lain, akan tetapi mereka kehilangan pahala yang besar dan balasan yang banyak … dan apabila orang-orang kafir menguasai sebuah gunung atau lembah atau sebuah tempat di Daarul Islam yang jauh dari negara dan perkotaan, dan tempat yang mereka kuasai itu tidak ada penduduknya, maka sesungguhnya hukumnya sama dengan negara-negara yang dikuasai oleh orang-orang kafir, dan kaum muslimin wajib nafiir untuk membebaskan tempat tersebut! ….dan Al-Qurthubiy berkata: Seandainya orang-orang kafir mendekati Daarul Islaam dan mereka belum memasukinya, maka wajib bagi kaum muslimin untuk keluar menghadapi orang-orang kafir, sampai dien Alloh menjadi dzohir, dan terlindungi wilayah kaum muslimin dan terjaga wilayah-wilayah perbatasan.”
i. Mughniy Al-Muhtaaj [madzhab Syafi’iy IV/209 sampai 220: “ … kemudian mushonnif (penulis kitab) memasuki pembahasan keadaan orang kafir yang kedua, yang terkandung dalam perkataannya yang (berbunyi); Mereka memasuki negeri kita atau menduduki kepulauan atau pegunungan di Daarul Islaam meskipun letaknya jauh negeri, maka penduduk negeri itu wajib untuk mempertahankannya dari orang-orang kafir itu semampuna, dan jihad ketika itu fardlu ‘ain .. dan jika penduduk negeri itu mengadakan persiapan untuk berperang maka mereka semua wajib melakukannya .. sesuai dengan kemampuan, sampai meskipun orang yang faqir sesuai dengan kemampuannya, seorang anak dan orang yang mempunyai tanggungan hutang, dan budak tanpa seizin kedua orang tuanya atau orang yang menghutangi atau tuan, dan ketidak mampuan tidak lagi dapat dijadikan alasan dalam keadaan seperti ini, karema masuknya orang-orang kafir ke Daarul Islam merupakan bencana yang sangat besar yang tidak boleh diremahkan, maka harus bersungguh-sungguh dalam melawannya dengan segala kemampuan, dan masuk kedalam pengertian masuknya-orang kafir kedalam negeri juga jika mereka melongok kepadanya …
Kemudian pembahasan di atas: adalah hukum (jihad) bagi penduduk sebuah negeri yang dimasuki oleh orang-orang kafir …, dan orang yang berada dalam jarak sholat boleh diqoshor dari daerah yang dimasuki oleh orang-orang kafir hukum (jihad) bagi mereka sam dengan hukum (jihad) bagi orang yang tinggal di daerah yang dimasuki orang-orang kafir, maka wajib atas mereka untuk berjalan ke sana jika mereka mempunyai bekal --- dan tidak adanya bekal tidak dianggap sebagai udzur --- dan kendaraan bagi orang yang mampu jalan kaki menurut pendapat yang paling shohih, hal ini jika jumlah penduduk negeri yang diserang itu tidak mencukupi (untuk melawan orang-orang kafir); Dan orang-orang yang tinggal dalan jarak qoshor dan yang lebih jauh lagi, mereka harus punya bekal dan kendaraan menurut pendapay yang paling shohih sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan untuk mencukupi kekurangan jumlah untuk melawan orang-orang kafir jika penduduk negeri yang diserang dan penduduk yang berada di dekatnya belum mencukupi untuk melawan orang-orang kafir dan untuk menyelamatkan orang-orang Islam.
Peringatan: perkataannya yang berbunyi “sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan untuk mencukupi (kekurangan jumlah untuk melawan orang-orang kafir)” mengisyaratkan kalau semua orang tidak wajib untuk keluar, … dan pendapat yang paling shohih adalah jika jumlah penduduknya mencukupi mereka tidak harus keluar semua; dan jika mereka --- orang-orang kafir --- menawan seorang muslim maka yang paling shohih adalah wajib untuk bangkit (memerangi) mereka, meskipun mereka belum masuk ke wilayah kita untuk membebaskannya (tawanan tersebut-pent.) jika kita perkirakan (bisa membebaskannya-pent.) lantaran mereka berada dekat (dengan wilayah kita-pent.), sebagaimana kita bangkit (memerangi mereka-pent.) jika mereka memasuki wilayah kita, bahkan (jihad ketika itu) lebih utama karena harga diri seorang muslim itu lebih besar dari pada nilah sebuah negara.”
j. Ibnu Taimiyah (berkata): “Apabila musuh memasuki negeri Islam maka tidak diragukan lagi atas wajibnya melawan mereka atas orang yang berada paling dekat dengan mereka kemudia orang yang paling dekat setelah mereka, karena negeri-negeri kaum muslimin itu bagaikan satu negeri, dan sesungguhnya juga wajib untuk an-nafiir ke daerah tersebut tanpa seizin orang tua atau ghoriim (orang yang menghutangi).”
k. Dan dalam kitab Kasy-syaafu Al-Qinaa’ karangan Al-Bahutiy [madzhab hambaliy] III/37 terbitan Daarul Fikriy: “Dan barang siapa yang hadir dalam barisan orang yang mempunyai kewajiban jihad --- yaitu laki-laki, merdeka, mukallaf yang mampu dan muslim … --- seperti jika musuh telah mendatanginya atau mendatangi sebuah negeri atau sebuah negeri yang jauh membutuhkannya untuk berjihad atau dua pasukan, pasukan kaum muslimin dan pasukan orang-orang kafir telah berhadap-hadapan atau telah diadakan istinfaar oleh orang yang berhak melakukan istinfaar --- dan tidak ada udzur --- maka jiha wajib waginya, artinya jihad menjadi fardlu ‘ain bagi dirinya.”
• Pembahasan di atas sudah cukup, dan kamu hendaknya merealisasikannya pada dirimu agar kamu mengusir keragu-raguan dengan keyakinan, maka janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang mukhodzdzil (melemahkan semangat untuk berjihad)

C. Supaya kita tidak terkena sifat orang-orang munafiq, maka
من مات ولم يَغْزُ ولم ُيحَدِّث نفسه بالغزو مات على شُعبة من النفاق
“Barang siapa yang mati dan belum berperang dan belum membisikkan hatinya untuk berperang, ia mati di atas salah satu cabang kemunafikan.” Muslim.
Ini dalam ketika (jihad) fardlu kifayah maka bagai mana jika ketika fardlu ‘ain?
إن المنافقين في الدَّرْك الأسفل من النار ولن تجد لهم نصيراً
“Sesungguhnya orang-orang munafiq itu berada di kerak yang paling bawah dari neraka dan kamu tidak akan mendapatkan penolong bagi mereka.” Surat An-Nisaa’
D. Supaya Alloh tidak meng adzab kita dengan adzab yang pedih:
إلاّ تنفروا يُعَذِّبْكم عذاباً أليماً ويَستبدلْ قوماً غيركم ولا تَضُرُّوه شيئاً والله على كل شيء قدير
“Jika kalian tidak melakukan nafiir, niscaya Alloh mengadzab kalian dengan adzab yang pedih dan mengganti kalian dengan kaum selain kalian dan kalian tidak akan membahayakan kaum tersebut sedikitpun. Dan Alloh mampu atas segala sesuatu.”
Dan nafiir itu sudah ma’ruuf dan di balik itu ada peperangan, dan Alloh tidak mengatakan “jika kalian tidak sekolah Alloh akan mengadzab kalian … maka kenapa kita balikkan timbangan ?
ـ ما ترك قوم الجهاد إلا عَمَّهم الله بالعذاب
“Dan tidaklah sebuah kaum itu meninggalkan jihad kecuali Alloh akan meratakan adzab kepada mereka.”
Al-Mundziriy mengatakan: (Hadits ini diriwayatkan oleh) Ath-Thobrooniy dengan sanad hasan; Maka apakah kamu berani mengatakan bahwa orang yang meninggalkan sekolah itu atau tidak belajar tajwid akan diratakan kepada mereka adzab?!
ـ من لم يَغْزُ أو يُجَهّز غازياً أو يَخلُف غازياً في أهله بخير أصابه الله بقارعة قبل يوم القيامة
“Barang siapa yang belum berperang atau menyiapkan orang yang berperang atau merawat dengan baik keluarga yang ditinggalkan orang yang berperang, Alloh pasti menimpakan kepadanya qoori’ah (bencana) sebelum hari qiyamat.”
(Hadits ini diriwayatkan oleh) Abu Dawuud dengan sanad yang kuat, maka apakah kamu meyakini bahwasanya jika kamu meninggalkan belajar ekonomi atau arsitektur atau jika kamu meninggalkan pekerjaanmu sebagai seorang pedagang atau buruh di pabrik, Alloh akan menimpakan kepadamu qoori’ah sebagaimana Alloh akan menimpakannya kepadamu jika kamu meninggalkan perang fii sabiilillaah ?
ـ من تعلّم الرمي ثم تركه فليس منا أو فقد عصى
“Barang siapa telah belajar ar-romyu (memanah, menembak) kemudian dia meninggalkannya maka dia bukan dari golongan kami atau dia telah bermaksiyat.” Muslim.
Lalu bagaimana dengan orang yang belum pernah memanah / menembak selama hidupnya !,


Dan dalam riwayat Abu Dawud dan At-Tirmiidziy:
…ومن ترك الرمي بعدما عَلِمَه رغبةً عنه فإنها نعمة تركها، أو قال: كفرَها
“…dan barang siapa yang meninggalkan ar-romyu setelah dia bisa karena tidak menyukainya maka hal itu merupakan anugrah (yang Alloh berikan kepadanya-pent.), atau nikmat yang ia kufuri.” Hadits hasan.
Lalu bagaimana kamu lebih menyukai dan lebih mengutamakan sesuatu dari pada perang, kemudia kamu lebih menekankan hal itu?!

Syubhat tentang: Zaman kita bukan zaman mereka!
E. Kenapa perang? Sepaya kita merealisasikan perintah Alloh untuk meng irhab musuh dan bersikap keras kepada mereka, lalu hilanglah kehinaan yang menimpa kita, dan kemuliaan kembali lagi kepada kita dan kita disegani oleh musuh-musuh kita, lalu kita hidup dengan kehidupan yang layak, lalu sirnaklah kerusakan yang terjadi karena meninggalkan jihad, maka jihad adalah jalan satu-satunya untuk meraih kekuasaan dan berikut ini dalilnya:
Bukankah Robb kita telah memerintahkan nabi kita Shallahu ‘alaihi wa Sallam :
يا أيها النبي جاهد الكفار والمنافقين …واغلُظ عليهم
“Wahai Nabi, berjihadlah kamu melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafiq … dan bersikap keraslah kepada mereka.”?
Bukankah Alloh Subhanahu wa ta’ala telah mengatakan kepada orang-orang yang beriman:
ولْيَجدوا فيكم غِلظة
“Dan hendaknya mereka mendapatkan kekerasan pada kalian.”
وأعدوا لهم ما استطعتم من قوة ومن رباط الخيل تُرْهِبون به عدو الله وعدوكم
“Dan persiapkanlah semampu kalian dari kekuatan dan kuda yang ditambatkan yang kalian dengan akan meng irhab musuh Alloh dan musuh kalian.” ?
Bukankah Alloh menyebutkan para sahabat yang mulia dengan sebutan:
أشداءُ على الكفار
“Keras terhadap orang-orang kafir.”?!

Lalu manakah sikap keras kalian ? mana ?…. dalam tulisan-tulisan kalian, pelajaran kalian, sya’ir-sya’ir kalian, cerita-cerita kalian, forum-forum kalian dan semua I’dad kalian yang damai dan maz’uum (merupakan angan-angan)?!
Ataukah kalian memang benar-benar menyangka bahwa yang kalian perbuat itu merupakan salah satu bentuk dari bentuk-bentuk kekerasan dan irhaab terhadap musuh?! Manakah sikap kalian yang membikin marah orang-orang kafir dan manakah irhaab kalian terhadap musuh ?! Sesungguhnya kekerasan itu yang hakiki itu tidak akan terwujud kecuali dengan senapan ! dan apakah kalian benar-benar yakin bahwa musuh itu ter irhaab dengan buku yang kalian edarkan, yang kalian siarkan dan yang kalian bikin gaduh --- ‘afwan : Kalian berjihad --- dengan metode baru? Akan tetapi dia takut jika mendengar seorang muslim mengangkat senjata walupun sebilah pisau, bagaimana tidak? Sedangkan pedang itu pesannya lebih benar dari pada buku!
Dan manakah yang lebih besar kesannya pada hati musuh: antara seorang pemuda yang mengkoordinir amaliyah peledakan terhadap orang-orang Yahudi misalkan lalu ia berhasil melakukannya akan tetapi mereka menangkapnya dan membunuhnya atau seorang pemuda yang masuk “fakultas tehnik bangunan” dan dia selalu peringkat perama pada semua jenjang perkuliyahan? Dan apa manfaatnya “bangunan” dalam perang? Berapa banyak yang kita harapkan dari orang-orang ringking itu supaya manusia mau menerima manfaat Islam dan kejujuran para multazimin sehingga mnusia itu mau bergabung dengan mereka melawan pemerintah mereka yang menyeleweng? Apakah semua multazimin itu memiliki kecakapan untuk meraih kesuksesan seperti dia? Dan apakah waktu yang dihabiskan itu seimbang dengan kesuksesan yang dia raih yang tidak lebih --- sebagaimana yang kami lihat --- kalimat-kalimat pujian dan sanjungan, sampai apabila pemuda itu menunjukkan pemikiran Islamiy nya tentang prinsip saja [menolak pemisahan dien dan negara, hijab bagi wanita, menolak perdamaian abadi dengan Yahudi, ..] kamu akan melihat pujian mereka itu akan berubah menjadi cercaan? Maka apa artinya motifasi --- secara tidak langsung --- untk belajar ilmu yang tidak bermanfaat sama sekali di medan perang [ seperti sejarah partai yang berkuasa dan hasil-hasil produksinya, nama-nama ahli kimia di dunia dan …] kemudian “mujahid kita” (!) lulus dengan segudang ilmu akan tetapi sampai sekarang dia tidak tahu bagaimana membuat bom yang dapat meng irhaab musuh dari bahan-bahan kimia yang berada di hadapannya!! Maka I’daad semacam apa ini wahai orang-orang yang berakal ?? !! kemudian mereka terus tetap mengatakan bahwa fakultas-fakultas itu akan membantu dalam pembebasan Palestina !!!! Walloohul Musta’aan (kepada Alloh kita memohon pertolongan).
Dan sifat Rosul kita adalah Adh-Dhohuuku Al-Qottaalu dan bukanlah yang dimaksud dengan Adh-Dhohuuk (suka tertawa) adalah orang yang suka pesta, cerita, riwayat, percetakan, pusat apa untuk kerjasama, organisasi studi ilmu Islam apa, sesungguhnya beliau itu adalah Qottaal (pembunuh) …Qottaal ya, Qottaal, dan dalam kitab siroh Al-Bidayah Wan Nihayah III/46 sesungguhya beliau mengatakan kepada orang-orang Quraisy --- dan ini sebelum beliau diperintahkan untuk berperang ---:
جئتكم بالذَّبح
“Aku datang kepada kalian untuk menyembelih.”
Dan beliau tidak mengatakan untuk berdiskusi! Memang disampaikan dakwah dahulu sebelum memulai perang, akan tetapi tidak boleh bagi seorang muslim untuk menihilkan perang sehingga Islam menjadi tidak mempunyai puncak; akan tetapi seorang muslim itu adalah orang yang pertama kali melaksanakan ayat irhaab, dan sungguh beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda:


نُصِرْتُ بالرُّعب مسيرة شهر
“Saya diberikan kemenangan lantaran musuh gentar dalam jarak satu bulan perjalanan …” Hadist Shohih
Maka apakah I’daad kalian menggentarkan musuh?
Dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda di atas mimbar:
وأعدوا لهم ما استطعتم من قوة، ألا إن القوة الرميُ ألا إن القوة الرمي، ألا إن القوة الرمي
“Dan persiapkanlah semampu kalian dari kekuatan, ingatlah sesungguhnya kekuatan itu ar-romyu (memanah, menembak) , ingatlah sesungguhnya kekuatan itu ar-romyu (memanah, menembak) , ingatlah sesungguhnya kekuatan itu ar-romyu (memanah, menembak).” Muslim dan Abu Dawud.
Dan dalam riwayat Al-Bazzaar:
عليكم بالرمي فإنه خيرُ أو مِنْ خيرِ لهوِكم
“Kalian harus me royu sesungguhnya ia sebaik-baik, atau dari sebaik-baik sendau gurau kalian.”
Dan dalam Ausath Ath-Thobrooniy:
فإنه من خير لَعِبِكم
“…sesungguhnya ia dari sebaik-baik permainan kalian.”
Dan isnaad keduanya jayyid qowiy (bagus lagi kuat).
Maka manakah kekuatan dalam I’daad kalian yang semu yang tidak menakutkan musuh?
Dan beliau Shallallhu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
بُعِثْتُ بالسيف بين يدي الساعة حتى يُعبد الله وحده لا شريك له، وجُعل رزقي تحت ظل رمحي، وجُعل الذل والصَّغار على من خالف أمري، ومن تَشبّه بقوم فهو منهم
“Aku diutus dengan pedang menjelang hari qiyamat sehingga Alloh diibadahi sendirian dan tidak ada sekutu bagiNya, dan dijadikan rizkiku di bawah naungan tombakku, dan dijadikan kehinaan bagi orang yang menyelisihi perintahku, dan barang siapa yang menyerupai sebuah kaum maka dia dari golongan mereka…” Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dan Shohih.
Dan beliau tidak mengatakan “aku diutus dengan diskusi, ‘aulamah dan minta belas kasihan kepada PBB?
Bukankah dokter umat ini Shallahu ‘alaihi wa Sallam telah menentukan penyakitnya dan menjelaskan obatnya kepada kita ? bukankah beliau Shallahu ‘alaihi wa Sallam telah menjelaskan apa yang menyebabkabkan kita menjadi seperti buih, dan yang menjadi penyebab-penyebab al-wahnu (lemah) yang menimpa umat ini dan menjadikan tidak di segani:
حبُّ الدنيا وكراهيتكم القتال
“Cinta dunia dan tidak suka dengan perang.” Hadits shohih, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ahmad.
Dan bukan tidak suka sekolah atau sukses dalam ujian atau mendapat nilai “mumtaaz” (cumlaude) dalam kuliah, lalu kenapa kita tidak mengambil obat ini dan kembali untuk berperang?! Kenapa kita memejamkan mata kita dan menutup kelopak mata kita dari penyakit yang pertama: meninggalkan perang?! Sesungguhnya dokter kita ini tidak mengatakan (penyakitnya adalah) krisis tarbiyah atau ekonomi atau masyarakat atau media massa! Atau karena tidak unggul di universitas-universitas atau karena meninggalkan komputer! Atau karena minimnya arsitek bangunan!
إني لأفتح عيني حين أفتحها على كثير ولكن لا أرى أحداً!!
Sesungguhnya saya membuka mataku untuk melihat banyak orang akan tetapi ketika aku buka aku tidak melihat seorangpun !!!
إذا تبايعتم بالعِينة وأخذتم أذناب البقر، ورضيتم بالزرع، وتركتم الجهاد سلّط الله عليكم ذلاً لا يَنْزِعُه حتى ترجعوا إلى دينكم
“Apabila kalian telah berjual beli dengan cara al-‘ienah, mengikuti ekor-ekor sapi, rela dengan pertanian dan kalian meninggalkan jihad Alloh pasti menimpakan kepada kalian kehinaan yang tidak akan di angkat dari kalian sampai kalian kembali kepada dien kalian.” Abu Dawud dengan isnaad hasan dan Syaikh Syakir mengatakan; shohih.
Dan dalam riwayat yang lain:
إذا ضنَّ الناس بالدينار والدرهم … أنزل الله بهم بلاء…
Jika menusia telah pelit dengan dinar dan dirham … Alloh pasti turunkan kepada mereka bala’ (bencana) …” Ad-Daarimiy dan Al-Baihaqi dan ini hadits shohih.
Maka kehinaan itu disebabkan karena kesibukan mereka dengan harta, perekonomian dan meninggalkan qitaal, lalu bagaimana kamu mengerjakan dan mengutamakan I’daad iqtishoodiy dari pada I’daad qitaaliy? Sesungguhnya yang adil itu adalh kamu mengambil harta yang cukup untuk berperang kemudian kamu berangkat, dan senjata di pasar-pasar gelap ada maka manakah I’daad askariy itu ? manakah tadriib dan tamriin itu wahai para mujahid !?
ولو أرادوا الخروج لأعدوا له عُدّة
“Dan seandainya mereka mau keluar (untuk berperang) pasti mereka mempersiapkannya persiapan-persiapannya.”
Maka dalam peperangan kita membutuhkan kemampuan harta untuk membeli senjata, dan kemampuan manusia yang digunakan untuk berperang, maka semua yang dapat merealisasikan keduanya dengan cepat itulah I’daad qitaaliy, kalau tidak maka kita telah mengkaburkan maksud I’daad agar mencakup sya’ir - sya’ir, cerita-cerita kepahlawanan dan riwayat-riwayat …, ini adalah tipu daya syetan, padahal apabila musuh menyerah sebuah negeri Islam yang lemah secara media massa maka wajib --- berdasarkan kesepakatan orang-orang yang berakal dan orang-orang gila --- untuk keluar berperang dengan senjata [RPG] bukan dengan membaca sya’ir, menghamburkan pembicaraan dan menyusun cerita, maka jika tidak mampu penduduk negeri tersebut kewajibannya berpindah ke I’daad untuk mengeluarkan musuh --- dengan tank dan …--- bukan I’daad untuk mengeluarkan jaringan propaganda yang luas atau menyiarkan suara kaum muslimin atau untuk membantah syubhat-syubhat orang-orang orientalis atau untuk menulis majalah atau menyebarkan kaset, memang benar sesungguhnya kita tidak akan keluar untuk memerangi mereka dengan pedang dan golok akan tetapi kita juga --- secara pasti --- tidak akan keluar memerangi mereka dengan menyiarkan suara kaum muslimin atau dengan perekonomian yang besar atau dengan doctor sosiolog yang mahir atau seorang arsitektur yang cerdas … apakah mereka semua bermanfaat di hadapan roket dan RPG …?
Maka kehinaan kita yang pertama adalah karena meninggalkan jihad bukan karena kita meninggalkan perekonomian atau politik atau I’laam (media massa) atau teknologi meskipun ketertinggalan kita dalam hal ini merupakan musibah!dan berbicaralah tentang lautan tidak apa-apa, dan kita berlindung kepada Alloh dari mengatakan kita tidak membutuhkan I’laam atau kita tidak membutuhkan orang-orang yang unggul di universitas akan tetapi kebutuhan kita untuk berperang lebih besar lagi! Sama persis dengan orang yang tenggelam dan tidak makan selama dua pekan, apakah kamu akan memberikannya makanan atau kamu selamatkan dia dari tenggelam?! Sedangkan dia lapar dan hampir mati karena lapar; dan barangsiapa yang digigit nyamuk atau disengat kalajengking apakah dia membunuh nyamuk dan membiarkan kala jengking?! Ya, kalau bisa kita tolak keduanya itu lebih baik!! Dan kalau tidak kita lebih dahulukan yang lebih penting!
Kalian jawab: Apakah krisis ekonomi kita akan dapat diatasi dengan riba, suap dan pencurian, apakah akan dapat diatasi dengan mengarang buku atau belajar perekonomian atau dengan kekuatan yang menggentarkan mereka …? Maka yang mana?
Jika kita tanya orang-orang yang melemahkan (semangat jihad): berapa banyak ekonom yang kita butuhkan supaya umat kita dapat menarik nafas panjang?! Sesungguhnya jumlah itu tidak ada akhirnya?! Dan syetan akan terus menyelewengkan dari masa ke masa, maka setiap kali umat itu mengumpulkan harta dia mengatakan: Ini tidak cukup untuk perang, maka dia terus mengumpulkannya untuk membeli senjata; dan begitulah umumur itu habis.
Inilah Rosul kita Shallallahu ‘alaihi wa Sallam --- dan beliau bagi kita adalah uswah yang baik --- ketika jihad itu wajib beliau keluar meskipun dalam keadaan susah dan lemah perekonomiannya, beliau keluar bersama para sahabatnya, samapai perang itu disebut dengan “ghozwatu al-‘usroh” (peperangan yang sulit / perang Tabuk), padahal semua perkiraan pilitik dan militer --- pada waktu itu !!--- menunjukkan bahwa daulah Islam akan berakhir, akan tetapi Rosul kita yang bijaksana yang memiliki pengalaman dan kebijaksanaan yang tidak ada seorangpun yang berani mengatakan beliau itu ngawur, beliau tidak duduk mempersiapkan ekonomi atau I’laam (media) dan …., akan tetapi beliau mengambil persiapan yang beliau mampu dan berangkat, lain dengan orang-orang yang pendusta pada zaman kita !! yang akan terus mempersiapkan --- pengakuan mereka --- sampai mereka masuk kuburan! Aduhai seandainya mereka benar-benar mempersiapkan ! dan apakah orang yang benar-benar mempersiapkan (untuk perang) memenuhi rumahnya dengan perabotan yang mewah! Semoga Alloh merahmati para sahabat Rosul kita Shallallahu’alaihi wa Sallam pada ghozwatu al-‘usroh ketika mereka menyiapkan dengan sebenar-benarnya sebelum perang! Dan mereka mengorbankan an-nafsu (jiwa raga) dan harta yang mahal.
Bahkan sesungguhnya rizki Rosul kita Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan umatnya dijadikan dibawah naungan tombaknya, maka bukan perekonomian yang kuat sebagai syarat keberhasilan pertempuran dan jika tidak kita akan terjerumus ke dalam “masalah peran” : kamu selamanya tidak akan berperang sampai umat mempunyai harta [dengan segala macamnya] dan Rosul kita  menyebutkan bahwa kita akan memiliki harta dengan perang, maka kapan kita akan berperang?.
Dan siapakah yang mengatakan I’daad iqtishoodiy tidak bisa bersama dengan I’daad ‘askariy?!!! Dan apakah kamu akan meninggalkan sholat karena tidak mampu shoum?! Apakah kamu akan meninggalkan perang karena lemahnya I’laam?
Dan siapakah yang mengatakan bahwa perang itu tidak mungkin dilakukan tanpa I’daad ilaamiy dan iitishoodiy!? Bukankah perang melawan komunis di Afghanistan dimulai dengan 30 orang, dan sebelumnya kita di Hunain sangat banyak jumlah kita akan tetapi malah kekalahan yang kita dapatkan! Maka apa yang menghalangimu untuk berperang dan berusaha --- dengan apa yang Alloh mudahkan untukmu --- menyiarkan hak kamu?!
Apakah kita tidak malu memberikan semangat orang untuk bertani dengan alasan bangkit dibidang ekonomi supaya kita mampu berperang padahal Rosul kita Shallallhu ‘alaihi wa Sallam orang yang berpengalaman, terjaga dari kesalahan, bijaksana dan seimbang beliau mengatakan ketika beliau melihat alat pembajak Shallallahu ‘alaihi wa Sallamah berada di depan pintu seorang anshor:
لا يَدخل هذا بيتَ قوم إلا أدخله الله الذل
“Alat ini tidak memasuki rumah suatu kaum kecuali pasti Alloh memasukkan kedalamnya kehinaan.” Al-Bukhoriy
Perhatikan ! ketika beliau melihatnya beliau mengatakan seperti itu, padahal jihad ketika itu fardlu kifayah, dan kifayah ketika itu tercukupi, namun demikian beliau mengingatkan ! dan para ulama’ mengatakan: Sesungguhnya menyibukkan diri dengan pertanian ketika jihad itu fardlu ‘ain adalah penyebab kehinaan, padahal menurut istilah para mujaddid (pembaharu) pada zaman kita ini orang yang bekerja dalam pertanian itu mujahid --- model baru --- jika dia berniat I’daad, meskipun Robb kita telah memperingatkan kepada anshoor yang meninggalkan jihad dan menyibukkan diri dengan pertanian dengan firmannya:
ولا تُلقوا بأيديكم إلى التَّهْلُكَة وأحسنوا عن الله يحب المحسنين
“Dan janganlah kalian campakkan tangan kalian ke dalam kehancuran dan berbuatlah ihsan sesungguhnya Alloh mencintai orang-orang yang berbuat ihsan.”
Dan kajilah kitab-kitab tafsir untuk meluruskan pemahaman ayat ini yang mengingatkan dan mengancam.
Dan bukankah generasi pertama yang tidak beralaskan kaki dan telanjang itu orang-orang yang kemajuannya tinggi --- dengan arti modern ---?! Sesungguhnya mereka dalam padangan orang-orang yang maju pada hari itu --- Persia --- adalah orang-orang gembel lagi bodoh yang keluar seperti binatang buas untuk mencari sesuap kehidupan, akan tetapi lantaran mereka berpegang dengan perintah Rosul  mereka untuk berperang dan berjihad mereka berjalan meskipun mereka kehilangan kemajuan menurut pandangan orang-orang pada zaman mereka, maka kemajuan itu bukanlah hiasan-hiasan, orang-orang umawiyyun (Bani Umayah) yang menyeleweng --- secara umum --- dari petunjuk salaf yang sholih, papakah kita akan padang mereka lantaran mereka sangat maju --- sesuai dengan pemahaman modern --- apakah kita akan memandang mereka lebih baik dari pada para pendahulunya? Dan apakah Al-Ma’mun yang seorang mu’tazilah itu lantaran kemajuannya dan keemasannya --- sebagaimana yang disebutkan dalam buku-buku sejarah di sekolahan-sekolahan --- apakah Ma’mun yang menyiksa pada ulama’ sunnah lantaran pemikirannya yang sesat itu lebih baik dari pada para pendahulunya? Dan apakah fathimiyyuun setelah mereka yang sangat maju di sisi keindahan dan seni Islam --- sebagaimana istilah mereka--- bukankah mereka itu orang-orang zindiq yang keluar dari Dienul Islam!! Begitulah mereka menurutpara ulama’ Islam yang ahli sejarah seperti Adz-Dzahabiy, Ibnu Katsir, Ibnu Hajar, As-Sakhoowiy dan orang yang mengikuti mereka dengan baik dari kalangan ulamaa’us sunnah.
Bukankah al-hunuudu al-humru (orang-orang India yang merah-pent.) bangsa yang maju? Lalu bagaimana dia ketika menghadapi serangan-serangan Portugis dan Sepanyol? Bukankah orang-orang India bangsa yang maju, lalu apa manfaat kemajuannya dalam menghadapi Inggris ? kalau logika kekuatan menguasai maka akan bisu kekuatan logika, dan apabila hadoorotul quwwah (kemajuan kekuatan) tinggi maka akan musnah quwwatul hadlooroh (kekuatan kemajuan) ? dan apakah yang akan membebaskan negeri itu 50 orang dokter atau 50 orang askariy ?!
Dan jika kalian jujur apakah kalian telah memberi motifasi kepada generasi baru untuk belajar Khoth Arab dengan segala bentuk seninya karena itu termasuk keindahan dan:
“Sesungguhnya Alloh itu indah mencintai keindahan.”
Ataukah kalian kalian arahkan mereka -dengan kuat - ke semua arah yang membantu permasalah kekuatan yang menendang orang-orang yang menyerang dari luar daerah? Sendainya mereka jujur mereka pasti mengkonsentrasikan semua bidang kedokteran untuk hal-hal yang bermanfaat bagi mujahidin seperti luka yang besardan … bukan persalinan dan KB!
Dan saya lontarkan pertanyaan kepada para penyembah kemajuan: Jika musuh menyerang daerahmu, apakah kamu akan keluar untuk memeranginya dengan kemampuan yang kamu miliki atau kamu lari untuk memnyiapkan kemajuan dan menyelesaikan sekolahmu? Dan adakah dalam Islam itu fanatisme daerah? Sesungguhnya negara Islam itu satu ! dan apakah akan kita katakan kepada athfaalu al-hijaaroh (anak-anak Palestina yang berperang dengan batu): Keluarlah kalian dan belajarlah perekonomian dan sosioligi karena peperangan kita adalah perang peradaban bukan perang senjata?!!
Dan seandainya Jepang melanggar perbatasannya, apa yang akan dia alami? ! meskipun kemajuannya yang pesat dan perekonomiannya yang tinggi, maka apa yang akan dia dapatkan jika dia sampai sekarang mengikuti yang lain?
Bahkan keadaan kita sebagaimana keadaan pendahulu-pendahulu kita sejak runtuhnya Andalusia yaitu jihaad qitaaliy hukumnya wajib terlebih lagi jihad-jihad yang lainnya, dan telah berlalu perkataan Syaikh Wahbiy Sulaiman Ghowijiy, dan beliau adalh seorang ulama’ mu’ashiriin dan dihadapan kalian ada dalil-dalil dan factor-faktor hukum, akan tetapi mereka itulah yang sebagai mana dikatakan : setiap zaman itu ada orang-orang bodoh yang menyelewengkan pengertian nash-nash, maka seandainya seorang muslim ahli atom yang murtad tidak akan dibunuh --- mungkin--- menurut mereka karena adanya perubahan kesibukan pada zaman kita dari pada zaman sahabat! Alasan mereka ini sama saja dengan alasan “zaman kita lain dengan zaman mereka”! dan hukum itu berubah sesuai perubahan zaman” dan seolah-olah Robb kita lain dengan Robb salaf yang sholih!, sungguh Maha Tinggi Alloh dari orang-orang yang menebar kebohongan dengan Setinggi-tingginya.
Apakah orang-orang yang minum bir, memakai emas dan kawin mut’ah itu punya hujjah selain: “zaman kita lain dengan zaman mereka?!”
Maka kapankah kalian berlepas diri dari al-awwaliin (para pendahulu kita)?! Dan kalau bukan karena ulama’ kita yang terdahulu dan dan tulisan-tulisan mereka kita tidak dapat memahami Al-Qur’an dan Sunnah!
Apakah sikap Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu terhadap orang-orang murtad dan terhadap pasukan Usamah Radhiyallahu ‘anhu merupakan sikap fanatik yang dibenci atau teguh pendirian?! Ketika beliau mengatakan: “Demi Alloh! Seandainya mereka tidak menunaikan kepadaku ‘inaaq (seekor kambing betina sebagai zakat ternak-pent.) dan dalam riwayat lain ‘iqool (zakat unta dan kambing-pent.) yang pernah mereka tunaikan kepada Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pasti aku perangi mereka lantaran mereka tidak menunaikannya ….” Al-Bukhoriy.
Dan ketika beliau berkata: “Demi (dzat) yang tidak ada ilaah selainNya, seandainya anjing-anjing membawa lari kaki-kaki istri-istri Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam aku tidak akan menarik kembali pasukan Usamah yang telah disiapkan oleh Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan tidak akan aku turunkan bendera yang telah ditegakkan Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam .” Seandainya terjadi pada kalian apa yang telah terjadi pada pada beliau maka apakah kalian akan tetap tegus sebagaimana beliau atau kah “setiap zaman itu mempunyai rijaal (pelaku-pelakunya sendiri-pent)?” apakah hukum jahiliyah yang kalian kehendaki sedangkan nas-nas kalian selewengkan?!
Bukankah Islam itu: kamu serahkan ketundukanmu kepada Robbul ‘Alamiin!? Dialah yang menentukan kemaslahatan, bukan kamu, demi Alloh alangkah baiknya Roofi’ Ibnu Khojiij, seorang sahabat yang mempunyai pandangan yang tajam keteka beliau mengatakan: “…. Suatu hari datang kepada kami seorang dari pamanku lalu dia mengatakan: “Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam melarang sesuatu yang bermanfaat bagi kami, dan ketaatan kepada Alloh dan RosulNya itu lebih bermanfaat bagi kami, kami dilarang muhaaqolah pada (hasil) bumi….” Al-Muhaaqolah adalah jual beli tanaman sebelum ia layak (dipanen).
Dan apakah kamu menyangka dalam keadaan yang merata di negara-negaraa Arab seperti ini kamu akan dibiarkan meskipun satu kata Islam yang menimbulkan amalan nyata, padahal berapa banyak perkataan yang terbang bersama awan!!
Dan alangkah bijaksananya sebuah kalimat -seandainya kita memahaminya- yang mengatakan: “Sesungguhnya beban-beban Qu’uud (duduk) dari jihad yang berupa kerugian dan darah itu berlipat ganda dari pada beban-beban melaksanakan jihad.” Dan sungguh benar Syaikh Abdulloh Azzam rohimahulloh.
Dan apakah kamu mendapatkan dalam kitabulloh bahwa; dokter , insinyur, da’I, orang yang sudah nikah dan mahasiswa itu tidak apa-apa (meninggalkan jihad)?!
Maka,
يا أيها الذين آمنوا ما لكم إذا قيل لكم انفروا في سبيل الله اثاقلتم إلى الأرض
“Wahai orang-orang yang beriman kenapa jika dikatakan kepada kalian keluarlah (berjihad) dijalah Alloh kalian cenderung ke bumi.”
Kemudian sesungguhnya orang yang adil yang mencermati kondisi dunia, dan persekongkolan orang-orang kafir dan antek-anteknya dari bangsa Arab yang bersekongkol (memusuhi) dienul Islam ia akan yakin --- tanpa ragu-ragu --- bahwa tidak ada penyelesaian tepat kecuali senapan dan tank --- meskipun (kalau kita pandang) dari sisi; obat yang terakhir itu kaiy (membakar dengan api) --- karena kita sudah bosan dengan perjalanan dan musyawarah, maka mustahil kekuatan logika dapat mengalahkan logika kekuatan;
ـ الـغرب مَقْبَـرَةُ العدالة كلمــا رُفِعَت يدٌ أبـدى لـها السكينــا
Dan barat adalah kuburan keadilan, setiap kali
Ada tangan yang diangkat ia memperlihatkan pisau
الغرب يَكْفُـر بالـسلام، وإنمـا بسلامه الَمزعـومِ يَسْتَهْوِينـــا
Barat mengingkari Islam, dan sesungguhnya
Hanya dengan perdamaiannya yang semu ia menghinakan kita
كُفْـرٌ وإسلام فـأنى يلتـقــي هـذا بـذاكَ أيُّهـا الـلاهـونـا؟
Bagaimana kafir dengan Islam bisa bertemu
Antara keduanya wahai orang-orang yang terlena?
أنا لا ألوم الغرب في تخطيطـه لكـن ألـوم الـمسلم المـفتونـا
Aku tidak menyayangkan rencana barat
Akan tetapi aku menyayangkan muslim yang tertipu
وألومُ أُمَّتَنا التـي رحلت علـى درب الـخُضُوع تـُرافق التِّنِّينـا
Dan aku menyayangkan umat kita yang telah menapaki
Jalan kehinaan yang diiringi kebusukan
يا مجلس الأمن المخيف إلى متى تبقـى لِتُجَّــار الحـروب رهيناً؟
Wahai dewan keamanan yang menakutkan, sampai kapan
Kamu jadi taruhan para pedagang perang
وإلى متى ترضى بِسَلْبِ حُقُوقِنـا مِـنَّا وتطلُبُــنا ولا تُـعـطيـنا؟
Sampai kapan kamu rela hak-hak kita dirampas
Dari kita, barat menuntut kita dan tidak memberikan kepada kita
يا مجلساً في جـسم عالمنـا غدا مـرضاً خفيـاً يُشْبِهُ الطـاعونـا
Wahai dewan yang berada di dunia kita, menjadi
Penyakit yang mesterius seperti tipes yang mewabah

تشكو و خوفك من قضايانا التـي لـم تَلْقَ فيك الـحقـوقُ أمـينـاً
Ketakutanmu mengadukan permasalahan kita yang
Tidak mendapatkan hak-hak darimu secara aman
يا سالبَ الطفلِ الأمانَ إلى متـى تسقيه من بعد الأنـيـن أنينـاً؟
Wahai perampas keamanan anak-anak, sampai kapan
Kamu akan menimpakan kepadanya rintihan demi rintihan
وإلى متى يبقى الهَـوَى لك سَيِّداً وتَـظَلُّ للظلم الرهيـبِ قَرينـاً؟
Samapai kapan engkau mempertuan hawa nafsumu
Dan menjadi kawan bagi kedzoliman yang mencekam
يا مجـلس الأمـن انتظِرْ إسلامنا سيُريك ميزان الهُـدى، ويـُرينـا
Wahai dewan keamanan, tunggulah Islam kami
Ia akan menampakkan kepadamu dan kepada kita semua timbangan petunjuk
إني أراك على شَفِـيـرِ نـهايـةٍ سَتَصِيرُ تحت رُكَامِها مدفــونـا
Sesungguhnya aku melihatmu diambang kehancuran
Kamu akan terkubur di bawah reruntuhannya
إن كنتَ في شَكِّ فَسَلْ فرعون عن غَـرَقٍ وسَلْ عن خَـسْـفِه قارونا!
Jika kamu ragu-ragu maka tanyakan kepada Fir’aun tentang
Tenggelamnya dalam lautan dan tanyakan tentang tenggelamnya Qorun dalam bumi!
ـ حُبِكت فصول المسرحـية حَبْكـة يَعْيـى بـها المُتَمَرِّس الفنَّــان
Aku dipintal dalam silsilah pertunjukan
Pemainnya yang seniman tidak cakap memainkannya

هذا يَكِرُّ وذا يَــِفـرُّ وذا بـهـذا يستـجـير ويـبـدأ الـغـليـان
Yang ini menyerang dan lain lari, dan yang ini
Meminta perlindungan dan memulai pergulatan
حتى إذا انقشع الـدخـان مضـى لـنا جُـرْح ٌ وحَلَّ مَحَلَّـه سَرَطان
Sehingga apabila asap itu sirna, berlalulah
Luka kita dan diganti dengan penyakit kangker

وإذا ذئـاب الغرب راعيــةٌ لنـا وإذا جـمـيع رجـالـنا خِرفـان!

Dan apabila srigala barat menjadi pemimpin kita
Dan apabila semua rijal (kaum laki-laki) kita telah kacau pemikirannya!
وإذا بأصنامٍ أجانـبَ قد رَبَــتْ وبـلادنـا ورجــالها القُربـان

6- Sebagai perisai dari fitnah menjelang hari qiyamat:
Ketika Rosul menyebutkan fitnah yang hampir terjadi, beliau ditanya: Siapakah sebaik-baik orang ketika itu? Maka beliau menyebutkan bahwa orang yang terbaik adalah orang yang bersama dengan ternaknya dan menjauhi manusia kecuali dari kebaikan, dan…
رجل آخذ برأس فرسه يُخيف العدو ويُخيفونه
Orang yang memegang kepala kudanya ia menggentarkan musuh dan musuh menggentarkannya.” At-Tirmiidziy dan ia menghasankannya.
Hadits ini jelas bahwa yang dimaksud adalah perang dengan sesungguhnya dan bukan sekolah; dan Maha benar Robb kita yang mengatakan tentang al-mutakhollifiin (orang-orang yang tertinggal) dari jihad dengan alasan mereka takut terhadap fitnah (bencana-pent.)
ألا في الفتنة سَقَطوا وإن جهنم لَمُحيطة بالكافرين
“Ingatlah sebenarnya mereka itu terjerumus kedalam fitnah dan sesungguhnya jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang kafir.”
Maksudnya karena mereka meninggalkan jihad.
7- Karena jihad adalah dzirwatu sanamil Islam (puncak punuk Islam), dan punuknya onta adalah yang paling tinggi padanya maka tidak ada anjuran yang menyamai jihad, dan jihad adalah jalan untuk menghapus kesalahan-kesalahan, dan beramal ketika berjihad dilipat gandakan dari pada yang lainnya; dan ketika disebutkan peperangan kepada imamnya imam Ahmad bin Hambal, beliau menangis dan mengatakan: “Tidak ada suatu amalan kebaikan pun yang lebih utama dari padanya.” Dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengatakan: “Tidak ada sesuatupun yang menyamai perjumpaan dengan musuh; dan terlibat langsung dalam peperangan dengan jiwa raganya merupakan amalan yang paling afdhol; dan orang-orang yang memerangi musuh itulah orang-orang yang membela Islam dan membela sesuatu yang harus dijaga padanya, maka amalan apa yang lebih utama dari padanya?!” sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mughniy karangan Ibnu Qudamah VIII/348-349
Dan Ibnu Taimiyah berkata: “Dan begitulah para ulama’ telah bersepakat --- sejauh yang saya tahu --- bahwasanya tidak ada amalan tathowwu’ yang lebih afdlol dari pada jihad, maka jihad itu lebih afdlol dari pada shoum tathowwu’ dan lebih afdlol ddari pada sholat tathowwu’.” Lalu bagaimana jika jihad itu fardlu ‘ain.?!!
Dan Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan dalam kitab Fathu `l-Bariy pada awal kitab Al-Jihad: “Berkata Ibnu Daqiiq Al-‘Ied; Qiyas menunjukkan bahwa jihad itu merupakan amalan yang paling afdlol dari pada amalan-amalan yang merupakan sarana, karena jihad itu merupakan wasilah untuk menyiarkan dan menyebarkan dien dan memadamkan dan menolak kekafiran, maka keutamaan jihad sesuai dengan keutamaan amalan itu.”
Dan berikut ini tambahan keterangan dari Al-Qur’an dan As-Sunnah serta siroh para tabi’ien:

Dari Al-Qur’an:

لا يستوي القاعدون من المؤمنين غيرُ أولي الضرر والمجاهدون في سبيل الله بأموالهم وأنفسهم، فضَّل الله المجاهدين على القاعدين درجة...
“Tidaklah sama orang-orang beriman yang qoo’iduun selain ulidh dhoror dan mujahidin fii sabiilillaah dengan harta dan jiwa raga mereka, Alloh lebih mengutamakan derajat mujahidin diatas qoo’uduun …” Surat An-Nisa’.
Maka apakah masih ada yang lebih jelas dari pada ayat ini.?
أجعلتم سقاية الحاج وعِمارة المسجد الحرام كمن آمن بالله واليوم الآخِر وجاهَدَ في سبيل الله لا يَستوون عند الله …
“Apakah kalian menjadikan memberi air minu orang haji dan memakmurkan masjidil harom itu sebagaimana orang yang beriman kepada Alloh dan hari akhir dan berjihad fii sabiilillaah, mereka itu tidaklah sama di sisi Alloh …” Surat At-Taubah.
Maka apakah amalanmu dinegerimu itu menyamai amalan mememberi air minum orang haji dan ..?! lalu kalau begitu bagaimana bisa menyamai perang ?
السنة:
ـ في صحيح مسلم 1878: (يا رسول الله: ما يَعدل الجهادَ في سبيل الله؟ قال : لا تستطيعوه! فأعادوا عليه مرتين أو ثلاثاً، كل ذلك يقول: لا تستطيعونه، ثم قال: مَثَل المجاهد في سبيل الله كمثل الصائم القائم القانت بآيات الله، لا يَفْتُر من صلاة ولا صيام حتى يرجع المجاهد في سبيل الله).[الرواية هكذا: "لا تستطيعوه" وهي لغة]
Dari As-Sunnah:

Dalam Shohih Muslim 1878: (Para sahabat yang bertanya,”Wahai Rosululloh tunjukkan padaku sebuah amalan yang bisa menyamai jihad fii sabiilillaah !!”. Beliau menjawab,”Kalian tidak akan bisa melaksanakannya.” Maka mereka mengulanginya dua atau tiga kali, dan setiap kali belia ditanya beliau menjawab: “Kalian tidak akan bisa melaksanakannya.” Kemudian beliau bersabda:
مَثَل المجاهد في سبيل الله كمثل الصائم القائم القانت بآيات الله، لا يَفْتُر من صلاة ولا صيام حتى يرجع المجاهد في سبيل الله
“Permisalan seorang mujahid adalah sebagai mana orang yang shoum, sholat dan membaca ayat-ayat Alloh dengan khusyu’, ia tidak berhenti dari sholat dan shumnya sampai mujahid itu pulang.” Riwayatnya berbunyi begini: “Kalian tidak akan mampu melaksanakannya” dan ini adalah secara bahasa.
إن مَثَل المجاهد في سبيل الله ـ والله أعلم بمن يجاهد في سبيله ـ كمَثَل القائم الصائم الخاشع الراكع الساجد
“Sesungguhnya permisalan mujahid fii sabiilillah itu --- dan Alloh Maha Mengetahui dengan orang yang berjihad di jalanNya --- seperti orang yang shoum, shlolat dengan khusyu’, ruku’ dan sujud.” An-Nasaa’iy dan ini adalah hadits shohih.
ـ (إن مَثَل المجاهد في سبيل الله ـ والله أعلم بمن يجاهد في سبيله ـ كمَثَل القائم الصائم الخاشع الراكع الساجد) النَّسائي وهو صحيح، فهل تَجْرؤ أن تقولها عن نفسك يا مَن جلسْتَ في بلدك وزعمت أنك مجاهد؟! إذاً فكيف تقول عن عملك هاهنا: إنه إعداد خير من الإعداد للقتال بالسلاح…؟!

Sesungguhnya permisalan mujahid fi sabilillah –dan Allah Maha Tahu siapa yang berjihad di jalan-Nya- bagaikan seorang yang berdiri (sholat), puasa, penuh khusyu’, ruku’ dan sujud (HR Nasai, shahih)
Apakah kalian berani mengatakan amalan tersebut pada dirimu wahai kamu yang duduk di negerimu dan mengaku sebagai mujahid?!. Jadi bagaimana kamu mengatakan tentang amalmu di sini bahwa amalmu tersebut merupakan bentuk I’dad yang lebih baik daripada I’dad perang dengan senjata?!
Pada Shahih bukhari “ Wahai Rasulullah tunjukkan kepadaku amal yang menandingi jihad beliau berkta : Saya tidak mendapatinya kemudian beliau berkata : Apakah kamu mampu jika seorang mujahid keluar kamu masuk mesjidmu lalu berdiri shalat tanpa berhenti sekaligus puasa tanpa berbuka ? orang itu berkata : Siapa yang dapat melakukan itu?
Mereka adalah para shahabat namun toh tidak mampu melakukan suatu amalan yang dapat menandingi jihad padahal mereka mempunyai semangat beramal yang tinggi dan keutamaan sebagai shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lantas bagaimana dengan kita?
Dalam riwayat Tirmidzi, Nasa’I serta hakim dan Hadits tersebut Hasan “ Maukah kalian kuberitahukan manusia terbaik kedudukannya? Kami menjawab : Mau Yaa Rasulullah, Beliau bersabda yaitu Seorang laki laki yang memegang kepala kudanya di jalan Allah hingga meninggal atau terbunuh……” Beliau tidak mengatakan: yang memegang kepala pena untuk mengarang, atau membantah syubhat syubhat serta untuk menjawab soal soal dalam ujian. Padahal ini adalah pada saat jihad FARDHU KIFAYAH lantas bagaimana pada saat FARDHU “AIN ?
Rasulullah ditanya : “Amal apa yang paling utama? Beliau menjawab : Iman kepada Allah dan RasulNya lalu ditanya lagi : Kemudian apa? Beliau bersabda : Jihad di jalan Allah” Bukhari 26 Muslim 93
Manusia Apa yang paling utama? Beliau bersabda : “ Seorang laki laki yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya” Muttafaqun ‘alaihi
Beliau ditanya : “ orang mukmin bagaimana yang paling sempurna imannya. Beliau bersabda : “yang berjihad dengan jiwa dan hartanya dan seseorang laki laki …” muttafaqun’alaihi
Pada Bukhari, Aisyah Radhiallahu ‘anha bertanya : Yaa Rasulullah kami memandang jihad sebagai amalan paling utama, tidakkah kami berjihad? …
Pada Bukhari dan Muslim “ Seorang laki laki mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam seraya bertanya : “Manusia apa yang paling utama? Beliau bersabda :”Mukmin yang berjihad dengan jiwa dan hartanya diujalan Allah, Orang itu bertanya kemudian siapa? …
Pada Tirmidzi, Hakim dan Baihaqy bahwa beberapa orang Shahabat Rasulullah Shllallahu ‘alaihi wa Sallam duduk seraya berkata : “ Seandainya kita mengetahui amal apa yang paling Allah cintai mestilah kita lakukan maka Allah Azza wa Jallaa menurunkan ayat :
“Sesungguhnya Allah mencintai orang – orang yang berperang di jalanNya dengan berbaris bagaikan bangunan yang kokoh (QS Shaff). Hadits ini Shahih
Ketika beberapa orang berselisih tentang amalan apa yang paling utama : memberi minum orang Haji atau memakmurkan masjidil haram ataukah jihad dijalan Allah, Maka turunlah firman Allah ta’ala :
Apakah memberi minum orang haji dan memakmurkan masjidil haram itu kalian jadikan sama dengan oraang yang beriman kepada Allah dan hari akhir serta berjihad di jalan Allah. Mereka tidaklah sama di sisi Allah dan Allah tidak menunjuki kaum yang dhalim (QS at taubah : 21) ” diriwayatkan oleh Muslim no 1879. Apakah amalmu di sini menandingi amal memakmurkan masjidil haram ?
Ketika Seorang laki laki datang di Shaf shalat seraya berdoa : “Yaa Allah berikanlah kepadaku seutama utama karunai yang engakau berikan kepada hamba hambamu yang shaleh” maka Nabi bertanya siapakah yang berbicara tadi? . . . kalau begitu kudamu akan dilukai dan kamu akan terbunuh sebagai syahid di jalan Allah . . . Riwayat Bazzar dan rijal(sanad)nya tsiqoh. Nabi tidak bersabda: “ Jadi engkau akan meraih rangking pertama atau engkau akan dibolehkan menulis suatu makalah di Koran pemerintah !
Bukankan Rasul kita bersabda : “ Berdirinya seseorang di barisan untuk berperang lebih baik dari pada berdiri (sholat) selama 60 tahun”. HR Ahmad, tirmidzi, Hakim dan Hadits Shahih. Apakah engkau memandang bahwa keberadaanmu disini di negerimu untuk study materi ujian itu lebih baik dari pada berdiri shalat selama 60 tahun? Dalam riwayat Hakim disebutkan: “ibadah” gantinya” berdiri”, hadits tersebut shahih
Ketika seorang shahabat meminta pendapat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menetap disuatu tempat untuk beribadah kepada Allah dan menyingkir dari manusia maka beliau Asshoodiqul Masduq menyarankannya:”jangan kau lakukan. Sungguh berdirinya seorang kalian dijalan Allah lebih utama dari shalatnya di rumahnya selama 70 tahun. . . Riwayat Tirmidzi dan Hakim. Hadits hasan.
“ Demi yang jiwa Muhammad berada ditanganNya, Tidaklah wajah pucat, tidak pula kaki berdebu karena amalan yang dilakukan untuk mencari derajat akhirat setelah shalat fardhu sebagaimana halnya jihad di jalan Allah. Tidak pula berat timbangan seorang hamba sebagaimana halnya hewan yang diinfaqkan dijalan Allah atau yang dijadikan tunggangan(angkutan) di jalan Allah”. Hadits Hasan Riwayat Ahmad. Lantas bagaimana halnya sedang jihad pada hari ini adalah fardu ‘ain menurut kesepakatan para fuqaha?
“ Seandainya engkau infaqkan seluruh apa yang ada dibumi niscaya engkau tidak akan dapat mencapai pahala Ghodwah (berangkat pagi pagi untuk berperang) mereka! Diriwayatkan oleh Ahmad. Hadits ini Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lontarkan kepada seorang shahabat lantaran ketinggalan berangkat dari Regu Patroli (Sariyah) demi menghadiri khotbah Jum’at Rasul Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam. Shahabat tersebut berkata: saya sengaja ketinggalan supaya dapat shalat Jum’at bersama Rasul Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam kemudian saya akan menyusul mereka”. Dalam riwayat Ahmad juga, Shahabat tersebut berkata: “ Saya sengaja ketinggalan supaya dapat shalat bersama Rasul Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam kemudian menyalami Beliau dan mengucapkan perpisahan kepada Beliau sehingga Beliau mendoakan saya dengan do’a yang akan menjadi keutamaan di hari kiamat . . .” Maka Beliau Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda kepadanya :” Tahukah kamu berapa pahala yang lebih dahulu diperoleh rekan rekanmu? . . . “Demi yang jiwaku berada ditanganNya Sungguh mereka telah lebih dulu mendahuluimu dalam keutamaan sejauh antara ujung Barat dan Ujung Timur !!! Rijal (sanad)nya Tsiqoh hanya seorang saja yang diperselisihkan. Sedang ia menurut Ibnul Mubarak termasuk Mursal Hasan
Apakah kalian hendak meninggalkan amal kalian demi untuk melihat Rasul kalian – jika beliau Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam hidup di tengah kita – ataukah tidak? Jika jawabannya : Ya, berarti amal kalian di sini di bawah tingkatan PERANG sebab berangkat keluar bersama regu patroli (sariyah) itu lebih penting dari pada sekedar melihat Rasul Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam. Bahkan kalian ini – sebagaimana yang tampak – seandainya ada kontrak kerja yang menggiurkan disebuah Negara teluk pastilah akan kalian tinggalkan I’dad kalian yang SEMU itu dan pandangan kalian akan tertuju pada harta. Lantas dimana JIHAD yang kalian ANGGAP itu ?!!!!
Bunyi hadits yang Sharih (gamblang) : “Maukah kamu ku (Rasul) beritahukan pokok seluruh urusan, tiangnya dan puncak tertingginya? . . . Beliau bersabda : “ Pokok urusan adalah Islam , Tiangnya adalah Shalat dan Puncak tertingginya adalah JIHAD” . Hadits hasan Shahih.Maksud jihad di sini apakah maknanya PERANG ataukah jihad dengan membagi bagi kaset, mengikuti berita terakhir, menanti nanti ceramah dan makalah? Dan Punuk sesuatu ada yang paling tinggi lantas bagaimana anda menganggap bahwa sesuatu selain jihad itu sebagai puncak sekarang ini?!! Dalam sebuah hadits yang lafalnya lemah pada Thabrani: “Puncak tertinggi Islam adalah Jihad tidak dicapai melainkan mereka yang paling utama”
“Orang yang gugur ada tiga yaitu : Seorang laki laki mukmin yang berjihad dengan jiwa dan hartanya di jalan Allah hingga ketika ia menjumpai musuh ia perangi mereka hingga terbunuh maka itulah syahid yang Mumtahan berada di jannah Allah di bawah Arsy, tidaklah para Nabi mengunggulinya melainkan dengan derajat kenabian saja. Dan (kedua) Seorang yang mengkhawatirkan dirinya dari dosa dan kesalahan dia berjihad dengan jiwa dan hartanya di Jalan Allah hingga saat menjumpai musuh ia perangi hingga terbunuh. Syahidnya Mumashmishah menggugurkan dosa dosa dan kesalahannya. Sesungguhnya pedang itu penghapus dosa. Ia dimasukkan dari pintu pintu jannah manasaja yang ia suka. Sesungguhnya Jannah itu mempunyai 8 pintu sedangkan Jahannam mempunyai 7 pintu. Satu pintu lebih utama dari pada sebagian yang lain. Dan . . . “ Riwayat Ahmad dengan sanad Jayyid. Mumtahan maksudnya adalah benar benar lapang dada sedang Mumashmishah maksudnya yang menghapuskan.
Apakah engkau berani mendakwakan bahwa amalmu dapat menghapuskan dosa??!! Lantas bagaimana anda berani lancang menegaskan bahwa amalmu disini yang berupa study atau niaga . . . itu lebih afdhal daripada perang dengan senjata?
Cukuplah bagimu bahwa pahala mujahid disana itu dilipatgandakan sampai dalam hal tertawanya dan perbuatan-perbuatannya yang mubah. Bahkan tidurnya mujahid itu lebih utama daripada shalat malamnya orang yang selain Mujahid dan puasanya disiang hari. Dan orang yang berbuka tidak puasa dijalan Allah itu seperti orang yang berpuasa diluar kondisi jihad. Demikianlah yang dikatakan oleh Abu Hurairah sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Mubarak dalam kitabul Jihad Juz I/95.
Dalam Hadits :” Perang itu ada dua macam; adapun orang yang (berjihad) mencari wajah Allah, mentaati komandan, membelanjakan harta berharga, mempermudah terhadap kawan dan menjauhi kerusakan maka tidur dan terjaganya berpahala semuanya. . . . Riwayat Abu Daud dan Nasa’I. Hadits Shahih. Lantas apakah tidur dan terjagamu disini berpahala semua??!! Apakah anda dapat menyatakannya kepada Mahasiswa Ekonomi atau Pertanian atau . . . Kenapa kalian ini?? Bagaimana kalian berpikir ???

Selasa, 25 Agustus 2009

Wawancara Stasiun TV Al Jazeera Dengan Syaikh Usamah bin Ladin hafizohulloh Pada Tahun 1998 M.

Berikut teks wawancara Jamal Ismail, mantan koresponden Al Jazeera bersama Syaikh Usamah bin Ladin:

Jamaluddiin berkata: Di suatu tempat di gunung yang berada di wilayah Hilmandu selatan di Afghonistan, kami menyambut tamu kami Syaikh Usamah bin Muhammad bin Ladin.

Pertanyaan: Pertama dan kami mulai dengan menanyakan siapakah Syaikh Usamah bin Ladin, dan apa yang beliau inginkan?

Syaikh Usamah: Segala puji bagi Alloh, nama saya adalah Usamah bin Muhammad bin ‘Awadh bin Ladin, Alloh memberi anugerah saya dengan dilahirkannya saya oleh kedua orang tua yang muslim di Jazirah Arab di daerah Riyadh, tepatnya di daerah desa Al Mulz pada tahun 1377 H, kemudian Alloh memberi anugerah kepada kami pula dengan perginya kami ke kota Madinah setelah enam bulan dari kelahiran saya. Setelah itu, selanjutnya saya habiskan umur saya di Hijaz, antara Makkah, Madinah dan Jeddah. Bapakku adalah Syaikh Muhammad bin ‘Awadh bin Ladin berkelahiran Hadhromaut, beliau merantu ke Hijaz untuk bekerja sejak lebih dari tujuh puluh tahun. Kemudian Alloh memberikan kepadanya sebuah kemulian yang tidak diberikan kepada konstruktor-konstruktor yang lainnya, yaitu dengan membangun Masjidil Harom yang di dalamnya terdapat Ka’bah Al Musyarofah. Kemudian melakukan pembangunan Masjid Nabawi di Madinah Al Munawwaroh. Kemudian ketika dia tahu bahwa pemerintah Yordania melakukan penawaran (tender) untuk merenovasi Qubatus Shokhroh. Maka beliau mengumpulkan para Insinyur dan meminta agar mereka mengecilkan biaya tanpa mengambil keuntungan, maka mereka menjawab: Kami dapat memberikan keuntungan dengan biaya renovasi. Maka beliaupun mengecilkan biaya sampai pembuat tender menawarkan kepadanya, sehingga beliau memenangkan tender. Dan di antara karunia Alloh yang dianugerahkan kepada beliau adalah, kadang-kadang beliau dapat melaksanakan sholat di tiga masjid tersebut dalam satu hari. Juga tidak diragukan lagi bahwa beliu adalah salah satu dari orang-orang yang membangun infrastruktur Kerajaan Saudi Arabia. Kemudian, setelah itu saya belajar di Hijaz dan saya belajar perekonomian di Universitas Jeddah atau yang disebut dengan Jami’ah Al Malik Abdul Aziz. Dan dalam waktu yang masih dini saya sudah bekerjasama di perusahaan ayahku dalam pembangunan jalan, meskipun ayahku telah meninggal dunia ketika aku masih berumur sepuluh tahun. Inilah sekilas tentang riwayat hidup Usamah bin Ladin.
Adapun apa yang diinginkan oleh Usamah? Yang kami inginkan dan yang kami tuntut adalah merupakan hak semua makhluk hidup, kami menuntut supaya negeri kami bebas dari penjajahan musuh dan supaya negeri kami bebas dari penjajahan Amerika. Semua makhluk hidup ini telah Alloh beri fitroh kepribadian (tabiat) sehingga tidak mau ada orang lain yang mencampurinya. Coba perhatikan kepada binatang jinak, semoga kalian dimuliakan oleh Alloh, seandainya ada seorang tentara masuk ke kandang ayam dengan membawa senjata hendak merusak sarangnya, pasti ayam tersebut akan melawannya, meskipun ia hanya seekor ayam. Maka, sebenarnya yang kami tuntut adalah hak bagi seluruh makhluk hidup, apalagi jika makhluk hidup tersebut adalah manusia, apalagi manusia tersebut adalah kaum muslimin. Kaum muslimin telah dijajah negeri mereka, terutama tanah suci mereka. Masjid Al Aqsho yang merupakan kiblat Nabi SAW yang pertama, kemudian penjajahan persekutuan Kaum Yahudi dengan Salibis yang dipimpin oleh Amerika terus berlanjut sampai akhirnya mereka dapat merampas , yang negeri kaum muslimin telah diserang oleh musuh khususnya terhadap kota-kota suci, Masjidil Aqsho yang disana terdapat qiblat Nabi SAW yang pertama, kemudian sekutu Yahudi Zionis terus berlanjut permusuhannya yang dipimpin oleh Amerika dan Israel sampai mereka telah merampas negeri Haromain wa laa haula wa laa quwwata illa billah. Maka, kami berusaha untuk menghasung umat supaya mereka bangkit untuk membebaskan negeri mereka, dan supaya berjihad fii sabiilillah agar dapat berhukum dengan hukum syar’iy dan supaya kalimat Alloh menjadi tinggi.

Pertanyaan: Akhir-akhir ini terjadi serangan koalisi Amerika - Inggris terhadap Irak. Pertanyaannya, pertama: Apa penilaian anda terhadap serangan seperti ini? Kedua: Reaksi yang dilakukan oleh umat Islam dan bangsa Arab, disebut-sebut belum sebanding dengan serangan tersebut atau sebanding dengan reaksi yang muncul dari rakyat Irak dalam menangkis serangan ini, apa sikap anda dalam hal ini??

Syaikh Usamah: Segala puji bagi Alloh. Seragan terakhir yang dilancarkan beberapa hari yang lalu terhadap Irak, yang dipimpin oleh Amerika dan Inggris, mempertegas beberapa pesan yang berbahaya dan penting. Kami di sini, tidak akan membicarakan tentang kerugian materi dan korban jiwa, serta ikhwan-ikhwan kami kaum muslimin dari rakyat Irak yang terbunuh. Akan tetapi kami hanya membicarakan tentang dalih-dalih akan serangan ini. Amerika telah menuduh Irak menggunakan gas beracun (geosida) terhadap bangsa Kurdi. Amerika juga menuduh Irak telah menggunakan senjata pemusnah massal di dalam melawan Iran, akan tetapi yang menarik perhatian, yang harus dipahami oleh manusia adalah, bahwa Amerika pada periode itu tidak pernah membicarakan alasan-alasan ia gembar-gemborkan sekarang ini. Bahkan Amerika mendukung dan membantunya melalui antek-antek dan boneka mereka di Kawasan Timur Tengah. Akan tetapi ketika Irak menjadi sebuah kekuatan yang diperhitungkan di wilayah Timur Tengah, dan menjadi negara arab yang paling kuat di wilayah Timur Tengah, yang dapat mengancam keamanan Yahudi dan Israel penjajah tempat isro’nya Nabi kita SAW. Dari sinilah, permasalahan ini tersingkap, dan Amerika mengaku memintai pertanggungjawaban dan mengatakan: “Benar, memang Israel memiliki senjata pemusnah massal dan senjata yang menghancurkan, akan tetapi Israel tidak menggunakannya, sedangkan Irak menggunakannya!" Perkataan ini tertolak. Sebenarnya Amerika lah yang memiliki senjata ini, dan dialah yang menyerang bangsa-bangsa yang berada di ujung timur, Nagasaki dan Hirosima, setelah Jepang menyerah dan setelah perang dunia mulai berhenti, namun demikian Amerika tetap menyerang bangsa tersebut secara keseluruhan tanpa terkecuali, baik anak-anak, wanita, orang tua dan orang-orang dewasa. Sebuah kenyataan yang harus kita sadari di sini adalah, sesungguhnya serangan apapun yang dilancarkan terhadap negara Islam manapun di dunia pada hari ini, sesungguhnya actor penyerangan yang sebenarnya adalah Israel. Akan tetapi karena Israel khawatir manusia akan sadar dan akan tunmbuh gerakan rakyat yang besar, yang dapat menjatuhkan pemerintah boneka yang berkolusi hanya untuk mendapatkan kedudukan jabatan daripada membela agama dan kaum muslimin. Sedangkan perasaan rakyat telah diputus sebatas Amerika saja. Sehingga Yahudi dapat mengarahkan orang-orang Nasrani di Amerika dan Inggris untuk melaksanakan tugas dalam penyerangan terhadap Irak. Dan Amerika mengaku bahwa mengadili dan memintai pertanggungjawaban kepada Israel. Padahal yang benar adalah bahwa Penguasa Israel, atau Penguasa Yahudi lah yang mengendalikan kekuasaan di dalam Gedung Putih, sebagai mana yang telah sangat dipahami secara jelas oleh para penguasa. Menteri Pertahanannya orang Yahudi, Menteri Luar Negeri Amerika orang Yahudi, para penanggung jawab CIA dan pasukan garda nasional, para petingginya adalah orang-orang Yahudi. Sesungguhnya mereka menggiring orang-orang Nashrani untuk memecah sayap dunia Islam, sedangkan yang menjadi target yang sebenarnya bukanlah Saddam Husain, akan tetapi yang menjadi target adalah kekuatan yang tumbuh di dunia Islam dan Arab, sama saja apakah dengan cara menyerang rakyat Irak, atau sebagaimana yang telah mereka lakukan sebelumnya dengan mengembargo Libya, atau ketika mereka menyerang pabrik obat Asy Syifa' di Sudan. Masalah lain yang menjadi pesan dari kejadian yang jelas ini, adalah menegaskan dengan jelas dan terang bahwa selayaknya bagi kaum muslimin, kemudian bagi setiap orang yang berakal, untuk tidak pergi kepada PBB. Adapun bagi kaum muslimin, memang secara syar’i mereka tidak diperbolehkan untuk berhukum kepada sistem kafir buatan manusia ini, sedangkan kepada orang-orang yang memiliki akal di luar orang Islam, kami katakan kepada mereka, janganlah mereka pergi kepada PBB. Cobalah lihat kepada Korea Utara, apakah ada orang berakal walaupun dia kafir, pergi kepada hakim yang berada di dalam lembaga PBB ini? Jika kita yang bersalah niscaya dia menyerang kita dengan serangan yang sangat dahsyat dan menyakitkan yang secara dusta dan bohong ia berdalih dengan apa disebut sebagai undang-undang internasional. Dan jika kita berada di pihak yang benar, maka Amerika menggunakan hak Veto. Maka, tidak akan ada seorang berakalpun yang pergi ke sana walaupun dia seorang yang kafir. Sedangkan orang-orang yang banyak membicarakan tentang PBB dan ketetapan-ketetapan PBB, mungkin mereka tidak memahami agama mereka atau mereka ingin menggembosi semangat umat atau ingin menipu umat dengan menggantungkan angan-angan mereka kepada fatamorgana dan angan-angan. Wa laa haula wa laa quwwata illa billah.

Pertanyaan: Serangan yang dilancarkan oleh Amerika dan Inggris terhadap Irak ini, apakah menurut anda akan membangkitkan rasa kebangsaan dan memperkuat kelompok-kelompok yang memusuhi Amerika? Ataukah justru akan menteror dan menundukkan mereka, serta menjadikan mereka takut untuk melakukan segala bentuk aksi militer dan yang lainnya terhadap Amerikan dan kepentingan-kepentingannya?

Usamah: Segala puji bagi Alloh. Berdasarkan apa yang telah kita bicarakan sebelumnya dan pertanyaan ini, adalah sudah tiba saatnya bagi umat Islam untuk memahami setelah terjadi serangan-serangan ini, bahwa sesungguhnya negara-negara yang berada di kawasan Timur Tengah adalah negara-negara yang tidak memiliki kekuasaan. Musuh kita telah berjalan-jalan dengan tenang dan sombong di tanah kita, di bumi kita dan di udara kita. Mereka melakukan serangan tanpa meminta izin kepada siapapun, terutama pada saat sekarang ini. Namun Amerika dan Inggris tidak dapat merekrut seorangpun dalam konspirasi yang telah tersingkap dan terbuka kedoknya ini. Sedangkan mereka juga tidak mempunyai kekuatan. Pemerintahan yang ada ini hanyalah konspirasi persengkokolan, dan tidak memiliki kemampuan untuk melawan penjajahan yang dilakukan secara terang-terangan ini. Maka seharusnya bagi kaum muslimin, terutama bagi Ahlul halli wal aqdi, para pemikir dari kalangan ulama’ yang tulus, saudagar yang mukhlis dan para pemuka-pemuka suku untuk berhijrah di jalan Alloh dan mencari tempat untuk meninggikan bendera jihad, serta mempersiapkan umat untuk menjaga agama dan dunia mereka, jika ini tidak dilaksanakan niscaya akan hilanglah segala sesuatu yang mereka miliki. Jika mereka tidak mengambil pelajaran dari apa yang menimpa saudara-saudara kita di Palestina, setelah rakyat Palestina terkenal tekun dan bercocok tanam yang mereka hasilkan, jeruk nipisnya, dan penghasil sabun dan kain tenun, bangsa tersebut yang merupakan saudara-saudara kita, kini menjadi bangsa yang terusir dan terbuang di setiap tempat. Dan terakhir mereka menjadi buruh bagi Yahudi penjajah, siapa-siapa yang mereka inginkan mereka masukkan dan siapa-siapa yang tidak mereka inginkan mereka phk dengan sedikit pesangon. Ini adalah masalah yang sangat mengkhawatirkan. Jika sampai sekarang kita belum bergerak padahal mereka telah menjajah Al Baitul 'Atiiq (ka'bah), yang merupakan qiblatnya 12 milyar kaum muslimin, lalu kapan kita akan bergerak?! Ini adalah suatu permasalahan yang sangat mengeherankan yang harus harus kita perjuangkan. Sedangkan orang yang mengira bahwa serangan ini hanya membikin marah Harokah Islamiyah (gerakan-gerakan Islam), maka ia adalah orang yang bingung. Kita sebagai orang Islam meyakini bahwa ajal itu sudah ditentukan dan ditentukan, tidak dapat di majukan dan tidak dapat diundur sejak kita berada di perut ibu kita. Sedangkan rezeki itu ada di tangan alloh swt. Dan jiwa-jiwa ini alloh lah yang menciptakan, dan harta ini rizki yang alloh berikan kemudian dia membelinya dengan jannah, lalu kenapa manusia menunda-nunda untuk menolong agamanya?!.

Pertanyaan: Setalah serangan Amerika dan Inggris apakah anda memprediksikan akan ada serangan yang serupa terhadap Afghanistan, terutama bahwa menteri pertahanan Amerika William Cohen memberikan pernyataan setelah terjadi serangan terhadap Afghanistan pada musim panas tahun lalu bahwa serangan ini bukan akhir dari perjalanan di dalam apa yang mereka sebut sebagai perang melawan terorisme, dan bahwa Washington telah melancarkan serangan dengan rudal yang modern terhadap Afghonistan untuk melindunginya dari kelompok-kelompok yang dituduh sebagai teroris oleh pemerintah Amerika?

Usamah: Jika kita mengetahui akar permasalahannya, dan bahwa sesungguhnya serangan kaum Salib dan kaum Yahudi terhadap Islam itu terus berkesinambungan, maka sudah sangat wajar jika kami memprediksi akan adanya serangan-serangan lain terhadap setiap orang yang ingin mengibarkan bendera Islam. Karena sesungguhnya Amerika dan Yahudi memang senantiasa berusaha untuk menyerang Islam, walaupun di beberapa negara Islam yang mengibarkan bendera ini terjadi kelemahan dan kekurangan di dalam menerapkan syareat Islam. Akan tetapi hanya karena adanya keinginan untuk berusaha menerapkan syareat Islam, ini untuk dijadikan alasan penyerangan dan pengeboman. Apalah yang dilakukan oleh Sudan? sehingga pabrik obat-obatan terbesarnya harus dibom? Dan anda sendiri sangat tahu bahwa pabrik itu memproduksi obat malaria dalam jumlah yang besar. Sedangkan malaria adalah suatu penyakit yang banyak tersebar di Sudan dan memakan korban puluhan ribu dalam setiap tahunnya. Tidak ada yang dilakukan oleh Sudan selain karena Sudan telah mengumumkan bahwa dia ingin menerapkan syareat Islam dan itupun belum terlaksana, namun demikian ia tetap saja dibom. Sedangkan Tholiban, atas karunia Alloh, Alloh memberi petunjuk mereka kepada kebenaran, dan mereka telah menyelamatkan jihad umat yang hampir-hampir dimusnahkan oleh Amerika dengan didirikannya pemerintahan yang luas dan terbentang, yang dilakukan oleh Amerika dengan cara memberikan dukungan kepada pemetintahan Najibulloh dan yang lainnya. Maka kami memprediksikan bahwa komunitas manapun yang membela Islam pasti akan diserang. Oleh karena itu, kami memprediksikan Tholiban pasti akan diserang, namun kemungkinan serangan ini akan lebih dipercepat jika presiden Amerika Bill Clinton terjerumus ke dalam tindak kejahatan asusila yang lainnya, mungkin serangan tersebut akan lebih dipercepat, sehingga dunia Islam, negara kaum muslimin dan umat Islam itu ibarat sebuah sarung yang digunakan untuk menutupi aurot orang-orang jahat dan borok-borok semacam ini.

Pertanyaan: Setelah terjadinya penyerangan Amerika yang pertama terhadap Afghanistan pada musim panas tahun lalu, disiarkan oleh kantor-kantor berita, atau disebutkan dalam pernyataan-pernyataan anda atau para pendukung anda bahwa anda akan membalas serangan ini namun hingga kini belum ada satupun balasan dari anda dan kami tidak mendengar ada satupun balasan. Lalu, kira-kira kami akan mendengar tidakan balasan yang riil terhadap serangan Amerika yang terjadi baru-baru ini terhadap Afghanistan, dan apa kira-kira bentuk balasan tersebut?

Usamah: Kewajiban yang kami harus tegakkan adalah menghasung umat untuk berjihad di jalan Alloh, untuk melawan Amerika dan melawan Israel serta melawan musuh-musuh Alloh SWT. Dan kami masih melakukan program ini yaitu menghasung umat. Dan apa yang terjadi atas Alloh SWT, berupa munculnya gerakan rakyat pada bulan-bulan terakhir ini, merupakan langkah yang tepat untuk mengusir Amerika dari negeri kaum muslimin. Sedangkan kami, karena melihat kondisi disekeliling kami, dan ketidak mampuan kami untuk bergerak di luar Afghanistan untuk melancarkan aksi-aksi kami yang memungkinkan untuk dilaksanakan. Akan tetapi, atas karunia Alloh kami bersama ikhwan-ikhwan kami dalam jumlah yang banyak telah membentuk front Islam internasional untuk berjihad melawan kaum Yahudi dan kaum Salibis. Dan kami yakin, bahwa kondisi sebagian mereka terus semakin membaik, dan mereka memiliki pergerakan yang luas. Kami berharap semoga Alloh membukakan kemenangan bagi mereka pada masa yang akan datang di dalam membela Islam, dan dapat melakukan pembalasan terhadap Yahudi, Nasrani dan Amerika.

Pertanyaan: Front Islam Internasional telah dibentuk kurang lebih enam bulan atau delapan bulan, dan hingga sekarang kami belum pernah mendengar suara apapun tanpa ada keterangan yang kalian singgung atau ada pertemuan pers yang kalian adakan di kota Khost pada musim panas tahun lalu. Apakah Front ini termasuk yang dibekukan pada saat ini?

Usamah: Front ini tidak dibekukan atau diberhentikan. Dan anggotanya berasal dari berbagai macam bangsa yang sangat beragam, mereka juga memiliki kegiatan yang sangat luas sekali di dalam harokah, dan mereka tidak mesti harus mengumumkan segala aksi telah mereka laksanakan. Selain itu kita ketahui bahwa bulan-bulan ini bukan merupakan bulan-bulan besar di dalam usaha mebangkitan umat dan dalam melakukan perlawanan terhadap musuh terbesar di dunia ini.

Pertanyaan: Amerika Serikat mengingatkan rakyatnya yang berada di negara-negara teluk, dan di kawasan Timur Tengah secara umum terhadap aksi-aksi yang akan anda lakukan bersama para pendukung anda, khususnya pada bulan Romadhon sekarang ini. Pertanyaan pertama, sejauhmana kebenaran peringatan ini terhadap rakyat Amerika apakah target serangan anda adalah rakyat Amerika secara umum atau khusus pasukan Amerika yang terdapat di wilayah teluk dan di beberapa negara Islam yang lainnya di wilayah Timur Tengah?

Usamah: Saya mendengar kabar ini beberapa hari yang lalu dari siaran berita. Dan ini adalah sebuah berita gembira akan adanya kebangkitan umat ini, atas karunia Alloh SWT. Akan tetapi sejauh mana kebenaran dari ancaman ini, jika saya mengetahui siapa yang mengancamnya pasti saya bisa menjawabnya, akan tetapi hingga sekarang saya belum mengetahui siapakah orang yang akan melaksanakan usaha yang penuh berkah ini. Akan tetapi kami memohon kepada Alloh SWT agar memberikan bimbingan dan memberikan kemenangan kepada mereka, dan mengizinkan untuk dapat membunuh Amerika dan yang lainnya.
Akan tetapi tentang fatwa sebelumnya, kami memiliki klasifikasi tersendiri yang berbeda dengan klasifikasi yang dibuat-buat oleh orang-orang kafir, meskipun mereka selalu membuat-buat ketetapan yang mereka langgar sendiri (klasifikasi antara warga sipil dan militer-pent.). Kami membedakan antara laki-laki dewasa, wanita, anak-anak dan orang tua. Orang laki-laki dewasa, menurut kami adalah muqotil (orang yang berperang) baik dia membawa senjata atau memberikan bantuan dalam memerangi kami dengan membayar pajak dan mengumpulkan informasi, orang semacam ini adalah muqotil (orang yang ikut berperang). Adapun yang disebarluaskan dalam berita bahwa Usamah mengancam akan membunuh orang-orang sipil, lalu sebenarnya mereka membunuh siapa? Di Palestina mereka membunuh anak-anak dan bukan hanya orang-orang sipil saja. Karena Amerika telah memonopoli dari sisi media massa, dan telah menguasai kekuatan media massa yang besar, yang mewakili di berbagai macam kesempatan yang sesuai dengan kondisinya. Maka target itu sesuai yang telah Alloh mudahkan bagi kaum muslimin yaitu setiap orang Amerika adalah musuh baik dia termasuk orang-orang yang memeragi secara lansung maupun orang-orang yang membayar pajak, dan mungkin anda telah mendengar pada hari ini bahwa orang-orang yang mendukung Clinton di dalam menyerang Irak kurang lebih tiga perempat dari rakyat Amerika! Rakyat Amerika tersebut semakin maningkatkan dukungannya ketika presidennya membunuh orang-orang yang tidak berdosa. Mereka, ketika presiden mereka mengaku telah melakukan kekejian dan dosa besar, justru rasa kebangsaannya semakin kuat. Mereka adalah bangsa hina yang tidak mengenal nilai moral sama sekali.

Pertanyaan: Gedung Pentagon telah menerbitkan pernyataan tentang kesehatan anda, dan Pentagon menyebutkan bahwa pernyataan ini bersumber dari pihak Pakistan dan pihak intelejen yang memberikan informasi bahwa anda menderita penyakit yang kronis, dan bahwasanya umur anda tidak akan lebih dari lima atau enam bulan lagi, menurut pernyataan tersebut. Pertanyaan pertama, sejauhmana kebenaran dari pernyataan ini? Kedua: apa tujuan dari mempublikasikan pernyataan ini pada saat ini dan setelah dikeluarkannya memperingatkan untuk rakyat Amerika akan adanya kemungkinan aksi-aksi yang akan anda lakukan bersama pendukung-pendukung anda??

Usamah: Berkenaan dengan kesehatan saya, Al hamdulillah, kami selalu bersyukur kepada Alloh, dan saya sedang menikmati kesehatan saya dengan baik sekali, atas karunia Alloh SWT. Dan sebagaimana yang anda lihat kami di sini berada di gunung-gunung, ketika musim dingin kami merasakan hawa dingin yang sangat dan ketika musim panas kami merasakan panasnya cuaca di kawasan ini. Dan atas karunia Alloh, saya masih dapat selalu menyalurkan hobiku yang mulia yaitu menunggang kuda, dan hingga kini, atas karunia Alloh, saya masih dapat menunggang kuda sejauh tujuh puluh kilo meter tanpa berhenti, atas karunia Alloh SWT. Maka, isu-isu ini sangatlah tendensius, kemungkinan salah satu tujuannya adalah untuk mengndurkan semangat kaum muslimin yang simpati kepada kami. Kemungkinan diantara tujuan lainnya adalah untuk meredakan ketakutan dan kekhawatiran orang-orang Amerika terhadap Usamah, dan bahwasanya Usamh tidak akan dapat berbuat apa-apa. Padahal permasalahannya bukan terletak pada Usamah. Umat yang berjumlah 1200 milyar muslim ini tidak mungkin akan membiarkan Baitulloh Al 'Atiq (Ka'bah) untuk orang-orang jahat tersebut, yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani. Maka, atas izin Alloh umat ini senantiasa melanjutkan estafet perjuangan, dan kami yakin bahwa mereka pasti akan melanjutkan jihad dan serangan yang mematikan kepada orang-orang Amerika serta pendukung-pendukung mereka, dengan izin Alloh.

Pertanyaan: Pada tanggal 20 Agustus lalu ketika Amerika membombardir Afghonistan, katanya anda sedang menghadiri pertemuan di daerah Khost yang menjadi target serangan rudal Amerika, dan bahwa sesungguhnya serangan rudal tersebut telah ditentukan waktunya pada saat anda berada dalam pertemuan. Pertanyaan pertama: Apakah benar anda berada di dalam pertemuan itu dan apakah pada waktu itu betul-betul ada pertemuan? Pertanyaan yang lain, katanya anda mendapat surat dari negara tetangga (yang dimaksud adalah Pakistan), yang meminta anda agar keluar dari tempat tersebut dengan segera, karena ada kemungkinan tempat tersebut akan dibombardir. Sejauhmana sebenarnya hubungan anda dengan Pakistan? Dan bagaimana anda menilai sikap Pakistan terhadap anda, dan apakah anda mengira bahwa Pakistan mungkin akan bekerja sama dengan AS dalam mengarahkan serangan kepada anda??.

Usamah: Segala puji bagi Alloh, informasi-informasi yang dimiliki Amerika, atas karunia Alloh, jelas-jelas data yang salah. Sama sekali saya tidak berada di Khost pada waktu itu, bahkan saya tidak berada di wilayah manapun pada saat itu. Akan tetapi saya pada waktu itu berada sekitar beberapa ratus kilo meter dari tempat tersebut. Adapun mengenai informasi-informasi yang kami terima, atas karunia Alloh SWT kami dapatkan rakyat yang simpati dan dermawan di Pakistan melebihi perhitungan kami. Dan kami berharap semoga Alloh menerima amal mereka. Dan kami telah menerima berbagai informasi dari ikhwan-ikhwan kami dan dari para pendukung jihad fii sabiilillah melawan Amerika. Rakyat di Pakistan telah memberikan memberikan ukuran standar yang jelas tentang sejauhmana kebencian dan permusuhan Diktator Amerika terhadap dunia Islam. Adapun apa yang anda sebutkan tadi mengenai pemerintah Pakistan, di sana ada kubu yang simpati terhadap Islam dan simpati terhadap jihad fii sabiilillah, dan ada juga kubu (namun atas karunia Alloh jumlah mereka sedikit), namun sangat disayangkan mereka masih bekerjasama dengan musuh Islam, yaitu orang-orang Amerika.

Pertanyaan: Apakah yang anda maksud adalah di dalam lembaga resmi?

Usamah: Yang saya maksud adalah pemerintah. Ya! Kubu yang berada di dalam pemerintahan.

Pertanyaan: Barusan anda menyinggung pabrik obat-obatan di Sudan, yang juga terkena sasaran bom Amerika pada hari yang sama, USA menuduh bahwa anda memiliki hubungan pembiayaan untuk pabrik ini, dan bahwa anda ingin menggunakannya untuk memproduksi senjata kimia atau biologi untuk digunakan melawan kepentingan-kepentingan dan rakyat Amerika. Apakah anda memiliki hubungan di dalam membiayai secara langsung maupun tidak lansung terhadap pabrik ini??

Usamah: Sebagaimana yang telah kami katakan, kejadian akhir-akhir ini baik pengeboman terhadap Afghanistan maupun pengeboman di Sudan atau di Irak atau ancaman pengeboman terhadap Libya, semua ini membuktikan bahwa yang berlaku di dunia pada hari ini adalah hukum rimba, hukum misil cluster, dan pengeboman dari jarak jauh oleh orang-orang penakut itu. Semua orang yang mempunyai sedikit akal dan sedikit pengetahuan, niscaya ia tahu bahwa pabrik obat di Sudan itu benar-benar hanyalah pabrik obat, kalau bukan pabrik obat tentu puluhan ribu penduduk Khortum meninggal dunia. Saya tidak mempunyai hubungan dengannya dan saya tidak mengenal pemiliknya yang bernama Idris itu. Saya tidak mengenalnya sebelumnya, akan tetapi yang jelas adalah Amerika berbuat semaunya sendiri dan ia ingin seluruh manusia menerima kesombongannya.

Pertanyaan: Di sejumlah surat kabar Arab dan non Arab diberitakan juga beberapa tajuk mengenai usaha anda untuk memiliki senjata atom atau kimia atau biologi, terutama melalui sejumlah pedagang Asia Tengah, khususnya negara-negara yang dahulu tergabung dalam Uni Sovoiet, dan bahwasanya Pemerintah Amerika memiliki daftar tuduhan terhadap anda yang mencapai 235 tuduhan, dan bahwasanya anda berusaha keras untuk memiliki senjata-senjata tersebut?

Usamah: Kami, sebagaimana yang telah kami katakan sebelumnya, menuntut hak kami. Kami menuntut agar Amerika keluar dari dunia Islam dan agar tidak menguasainya. Dan kami yakin bahwasanya hak untuk membela diri ini merupakan hak setiap orang. Ketika Israel menimbun ratusan bahan-bahan dan bom-bom nuklir, dan kaum salib barat memiliki persenjataan tersebut dalam jumlah yang besar, hal ini tidak dianggap sebagai tuduhan, akan tetapi justru hal itu dianggap sebagai hak, dan kami tidak menerima seorangpun melontarkan tuduhan semacam ini kepada kami. Hal ini sama halnya dengan engkau menuduh seseorang, kenapa ia menjadi seorang tentara yang pemberani. Engkau katakan kepadanya: Kenapa engkau begitu?! Tidak ada seorangpun yang menududuhnya seperti ini kecuali orang gila yang tidak berakal. Karena ini adalah hak, maka kami mendukung dan mengucapkan selamat kepada bangsa Pakistan ketika Alloh bukakkan kepada mereka, dan mereka menguasai senjata atom. Kami menganggap hal ini adalah hak kami dan hak seluruh kaum muslimin. Dan kami tidak akan menghiraukan tuduhan seperti ini dari Amerika.

Pertanyaan: Apakah hal ini berarti anda membenarkan berbagai tuduhan yang mengatakan bahwasanya anda berusaha untuk memiliki senjata tersebut?

Usamah: Ini bukanlah tuduhan, akan tetapi ini adalah kewajiban seluruh kaum muslimin untuk memilikinya. Dan hari ini Amerika mengetehui bahwasanya kaum muslimin sekarang telah memiliki senjata ini, atas karunia Alloh SWT.

Pertanyaan: Tuduhan-tuduhan yang dilontarkan pemerintah Amerika kepada anda, berkaitan dengan berbagai kasus, sebabagaimana yang mereka katakan, bahwasanya anda memberikan bantuan kepada teroris dan kelompok-kelompok teroris, dan lain-lain. Apakah anda siap untuk menghadapi tuduhan dan pengadilan untuk perkara-perkara tersebut, di negara-negara lain atau di pengadilan yang netral?

Usamah: Dalam pertarungan ini ada dua kubu, yaitu kubu kaum Salibis Internasional yang bersekutu dengan Zionis Yahudi, yang dipimpin oleh Amerika, Inggris dan Israel. Sedangkan pada kubu yang lain adalah dunia Islam. Maka dalam pertarungan ini, tidak bisa diterima mereka masuk dan menguasai negeriku, harta bendaku dan tanah suciku, serta merampas minyak kaum muslimin. Kemudian ketika mereka mendapatkan perlawanan dari kaum muslimin, mereka mengatakan: Mereka adalah orang-orang teroris. Ini adalah tindakan bodoh atau mereka mengannggap orang lain bodoh. Kami yakin bahwasanya kewajiban kami secara syar’i adalah melawan penjajahan ini dengan segala kekuatan yang kami miliki, dengan cara yang sama dengan cara yang digunakan oleh lawan kami.

Pertanyaan: Tapi pemerintah Tholiban telah mengumumkan telah siap sedia dan akan berusaha untuk mengadili anda, jika ada bukti yang meyakinkan dari negara manapun atau dari fihak manapun berkenaan dengan tuduhan-tuduhan yang dilontarkan kepada anda oleh negara-negara tersebut. Apakah anda mau menerima pengadilan yang sesuai dengan undang-undang yang digunakan oleh Tholiban dan sesuai dengan syariat Islam??

Usamah: Kami keluar dari negeri kami untuk berjihad di jalan Alloh SWT, dan Alloh telah memberikan karunia kepada kami dengan hijroh yang penuh berkah ini. Ini semua kami lakukan karena kami mampunyai keinginan yang kuat untuk berusaha menjalankan hukum Islam dan berhukum dengan hukum Islam, dan inilah tuntutan kami. Dan untuk tujuan itulah kami keluar meninggalkan negeri kami. Maka, jika ada peradilan syareat manapun yang melaksanakan syareat Islam, yang jauh dari tekanan yang dilakukan oleh orang-orang yang mengikuti hawa nafsu, itulah tujuan kami dan kami siap kapanpun dan dalam pengadilan syar'i manapun, yang didalamnya dihadirkan penuntut dan terdakwa. Adapun jika pihak penuntut adalah Amerika Serikat, maka dalam waktu yang sama kami juga mengajukan tuntutan kepada mereka dalam banyak kasus dan kejahatan luar biasa yang mereka lakukan di negeri kaum muslimin. Akan tetapi Amerika, semoga Alloh membunuh mereka, ketika mereka memintaku dari Tholiban, mereka menolak untuk berhukum dengan hukum syareat Alloh, dan mereka berkata; Hanya satu yang kami inginkan yaitu anda serahkan Usamah bin Ladin, itu saja. Mereka memperlakukan manusia seakan-seakan mereka adalah budak atau anak kecil, karena kesombongan mereka. Kami mengharap semoga Alloh menghinakan mereka.

Pertanyaan: Berbagai ledakan yang dilancarkam terhadap kedubes-kedubes Amerika di Afrika Timur, di Nairobi dan Darus Salam pada musim panas tahun lalu, bantahan anda terlambat diumumkan, selain itu di sana ada beberapa tuduhan yang diarahkan kepada anda, berdasarkan pengakuan-pengakuan yang disiarkan melalui beberapa media massa Pakistan dan Internasional, dan pengakuan-pengakuan yang diklaim merupakan pengakuan Muhammad Shodiq Huwaida yang ditahan di Pakistan dan kemudian diserahkan kepada Amerika Serikat dan pemerintah Kenya. Dia mengaku bahwa anda yang memberikan perintah kepadanya, dan bahwa anda yang menyuruh dia melaksanakan pengeboman-pengeboman tersebut. Sebenarnya apa peran anda dalam peledakan-peledakan tersebut, dan apa hubungan anda dengan Muhammad Shodiq Huwaida??!

Usamah: Pertanyaan ini sangat panjang. Yang penting di sini, berkenaan dengan peledakan-peledakan di Afrika Timur, atas karunia Alloh, sesungguhnya peledakan tersebut telah membuat senang hati kaum muslimin di dunia Islam. Dan orang yang mengikuti reportase atau media massa internasional akan memahami sejauh mana dukungan dunia Islam terhadap serangan Amerika ini, meskipun di sana ada orang-orang yang menyayangkan terbunuhnya beberapa orang yang tidak berdosa, yang berasal dari penduduk negeri setempat. Akan tetapi yang nampak dengan jelas adalah suatu gelombang kesenangan yang luar biasa yang meliputi seluruh dunia Islam, karena mereka meyakini bahwa Yahudi dan Amerika telah melampaui batas di dalam melakukan kesewenang-wenangan dan dalam menghina kaum muslimin. Sedangkan rakyat tidak mampu untuk menggerakkan nagara-negara Islam untuk membela mereka atau untuk menolong agama mereka. Oleh karena itu, sesungguhnya aksi-aksi ini adalah murni reaksi balasan dari umat yang dilakukan oleh para pemuda yang mempersembahkan kepala-kepala mereka di atas telapak tangan mereka, hanya mengharap ridlo Alloh SWT. Saya sendiri sangat menghormati dan menghargai para pahlawan tersebut, karena mereka telah mengangkat kehinaan dari wajah umat ini baik mereka yang melakukan pengeboman di Riyadh ataupun peledakan di Khobar atau peledakan di Afrika Timur dan peledakan-peledakan yang lain. Juga kepada saudara-saudara kami yang gagah berani bagaikan singa di Palestina yang tengah memberikan berbagai pelajaran yang sangat besar bagaimana mewujudkan beriman dan bagaimana cara mewujudkan kemulian orang-orang yang beriman. Akan tetapi sangat disayangkan setelah aksi-aksi hebat di Palestina tersebut, dunia kafir berkumpul, dan yang menyedihkan adalah mereka berkumpul di atas bumi Kinanah di Mesir, mereka datang bersama antek-antek mereka dari kalangan para penguasa negara-negara di kawasan Timur Tengah, yaitu para penguasa Arab, setelah mereka mempermainkan umat lebih dari setengah abad. Dan setiap kali raja melakukan pertemuan dengan presiden, mereka mengatakan; Mereka berkumpul untuk membahas permasalahan Palestina. Dan kini setelah lewat dari setengah abad, terlihatlah secara jelas siapa sebenarnya mereka. Sesungguhnya mereka datang bukan untuk membantu mujahidin, akan tetapi mereka datang untuk menghukum anak-anak Palestina yang telah terbunuh bapak-bapak mereka dan saudara-saudara mereka, mereka dipenjara, disiksa dan tertindas sedangkan mereka berusaha untuk membela agama mereka, dan mereka ingin mengusir orang-orang kafir darinya. Hal ini sebagaimana yang dikatakan dalam pepatah yang mengatakan, bahwa termasuk hal yang sangat dilema adalah menjelaskan hal-hal yang sudah sangat jelas. Saya tidak tahu lagi, apa yang ditunggu-tunggu oleh manusia setelah mereka memahami secara jelas pengkhianatan dan teror yang dilakukan oleh para penguasa Arab untuk kepentingan Yahudi dan Amerika?!.

Pertanyaan: Akan tetapi Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka yakin dan memiliki cukup bukti-bukti bahwa anda memeliki peran dan andil dalam aksi-aksi tersebut, namun hingga sekarang mereka tidak mengungkap bukti-bukti tersebut selain bahwa dalam interogasi didapatkan bahwa ada seseorang dari jama’ah anda atau dari pendukung anda, dia mengaku tentang banyak hal kepada intelejent Amerika mengenai organisasi anda dan mengenai keterkaitan anda dengan aksi-aksi tersebut, hingga aksi peledakan menara kembar WTC di New York?

Usamah: Klaim-klaim Amerika itu sangat banyak, akan tetapi meskipun seandainya tuduhan dan klaim itu benar, bagi kami hal itu tidak ada gunanya. Mereka (para pelaku peledakan tersebut-pent.) adalah berperang dan melakukan perlawanan terhadap kekafiran internasional. Lalu apa yang membuat marah Amerika, ketika Amerika menyerang manusia lalu manusia berusaha untuk melawannya?! Namun demikina sesungguhnya tuduhan-tudahan Amerika itu adalah bathil, kecuali jika yang anda maksud bahwa saya memiliki hubungan dengan aksi-aksi tersebut dalam arti bahwa saya telah memberi memotivasi mereka untuk melakukan aksi-aksi tersebut, maka ini jelas. Dan saya mengakuinya bahwa itu saya lakukan disetiap waktu dan kesempatan. Atas karunia Alloh, banyak orang yang telah datang kepada kami, diantara mereka ada ikhwan-ikhwan yang manurut pengetahuan kami mereka itu adalah para syuhada’, yaitu Akh Abdul Aziz Al Ma’tsam yang terbunuh di Riyadh, wa laa haula wa laa quwwata illa billah, juga Akh Mushlih Syamroni, Akh Riyadh Al Hajiri, kami mengharap semoga Alloh menerima mereka semuanya, Akh Kholid As Sa'id, mereka mengaku ketika diinterogasi bahwa mereka semua terpengaruh dengan beberapa terbitan dan keterangan-keterangan yang kami keluarkan dan dalam kterangan-keterangan tersebut kami menukil fatwa-fatwa para ulama' atas wajibnya berjihad melawan penjajah Amerika. Sebagaimana juga telah saya sebutkan sebelumnya, apa salahnya jika anda melawan orang yang menyerang anda?!! Semua agama ini adalah bagian dari eksistensinya. Orang-orang Buddha, Korea Utara, dan Vietnam, mereka memerangi Amerika. Ini adalah hak asasi manusia, lalu apa haknya media massa Arab dan Islam berusaha mengusir para mujahidin yang mengukuti jejak Rasululloh SAW, yang mana disebutkan dalam sebuah hadits shohih beliau bersabda:
وَالَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَوَدَدْتُ لَوْ أَغْزُو فَأُقْتَل، ثُمَّ أَغْزُو فَأُقْتَل، ثُمَّ أَغْزُو فَأُقْتَل
“Demi (Alloh) yang jiwa Muhammad berada ditanganNya, sungguh aku ingin untuk berperang kemudian aku terbunuh, kemudian aku berperang lalu terbunuh, kemudian aku berperang lalu terbunuh”.
Dan ini adalah cita-cita kami yaitu berjihad fii sabilillah. Sebelumnya telah saya sebutkan kepada beberapa kantor berita media massa elektronik barat bahwa kami berarti telah kehilangan kemuliaan yang besar jika kami tidak ikut berperan di dalam membunuh Amerika di Riyadh. Ya! Memang tuduhan ini adalah bathil secara global dan terperinci. Kecuali jika yang anda maksud bahwa saya terkait dengan aksi-aksi tersebut adalah saya telah menghasung dan memotivasi para pelakunya untuk berjihad, maka ini benar, memang saya telah menghasung umat untuk berjihad. Ya! Dan banyak ikhwan-ikhwan dan para ulama’ kaum muslimin yang menghasung umat untuk berjihad.

Pertanyaan: Muhammad Shodiq Huwaida mengaku bahwa dia telah mengikuti tadrib (latihan militer) di kamp-kamp anda dan bahwa dia memiliki hubungan pribadi dengan anda. Sejauh mana kebenaran pengakuannya dan perkataan-perkataan mengenai anda yang dia katakan di beberapa media massa?

Usamah: Yang saya ketahui, dia dahulu berada di kamp-kamp jihad di Afghanistan. Alloh memberikan anugerah kepada kami dengan menjadikan kami ikut berperan dalam membuka kamp-kamp tersebut dimasa jihad melawan Uni Soviet. Dan orang yang telah mengikuti latihan di kamp-kamp tersebut lebih dari 15 ribu orang pemuda atas karunia Alloh SWT, kebanyakan mereka berasal dari negeri Arab dan sebagian mereka adalah saudara-saudara kami yang berasal dari di dunia Islam. Adapun jika dikatakan bahwa saya memerintahkannya untuk melakukan peledakan ini, sungguh saya sangat yakin bahwa itu hanya rekayasa yang diada-ada oleh pemerintah Amerika dan dia tidak memiliki bukti sedikitpun. Jika Akh Huwaida mengucapkan perkataan ini pasti hal itu dia lakukan karena dia disiksa dan dipaksa untuk mengakuinya, dengan metode penyiksaan yang telah kita ketahui bersama di Pakistan atau di Afrika Timur atau Intelejen Amerika.

Pertanyaan: Akan tetapi Muhammad Shodiq Huwaida juga mengaku bahwa anda telah memberikan memerintahkan untuk membunuh Syaikh Abdulloh Azzam di Peshawar pada tahun 1989 dan bahwa pada waktu itu terjadi perseteruan di antara para pemimpin Arab atau yang mereka sebut dengan Arab-Afghon, maksudnya adalah para mujahidin Arab di Afghanistan. Sejauh mana kebenaran pengakuan ini dan apa sikap anda dari hal itu, juga mungkin anda dapan menggambarkan hubungan anda dengan Syaikh Abdulloh Azzam ketika beliau dibunuh?

Usamah: Syaikh Abdulloh Azzam rh itu adalah orang yang nilainya sebanding dengan satu umat. Setelah beliau terbunuh, sangat terasa besarnya bencana yang menimpa para wanita kaum muslimin karena mereka tidak mampu melahirkan seorang laki-laki seperti Syaikh Abdulloh Azzam rh. Orang-orang yang berjihad yang datang dan merasakan masa-masa itu mengetahui bahwa hingga sekarang tidak ada seorangpun yang mempunyai peran dalam jihad Islam di Afghanistan sebagaimana peran Syaikh Abdulloh Azzam. Beliau telah menghasung umat dari ujung timur bumi hingga ujung barat untuk berjihad. Syaikh Abdulloh Azzam pada masa jihad yang berkah itu, kegiatan beliau semakin bertambah bersama ikhwan-ikhwan kami kaum mujahidin di Palestina, khususnya berssama Hammas. Lalu buku-buku Syaikh mulai memasuki negeri Palestina dalam menghasung umat untuk berjihad, terutama buku Ayatur Rohman. Kemudian Syaikh mulai berangkat dari keadaan yang dikondisikan para aktifis Islam, dari ruang lingkup masjid, ruang isolasi yang sempit dan kedaerahan, dari dalam kota beliau, lalu beliau membukanya untuk membebaskan dunia Islam. Ketika itu kami bersama beliau berada dalam satu kesatuan sebagaimana yang telah anda ketahui, bersama saudara kami Wail Jalidan. Lalu terjadilah sebuah konspurasi untuk membunuh kami semua, sehingga ketika itu kami berusaha untuk tidak keluar secara bersama-sama, dan saya selalu meminta kepada Syaikh rh agar tinggal jauh dari Peshawar yaitu di kamp Shodaa, karena melihat semakin meningkatnya konspirasi pembunuhan terutama setelah kami diketahui berada di masjid Sab’ul Lail, dua atau satu minggu sebelum beliau dibunuh rh dengan Bom. Sedangkan adalah pihak yang paling dirugikan oleh pergerakan Syaikh Abdulloh Azzam, maka diyakini bahwa Israel bersama antek-anteknya dari Arab lah yang telah melakukan pembunuhan terhadap Syaikh Abdulloh Azzam. Adapun mengenai tuduhan ini, kami yakin bahwa ini adalah fitnah yang dihembuskan oleh Yahudi dan Amerika bersama beberapa anteknya. Dan fitnah ini amatlah sepele untuk dibantah, dan sangat tidak masuk akal jika seseorang memotong kepalanya sendiri, dan barang siapa merasakan hidup di medan jihad pasti ia mengetahui betapa eratnya hubungan saya dengan Syaikh Abdulloh Azzam rh. Dan semua ini hanyalah bualan sebagian orang dan tidak ada dasar kebenarannya sama sekali, dan persaingan yang namanya persaingan itu. Karena Syaikh Abdulloh Azzam rh berjihad di dalam bidang dakwah dan menghasung umat, sedangkan kami berada di pegunungan Paktia, di dalam. Beliau yang mengirim para pemuda kepada kami, dan kami mengambil arahan-arahan beliau dan perintah beliau. Kami berharap semoga Alloh SWT menerima beliau sebagai syuhada’ dan juga kedua anak beliau, Muhammad dan Ibroohim, dan semoga menggantikan untuk umat Islam ini orang yang dapat melaksanakan kewajiban yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh beliau.

Pertanyaan: Setelah rudal-rudal Amerika membombardir Afghonistan, Presiden Amerika Bill Clinton memerintahkan untuk melancarkan perang ekonomi atau perang harta terhadap anda dan terhadap perusahaan-perusahaan yang anda kelola atau yang anda bekerjasama dengannya. Dan konon kini telah dimulai tahapan pengeringan sumber-sumber dana terhadap anda. Akankah semua ini mempersempit sumber dana anda, dan mungkinkah akan menyebabkan kesulitan pandanaan anda, dan juga menyebabkan akan berkurangnya pendukung anda pada masa yang akan datang?

Usamah: Peperangan itu adalah silih bergantian, kadang kami menang dan kadang kami kalah. Sekan awal Amerika melakukan tekanan-tekanan sangat keras terhadap berbagai aktifitas kami, dan itu semua kami rasakan dampaknya. Dan sejumlah negara yang di sana terdapat harta kekayaan kami memberikan sambutan terhadap sikap Amerika tersebut sehingga negara-negara tersebut memerintahkan kami untuk menghentikan permusuhan kami terhadap Amerika. Akan tetapi kami mempunyai keyakinan bahwa ini adalah kewajiban kami. Sudah menjadi kewajiban kami untuk menghasung umat untuk berjihad. Maka, atas karunia Alloh kami terus menghasung umat untuk berjihad hingga sekarang, dan kami sekarang sudah berjalan beberapa tahun. Sebenarnya tekanan Amerika bukan dimulai sejak nereka membombardir baru-baru ini, akan tetapi beberapa negara Arab telah melakukan tekanan ekonomi kepada kami, menahan hak-hak kami dan menyempitkan ruang gerak kami, bahkan sampai mereka melarang keluarga kami untuk memberikan harta kami. Mereka dalam hal itu mengikuti jejak Abdulloh bin Ubai bin Salul, tokoh orang-orang munafik. Dan mereka juga mengikuti jejak orang-orang munafik yang Alloh sebutkan dalam firmanNya:
هم الذين يقولون لا تنفقوا على من عند رسول الله حتى ينفضوا ولله خزائن السماوات والأرض ولكن المنافقين لا يفقهون
“Mereka adalah orang-orang yang mengatakan:"Janganlah kalian berinfaq kepada orang-orang yang ada di sisi Rosululloh supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah)". Padahal kepunyaan Alloh-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.” (QS. Al Munafiqun : 7).
Maka Alloh sekarang menghukum mereka sehingga mereka hidup dalam keadaan tertekan yang lebih besar dari pada tekanan yang mereka lakukan kepada kami. Adapun keadaan kami adalah sebagaimana yang disabdakan oleh Rasululloh SAW:
من بات آمناً في سربه، معافى في بدنه، حائزاً قوت يومه فقد جمعت له الدنيا بحذافيرها
“Barang siapa yang bermalam dalam keadaan aman di dalam kelompoknya, sehat badannya, dan memiliki makanan pada hari itu, maka dia telah mengumpulkan dunia dan seisinya”.
Maka demi Alloh yang tidak ada ilah selain Dia, kami merasa bahwa dunia beserta isinya itu telah kami miliki, dan harta itu adalah bayangan yang semu. Akan tetapi kami mengajak kaum muslimin agar mengerahkan harta mereka untuk berjihad di jalan Alloh dan agar bergabung dengan gerakan-gerakan jihad, terutama yang berkonsentrasi untuk memerangi kaum Yahudi dan kaum Salibis.

Pertanyaan: Anda telah mengumumkan seruan jihad melawan Yahudi dan melawan Amerika pada bulan Februari tahun 1998 pada sebuah fatwa yang telah anda keluarkan pada waktu itu. Akan tetapi seruan tersebut keluar beriringan dengan berbaliknya berbagai gerakan Islam yang melakukan gerakan bersenjata dari gerakan bersenjata yang mereka lakukan tersebut, sebagaimana yang kita dengar sekarang ini di Aljazair, dan sebagaimana yang kita saksikan di banyak negara Arab bahwasanya gerakan-gerakan Islam mulai mengarah kepada perjuangan melalui parlemen, yang sering disebut dengan permainan demokrasi. Tidakkah anda melihat bahwa seruan jihad yang anda umumkan sekarang ini berlawanan arus dengan arus yang ditempuh oleh gerakan-gerakan Islam yang lain?

Usamah: Al hamdulillah. Pada hari ini kami meyakini bahwa jihad adalah fardhu ain bagi umat, akan tetapi harus dibedakan antara hukum dan kemampuan untuk melaksanakannya. Maka di negara manapun, bila terpenuhi sarana-sarana pendukung yang diperlukan, berupa jumlah personal dan kesiapan, serta berbagai penopang yang dibutuhkan untuk menegakkan jihad, maka ketika itu wajib hukumnya bagi kaum muslimin yang berada wilayah tersebut untuk memulai jihad melawan kekafiran yang paling besar dan jelas ini. Akan tetapi di beberapa negara kadang-kadang sebagian orang memandang bahwa sarana-sarana pendukung itu telah terpenuhi namun setelah beberapa waktu berjalan, mereka mengambil pelajaran dan pengalaman lalu mereka berpendapat bahwa sarana-sarana pendukung tersebut ternyata belum terpenuhi. Maka ketika itu mereka diperintahkan untuk memberi maaf dan berlapang dada. Akan tetapi siapakah yang berhak menentukan sarana-sarana pendukung ini? Apakah orang-orang yang condong kepada dunia ataukah orang-orang yang tidak memiliki ilmu syar’i? Dan jika memungkinkan bagi mereka untuk memperoleh ilmu kemiliteran, maka yang benar pada masalah ini adalah bahwasanya jihad itu walaupun hukumnya fardhu ain yang terkadang kewajiban tersebut gugur karena lemah, akan tetapi kewajiban i’dad yang sebenarnya untuk menyempurnakan jumlah dan kesiapan itu tidak gugur. Adapun pemahaman yang menyebar pada hari ini, yaitu bahwa sekarang itu bukan waktunya untuk jihad, pendapat ini jika tidak dibatasi (dikatakan secara lepas) maka pendapat ini tidak benar. Banyak sekali dari kalangan penuntut ilmu sekarang ini yang mengatakan bahwa sekarang ini bukan waktunya berjihad, pada hakekatnya hal ini merupakan kesalahan yang sangat besar, jika perkataan itu tidak dibatasi. Namun jika dikatakan jihad pada hari ini fardhu ain, oleh karena itu kita wajib untuk berusaha dengan segala kemampuan yang kita miliki untuk mewujudkan jumlah personal dan kesiapan serta berbagai sarana pendukungnya, maka perkataan semacam ini benar. Dan dalam persoalan ini Syakhul Islam Ibnu Taimiyyah rh menerangkan bahwa orang yang boleh memberikan fatwa tentang jihad adalah orang yang memiliki pemahaman tentang syariat Islam, pemahaman tentang jihad dan tentang prinsip-prinsip jihad, dan hendaknya ia adalah orang yang terjun dalam kancah jihad. Akan tetapi karena jihad telah hilang dari umat dalam waktu yang lama, maka tumbuhlah di kalangan kita generasi penuntut ilmu yang tidak pernah terjun dalam kancah jihad dan mereka terpengaruh dengan serangan media massa Amerika terhadap negeri-negeri kaum muslimin. Sehingga generasi mereka telah kalah secara mental telah kalah sebelum berperang. Mereka mengatakan kepadamu: Memang benar bahwa jihad itu suatu keharusan, akan tetapi kita tidak mampu melaksanakannya. Padahal, sesungguhnya orang-orang yang dikaruniai oleh Alloh untuk berjihad, seperti yang terjadi di Afghonistan atau di Bosnia atau Checnya, dan itu semua dikaruniakan oleh Alloh kepada kami, kami yakin bahwa pada hari ini, dengan izin Alloh umat Islam mampu untuk berjihad melawan musuh-musuh Islam, terutama musuh ektern yang paling besar, yaitu persekutuan Salibis Yahudi.
Di sini kami ingatkan kepada sebuah permasalahan, bahwa sesungguhnya sejumlah pemuda (kami berharap semoga Alloh menjaga mereka dan memberikan berkah kepada mereka) terpengaruh dengan berpangku tangan (tidak berjihad) nya para tokoh. Mereka mengira bahwa para tokoh yang dihormati tersebut tidak akan berpangku tangan (tidak berangkat berjihad) melainkan karena merena memahami mana tindakan yang lebih maslahat. Dan ketika diteliti, kami dapatkan memastikan bahwa ternyata tidak begitu. Ketidak aktifan para tokoh yang dihormati itu tidak disebabkan karena mereka memahami mana sikap yang lebih maslahat. Karena ketika kita kaji Kitab Alloh SWT, kita dapatkan bahwa orang-orang terbaik para sahabat ra pernah Alloh cela karena mereka berpangku tangan. Jika orang-orang terbaik di kalangan para sahabat saja pernah tertimpa penyakit semacam ini, yaitu penyakit tidak aktif dalam jihad, lalu bagaimana anda bisa menganggap bahwa para tokoh yang tidak aktif dalam jihad itu, mereka berbuat seperti itu karena untuk suatu maslahat? Alloh SWT di dalam surat Al Anfal berbicara kepada Nabi Nya SAW, sedangkan beliau adalah sebaik-baik manusia ra:
كَمَآأَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِن بَيْتِكَ بِالْحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ لَكَارِهُونَ يُجَادِلُونَكَ فِي الْحَقِّ بَعْدَ مَاتَبَيَّنَ كَأَنَّمَا يُسَاقُونَ إِلَى الْمَوْتِ وَهُمْ يَنظُرُونَ
“Sebagaimana Rabbmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya, mereka membantahmu dengan kebenaran sesudah nyata ( bahwa mereka pasti menang), seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat ( sebab-sebab kematian itu)” (QS. Al Anfal : 5-6).
Sebutan ini ditujuakan kepada sebaik-baik manusia, yaitu ahlul badr (para sahabat yang ikut perang Badar) ra, dan itu adalah penyakit yang menimpa kita. Coba anda perhatikan kepada Ka’ab bin Malik ra, sebagaimana yang dikisahlan dalam hadits yang terdapat di dalam Shohih Al Bukhori dan Muslim, salam sebuah hadits yang panjang dia berkata: Ketika perang Tabuk aku tertinggal tidak perang, padahal ketika itu aku dalam keadaan yang paling longgar dalam hidupku, dak aku tidak pernah memiliki dua ekor kendaraan kecuali ketika perang itu. Aku berkata kepada diriku sendiri ketika itu: Hari ini aku akan mempersiapkan diri. Namun satu hari telah berlalu sedangkan aku belum melakukan persiapan apapun. Dan dia berkata: Rasolulloh menyerukan jihad pada waktu buah-buahan sedang matang dan ketika itu aku berpaling kepadanya (artinya aku lebih condong kepada buah-buahan), karena manusia adalah makhluk yang memiliki ketertarikan dengan harta dunia. Dan tahukah anda, siapakah beliau ini? Beliau adalah termasuk orang-orang yang pertama-tama masuk Islam yang ikut dalam baiat aqobah kubro yang berbarokah, yang yang menjadi titik tolak terbentuknya daulah Islam di Madinah Munawwaroh. Dia tertinggal dari peperangan, kemudian disebutkan di dalam haditsnya yang panjang bahwa mereka itu bertiga sebagaimana yang diterangkan dalam Kitab Alloh
وَعَلَى الثَّلاَثَةِ الَّذِيْنَ خُلِّفُوْا
“Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka”.
Sedangkan di dalam riwayat sejarah disebutkan bahwa yang keluar untuk mengikuti perang Tabuk itu sebanyak tiga puluh ribu orang. Berapa jumlah tiga orang bila dibandingkan dengan tiga puluh ribu orang? Sebuah jumlah yang tidak ada apa-apanya hari ini. Jika anda katakan kepada seorang tentara atau seorang komandan tentara pada sebuah pasukan; Ada tiga orang dari tiga ribu orang pasukanmu yang tidak ikut serta dalam peperangan. Ini adalah jumlah yang tidak ada apa-apanya, namun karena ini adalah sebuah dosa besar, yang Alloh turunkan dari atas tujuh langit, di dalam Al Qur'an yang dibaca hingga hari kiyamat mengenai hukuman mereka. Maka Ka’ab bin Malik berkata: Ketika bumi yang luas ini terasa sempit bagiku, aku memanjat pagar keponakanku yaitu Abu Qotadah, dia ini adalah orang yang paling aku cintai: Wahai Abu Qotadah, aku bersumpah atas nama Alloh, bukankah kamu mengetahui bahwa aku mencintai Alloh dan RosulNya? Ini adalah urusan yang sangat penting, sehingga dia ingin meyakinkan atas keimanannya, dengan sesuatu yang paling besar yang harus dimiliki di dunia ini, yaitu cintanya kepada Alloh dan cintanya kepada Rosululloh SAW, tanpa dengan mencintai keduanya tidak ada gunanya hidup kita ini. Cinta kepada Alloh dan cinta kepada RosulNya SAW. Ka'ab berkata: Dia tidak menjawab pertanyaanku. Ka'ab berkata: Lalu aku bersumpah lagi untuk yang kedua kalinya. Ka'ab berkata: Dia tidak menjawabku. Ka'ab berkata: Lalu aku bersumpah lagi untuk yang ketiga kalinya. Ka'ab berkata: Dia tidak menjawabku juga, maka Abu Qotadah tidak bisa memastikan apakah dia benar-benar mencintai Alloh dan RosulNya. Bagiamana dia dapat memastikannya sedangkan Ka’ab hanya berpangku tangan (tidak ikut berjihad) dan tinggal bersama wanita yang tidak ikut berperang, padahal telah terdengar berita bahwa Romawi ingin memerangi Islam di Tabuk. Lihatlah Rosululloh SAW, beliau keluar dalam keadaan panas dan terik matahari untuk membela Islam sedangkan engkau duduk-duduk tidak mau membela Islam, bagaimana ia dapat memastikannya? Maka iapun tidak dapat memastikan dan juga tidak dapat menafikan kecintaannya kepada Alloh dan RosulNya, akan tetapi dia mengatakan: Alloh dan RosulNya yang lebih tahu. Maka Ka’ab kembali menuturkan: Lalu aku berpaling dan berlinanganlah kedua mataku. Dan memang sudah sepantasnyalah kedua matanya berlinang. Karena orang yang paling dia cintai saja tidak dapat memastikan masalah yang sangat besar ini. Yang dapat kita ambil pelajaran dari perkataan kami ini, jihad pada hari ini hukumnya adalah fardhu ain bagi seluruh umat Islam, dan kewajiban ini bisa gugur jika tidak ada kemampuan. Akan tetapi kami meyakini bahwa jihad itu hukumnya lebih wajib lagi bagi orang-orang yang pernah terjun ke medan jihad di Afghanistan karena mereka mengetahui bahwa kemampuan yang sedikit, dengan RPG, Ranjau anti Tank dan Klasinkov yang berjumlah sedikit dapat menghancurkan legenda militer terbesar yang pernah dikenal oleh manusia, dan juga dapat menghancurkan peralatan militer dan hilanglah apa yang dinamakan dengan negara adidaya dari pikiran kita. Dan kami yakin bahwa Amerika itu jauh lebih lemah daripada Rusia, dan kami mendengar kabar dari ikhwan-ikhwan kami yang berjihad di Somalia, bahwa mereka sangat keheran-heranan dengan lemahnya tentara Amerika, entengnya tentara Amerika dan penakutnya tentara Amerika. Mereka baru terbunuh tidak lebih dari delapan puluh orang saja, mereka sudah lari terbirit-birit tidak menoleh kebelakang sedikitpun, setelah sebelumnya mereka menebar propaganda yang besar bahwasannya Amerika adalah penguasai dunia yang baru. Inilah keyakinan kami. Umat Islam itu mampu (melawan Amereka) jika mereka bertakwa kepada Alloh SWT. Orang yang mengetahui bahwasanya dirinya mempunyai kemampuan maka hendaknya ia berjihad, sedangkan orang yang mengetahui bahwa kekuatannya sampai sekarang masih perlu ditingkatkan maka hendaknya ia berjuang untuk meningkatkan segala hal yang menjadi penopang jihad, wallohu a'lam.

Pertanyaan: Banyaknya dana akan disiapkan oleh pemerintah Amerika untuk orang yang dapat menangkap anda atau memberikan segala bentuk informasi yang bermanfaat untuk menangkap dan memenjarakan anda, yaitu lima juta dollar. Sebagian orang mengira jumlah sebanyak ini bisa jadi akan menggiurkan para pendukung anda, dan sebagaimana mereka juga menawarkan agar memberikan informasi tentang anda atau tentang teman-teman dekat anda. Tidakkah anda khawatir akan dikhianati oleh pihak-pihak tertentu??

Usamah: Alhamdulillah, anda telah datang sendiri ke mari dan tahukah anda apa yang ada pada kami. Para pemuda itu, kami berharap semoga Alloh menjaga mereka dan menerima mereka serta menerima orang yang terbunuh diantara mereka sebagai syuhada’ selama berlangsungnya jihad ini. Mereka telah meninggalkan dunia dan datang ke pegunungan ini dan ke bumi ini. Mereka telah meninggalkan keluarga mereka, meninggalkan bapak-bapak dan ibu-ibu mereka, dan mereka meninggalkann Universitas mereka. Mereka datang ke sini melalui hujan roket, bom Cluster (bom curah) dan bombardir Amerika, dan sebagian mereka telah terbunuh sebagaimana yang anda ketahui dari ikhwan-ikhwan kami, enam orang dari ikhwan Arab dan satu orang ikhwan kami dari Turki, kami mengharap kepada Alloh semoga menerima mereka semua sebagai syuhada’. Diantara mereka ada ikhwan kami yang bernama Shodiq dari Mesir, dan tiga orang dari Yaman, diantaranya ikhwan kami Basyir dan Akh lainnya yang bernama Suroqoh, ikhwan kami Abu Jihad juga begitu, dan ikwan-ikhwan kami dari Madinah Munawwaroh adalah Sholah Math-baqoni, mereka telah tinggalkan dunia dan datang ke medan jihad. Sedangkan Amerika, karena mereka menyembah harta, maka mereka mengira bahwa manusia di sini seperti itu. Demi Alloh! Kami tidak akan menggeser seorangpun dari tempatnya lantaran adanya propaganda ini. Dan menurut anggapan kami, ikhwan-ikhwan kami adalah orang-orang yang baik, dan hanya Alloh lah yang tahu hakekat sebenarnya.

Pertanyaan: Sekarang anda berada di bumi Afghanistan dan anda tinggal di wilayah kekuasaan Afghanistan (Gerakan Tholiban). Apa sebenarnya status hubungan antara anda dan antara gerakan Tholiban atau pemerintahan Afghan ini? Apakah anda merupakan pengikut pemerintahan tersebut atau anda berdiri sendiri di dalam melakukan aksi dan gerakan, akan tetapi berada bumi Afghonistan?

Usamah: Tadi telah saya katakana bahwasanya dahulu ketika terjadi pertikaian antar kelompok Afghanistan dan mujahidin kami merasa sangat sedih sekali. Namun Alloh telah memberikan karunia kepada umat dengan munculnya gerakan Tholiban dan menyelamatkan jihad ini dari seorang pembuat scenario Amerika yang berada di belakang Najib yang telah menekan para mujahidin melalui Pakistan untuk membentuk pemerintahan sekuler, yang terdiri dari 50 % orang-orang komunis yang berkuasa sebelumnya dan sebagian orang-orang yang telah belajar di negara barat, sedangkan sisanya adalah berasal dari tujuh fraksi jihad Afghan. Segala puji bagi Alloh, yang telah memunculkan gerakan ini, gerakan ini dating pada saat kondisi yang paling genting, semua orang sudang sangat letih, banyak perampok jalanan, dan sangat disayangkan sekali, Amerika dan para sekutunya dapat membagi Afghonistan menjadi lima negara-negara kecil. Ketika itu anda di Pakistan maka tidak diragukan lagi pasti anda mengikuti berbagai peristiwa tersebut. Di sana terdapat negara di sebelah timur atau yang disebut dengan Wilayah Timur (Jalalabad) yang juga meliputi wilayah Nanjarhar, Kunar Laghman, dibawah kepemimpinan Haji Qodir. Di sebelah barat ada negara lain yaitu Wilayah Barat di bawah kepemimpinan Muhammad Ismail Khon, yang memiliki wilayah Herat, Nimruz, Faroh, Badghis. Ada juga sebuah pemerintahan lain yang bernar-benar berdiri sendiri dan terlepas dari Afghanistan. Sedangkan di sebelah utara ada negara yang sebelumnya didukung oleh orang-orang komunis, yaitu Dustum. Pemerintahan ini mencakup sejumlah wilayah di kawasan utara, dahulu di sana adaalah negara yang dipimpin oleh Ahmad Syah Mas’uud, Najib, dan Sayyaf. Dan yang aneh adalah, kaum muslimin setiap waktunya selalu menjadi bahan permainan, yaitu bagaimana mungkin kita bisa mempercayai sebuah negara yang berdiri di Kabul, sedangkan di daerah ini ada Najib, seorang komunis, yang telah membunuh kaum muslimin sebanyak 70.000 (tujuh puluh ribu) orang, sedangkan disampingnya ada Ahmad Syah Mas’ud dan pemerintahan aliansi dengan pengertian yang sebenarnya. Kemudian Najib yang menandatangani anggaran negara, yaitu Najib Presiden komunis sebelumnya! Kemudian mereka mengatakan kepada kami: Kami bukan orang komunis dan kami tidak bersama orang-orang komunis!! Sebenarnya pemerintahan ini adalah pemerintahan aliansi yang mendapat sokongan dari pihak luar dan Najib berada di dalamnya, sedangkan di selatan terdapat negara Tholiban yang meliputi wilayah Kandahar, Zabal dan Hilmandu. Jadi, di sana terdapat lima negara di dalam negara yang kecil ini. Ditambah lagi dengan adanya para perampok dapat dikatakan sebagai negara-negara kecil di dalam negara. Lalu Alloh memberikan karunia kepada kaum muslimin dengan datangnya pemerintah Tholiban, dan di sana tidak ada pasukan yang menyokong dari luar sebagaimana yang digambarkan oleh media massa barat salibis, akan tetapi kekuatan itu adalah rekrutan dari dalam. Semua orang sudah bosan dengan adanya para perampok, dan dengan pungutan pajak upeti serta bea cukai. Setiap kabilah yang padanya terdapat para penuntut ilmu pasti memiliki hubungan dengan Tholiban. Maka, sebenarnya merekalah yang meminta kepada Tholiban agar Tholiban datang ke wilayah ini atau wilayah itu. Oleh karena itu kami melihat Ir. Hikmatyar tinggal selama 4 tahun di perbatasan Kabul dengan bantuan dari Pakistan hingga maju beberapa meter supaya dapat menguasai Kabul namun ia tidak bisa. Dan sudah diketahui bersama bahwa Fraksi Al Hizbul Islami di bawah kepemimpinan Hikmatyar adalah fraksi yang paling baik diantara fraksi-fraksi Afghan lainnya dari sisi kekuatan, ketertiban, organisasi dan penyebarannya di dalam negeri Afghanistan, namun begitu ia tidak bisa maju. Di lain pihak, telah diketahui bersama bahwa Tholiban adalah orang-orang yang rata-rata masih belia, dan banyak dari kalangan muda mereka yang belum pernah mengikuti peperangan, akan tetapi disebabkan perekrutan rakyat, setelah keputusasaan merambah lantaran berbagai kondisi di atas, Alloh memberikan kemenanga kepada mereka. Maka kami nasehatkan kepada kaum muslimin yang berada di dalam dan di luar Afghanistan, supaya membantu Tholiban. Dan kami juga nasehatkan kepada kaum muslimin di luar, sesungguhnya kebanyakan kerja keras yang dilakukan tanpa adanya daulah Islam maka tidak akan memberikan hasil besar yang diinginkan. Lihatlah Nabi kita Muhammad SAW, beliau tinggal selama 13 tahun berdakwah di Mekah Al Mukarromah, namun hanya menghasilkan beberapa ratus orang saja dari kalangan Muhajirin ra. Tapi ketika beliau medapatkan negara Madinah meskipun kecil dibandingkan dengan besarnya negara Persi dan negara Romawi, juga ditengah-tengah besarnya suku Abas, Dzibyan, Ghothofan dan kabilah-kabilah Arab yang menjadi tetangganya, dan juga orang-orang Arab Badui yang selalu mengancam negara kecil ini, namun demikian tumbuh di sana dapat kebaikan. Maka kami menyeru kaum muslimin untuk membantu negara ini dengan segala kekuatan yang mereka miliki. Kekuatan yang berupa kemampuan mereka, pemikiran mereka, zakat mereka dan harta mereka, yang pada hari ini dengan izin Alloh negara ini menjadi simbol bendera Islam. Dan sesungguhnya segala permusuhan yang dilancarkan oleh Amerika pada hari ini terhadap Afghanistan, sebenarnya serangan tersebut bukan ditujukan kepada Afghonistan itu sendiri, akan tetapi serangan tersebut ditujukan terhadap Afghanistan yang telah mengibarkan bendera Islam di dunia Islam itu sendiri, yaitu Islam yang benar yang berjihad fii sabiilillah. Maka hubungan kami dengan mereka --- atas karunia Alloh --- sangat kuat sekali dan juga sangat erat yaitu hubungan akidah yang dibangun diatas keyakinan dan bukan diatas dasar kepentingan politik atau perdagangan. Banyak sekali negara yang ikut berusaha untuk menekan Tholiban baik dengan iming-iming maupun dengan ancaman-ancaman, akan tetapi Alloh SWT meneguhkan Tholiban.

Pertanyaan: Akan tetapi sejauh mana sebenarnya kebenaran berita tentang persiapan atau adanya kemungkinan gerakan atau pemerintahan Tholiban akan penyerahan anda kepada negara mana saja yang melontarkan tuduhan secara resmi dengan bukti-bukti?

Usamah: Yang saya dengar bahwa Tholiban membantah hal ini. Ini adalah perkataan yang tidak benar sejauh yang telah saya ketahui, wallohul a'lam.

Pertanyaan: Barusan anda berbicara tentang keikutsertaan anda dalam jihad Afghan dan bahwa beberapa negara terutama negara-negara Teluk memberi dukungan kepada para mujahidin bahkan memberikan bantuan kepada mereka. Dan di antara negara-negara lain yang ikut mengirimkan bantuan untuk melawan Uni Sovyet pada waktu itu adalah Amerika Serikat. Media massa barat dan media massa internasional mangatakan bahwa anda memiliki hubungan dengan pemerintahan Amerika atau intelejen Amerika ketika jihad melawan Uni Sovyet. Jika ini benar, sebenarnya seperti apa hubungan ini, dan apa sikap anda terhadapnya? Dan apakah benar bahwa mereka mempunyai peran yang cukup besar dalam membangun perjuangan anda untuk melawan Uni Sovyet pada waktu itu?

Usamah: Kembali kepada pertanyaan anda diatas tentang pertanyaan anda ini, kami di sini tidak bekerja sendirian. Akan tetapi kami berada di dalam sebuah negara yang memiliki Amirul Mukminin. Maka, secara syar'i kami harus mentaatinya pada hal-hal yang tidak menyelisihi perintah Alloh SWT, dan kami komitmen terhadap negara ini, kami menyeru kepada manusia untuk membantunya, dan kami mengira itu kerancuan yang dilakukan oleh Amerika sebagaimana yang telah kami sebutkan. Dia ingin menyerang negara Islam di Afghanistan akan tetapi dengan mengangkat slogan menyerang Usamah bin Ladin. Akan tetapi slogan ini tidak akan ada gunanya. Adapun kami, dengan izin Alloh, kami telah keluar dan kami telah memahami jalan ini sejak kami menapakinya. Dan atas karunia Alloh, rudal-rudal Amerika tidak akan membuat kami gentar. Akan tetapi kami ingatkan Amerika terhadap berbagai serangan yang mereka lancarkan kepada bangsa Afghanistan ini, karena itu artinya Amerika telah menyerang negara Islam. Dan lantaran berbagai kondisi yang ada di Afghanistan, Tholiban memutuskan agar kami tidak melakukan serangan dalam bentuk apapun terhadap negara manapun dari bumi Afghanistan, dan ini merupakan keputusan Amirul Mukminin, sebagaimana yang telah kita ketahui bersama. Akan tetapi untuk mengobarkan semangat jihad, atas karunia Alloh kami masih tetap melakukannya, dan ini tidaklah tergantung dengan kemampuan kami yang terbatas pada periode ini. Dan atas karunia Alloh, kami yakin bahwa umat ini tengah melangkah dengan penuh semangat untuk berjihad melawan Amerika, sebagaimana yang telah saya sebutkan tadi.

Pertanyaan: Disebutkan di berbagai media massa internasional tentang bantuan Amerika terhadap jihad Afghan melawan Uni Sovyet, yang anda ikut di dalamnya, dengan jiwa dan harta anda. Di berbagai media massa internasional tersebut juga disebutkan bahwa anda memiliki hubungan atau bahwa intelejen Amerika lah yang telah mendanai untuk kegiatan anda dan mendukung anda di dalam jihad ini. Bagaimana sebenarnya tuduhan ini, dan apa sebenarnya hubungan anda dengan Amerika ketika itu?

Usamah: Ini adalah usaha Amerika untuk membuat image yang buruk. Segala puji bagi Alloh yang telah menjadikan tipu daya mereka menjadi sebuah angin lalu. Dan setiap muslim, sejak dia sadar dengan perbedaan identitas (antara orang yang beriman dengan orang kafir-pent.) dan di dalam hatinya terdapat kebencian terhadap Amerika, karena membenci orang-orang Yahudi dan orang-orang Nashrani itu adalah bagian dari akidah kami, dan juga bagian dari agama kami. Dan sejak aku menyadari diriku ketika aku sedang dalam peperangan, permusuhan dan kemarahan, serta kebencian terhadap Amerika, sedangkan propaganda yang mereka katakan itu tidak pernah terjadi sama sekali. Adapun apa yang mereka katakan bahwa mereka telah memberikan sokongan terhadap jihad dan terhadap peperangan, maka setelah kami memahami, ternyata sokongan itu berasal dari negara-negara Arab, khususnya negara-negara teluk kepada Pakistan, supaya Pakistan menyokong jihad, dan hal itu dilakukan bukan dengan niat untuk mencari ridho Alloh SWT, akan tetapi karena mereka khawatir serangan Rusia akan mengancam kekuasaan mereka. Sedangkan Amerika, pada waktu itu Carter tidak dapat berbicara dengan satu kalimatpun yang berarti melainkan setelah berjalan sekitar 20an hari pada tahun 1399 H, yang bertepatan dengan 20 Januari 1980 M. Dia berkata: Sesungguhnya segala bentuk interfensi Rusia terhadap kawasan teluk, akan dianggap oleh Amerika sebagai bentuk permusuhan terhadapnya. Karena dia adalah penjajah kawasan tersebut, penjajah minyak. Lalu ia berkata: Kami akan menggunakan kekuatan militer jika terjadi interfensi. Maka dusta jika Amerika mengaku pernah melakukan kerjasama dengan kami, dan kami menantang mereka untuk menunjukkan bukti-buktinya. Mereka itu dahulu hanyalah merupakan beban bagi kami dan bagi para mujahidin di Afghonistan, dan ketika itu tidak pernah ada kesepakatan apapun. Kami di sana hanyalah menunaikan kewajiban kami untuk membela agama Islam di Afghonistan, meskipun tanpa kami sadari kewajiban ini memiliki kesamaan dengan kepentingan Amerika. Ketika kaum muslimin memerangi Romawi, dan sudah diketahui bersama bahwa peperangan sengit terus terjadi antara Romawi dengan Persi. Orang yang berakal tidak akan mungkin akan mengatakan, sesungguhnya kaum muslimin ketika mendahulukan penyerangan terhadap Romawi pada perang Mu’tah, berarti mereka itu adalah antek-antek Persi, akan tetapi itu semua terjadi hanyalah karena adanya kesamaan kepentingan, artinya anda memerangi Romawi, yang merupakan kewajiban anda itu membuat senang Persi. Akan tetapi setelah kaum muslimin menyelesaikan Romawi dengan sejumlang peperangan maka mulailah kaum muslimin memerangi Persi. Dengan demikian adanya kesamaan kepentingan bukan berarti menjadi antek. Bahkan sejak saat itupun kami telah memusuhi mereka, dan atas karunia Alloh, sejak hari itu di Hijaz dan Najed kami telah menyampaikan berbagai ceramah mengenai wajibnya memboikot produk Amerika dan wajibnya menyerang pasukan Amerika serta wajibnya menyerang perekonomian Amerika, sejak lebih dari 12 tahun yang lalu.

Pertanyaan: Di sana terdapat laporan-laporan yang disebarkan luaskan dalam media massa Arab dan media massa internasional tentang adanya kegiatan sebagian pengikut dan pendukung anda di sejumlah negara Arab, misalnya adalah di Yaman. Sejauh mana kebenaran berita ini?

Usamah: Kami berhubungan dengan dunia Islam disetiap tempat, baik di Yaman atau di Pakistan atau di tempat lain. Kami adalah bagian dari satu umat, dan atas karunia Alloh, yang mereka menerima dan tergerak untuk berjihad setiap harinya semakin bertambah jumlahnya, dan kemampuan mereka sangat menggembirakan. Kami memiliki pendukung baik di Yaman maupun di selain Yaman. Atas karunia Alloh SWT, di Yaman kami memiliki ikatan hubungan yang kuat dan sudah lama, terutama lantaran sank kerabat kami, yaitu kerabat dari jalur ayah berasal dari Yaman.

Usamah: Kira-kira dua bulan yang lalu pemerintah Jerman menangkap seseorang yang mengaku bernama Mamduh Mahmud Salim, konon dia adalah pengelola keuangan anda. Beberapa hari yang lalu pemerintah Jerman menyerahkannya kepada Amerika Serikat beberapa. Orang ini dituduh sebagai pengelola aktifitas perdagangan anda. Sejauhmana hubungan anda dengan orang ini, dan sejauhmana pengaruh penangkapan dan penyerahannya kepada pemerintah Amerika terhadap gerakan atau pendanaan anda?

Usamah: Saudara kami yang bernama Mamduh, yang lebih dikenal di antara para pemuda dengan nama Abu Hajir, adalah salah satu dari laki-laki baik yang pernah kami kenal. Dia hafal Al Qur'an, Alloh memberikan kepadanya suara yang bagus, dan beliau adalah imam kami di Peshawar. Dan semua orang tahu tentang hal itu. Ketika itu beliau bekerja sebagai penyalur bantuan yang bekerja sama dengan beberapa lembaga bantuan Islam di Peshawar, sebagaimana yang telah anda ketahui. Hubungan kami dengannya sudah lama, yaitu sejak saat itu. Akan tetapi kami selalu mengikuti berita dunia, kami mendengar mereka melakukan penangkapan terhadap sejumlah pemuda, yang diantaranya adalah Abu Ubaidah dan juga diantaranya adalah Kholid Al Fawaz, diantaranya lagi adalah Mamduh dan lain-lainnya. Ini semua sebenarnya adalah usaha yang dilakukan Amerika untuk menutupi kegagalan Amerika mereka alami setelah peristiwa di Nairobi dan Darus Salam. Ditambah lagi, sesuai dengan apa yang laporan intelejen internasional yang telah dipublikasikan bahwa perustiwa itu merupakan serangan yang menyakitkan. Dan mereka belum pernah merasakan serangan seperti itu sejak terjadinya pengeboman di markas marinir di Lebanon. Karena kedutaan Amerika di Nairobi merupakan gabungan dari enam kedutaan Amerika, dan dari sanalah dilakukan serangan Amerika terhadap Somalia. Dan saudara-suadara kami, wanita-wanita kami dan anak-anak kami di Somalia yang terbunuh sebanyak 13 ribu orang. Bahkan itu semua dilakukan di bawah bendera PBB, dan disebutkan dalam berita yang dilengkapi dengan gambar, bahwa mereka telah memanggang saudara-suadara kami seperti memanggang domba, wa laa haula wa laa quwwata illa billah. Namun mereka tidak pernah berbicara tentang kebengisan dan kekejaman atau tentang kedholiman dan yang lainnya. Akan tetapi selalunya yang dicela adalah kaum muslimin jika mereka melakukan perlawanan. Dari sanalah, sejak beberapa dasa warsa yang lalu, konspirasi Amerika untuk membagi Sudan dikendalikan, dan berangkat dari Nairobi. Dan yang mengatur negara itu adalah kedubes Amerika sebagaimana yang telah diketahui bersama. Dan markas intelejen Amerika yang paling besar di Afrika Timur adalah keduataan itu. Dan atas karunia Alloh terhadap kaum muslimin, serangan itu terjadi sangat besar sekali. Sudah sepantasnya mereka merasakannya sebagai balasan terhadap apa yang telah kami rasakan di Shabra, Syatilla, juga di Der Yasin, Qona, Al Kholil dan yang lainnya. Yang jelas, Akh Mamduh adalah saudara kami yang mulia dan memiliki keutamaan, akan tetapi yang benar adalah dia tidak memiliki hubungan apapun dengan apa yang telah dituduhkan kepadanya, dan sangat disayangkan hubungan kami dengannya terputus setelah kami keluar. Dan dia telah melakukan pekerjaan-pekerjaan sipil lain lain yang tidak memiliki hubungan sama sekali dengan kami. Itu semua adalah kedzoliman yang sangat besar terhadapnya sebagaimana yang mereka tuduhkan kepada Syaikh Umar Abdur Rohman, padahal dia adalah seorang yang sudah tua dan buta, dan beliau termasuk dari kalangan para ulama’ besar kaum muslimin. Kami berharap semoga Alloh membebaskannya. Semua tuduhan ini merupakan suatu bentuk upaya Amerika untuk menutup-nutupi kegagalan yang dilakukan oleh CIA.

Pertanyaan: Bisakah anda menggambarkan bagaimana hubungan anda dengan organisasi-organisasi Islam yang lain di negara-negara Arab pada saat sekarang ini? Dan apa sebenarnya peran Jama’ah Islamyah Mesir dalam Al Jabhah Al Islamiyah Al 'Alamiyah (Front Islam Internasional)? Dan apakah Jama'ah tersebut telah mengundurkan diri darinya?

Usamah: Atas karunia Alloh, hubungan kami dengan jama’ah-jama’ah Islam secara umum sangat baik dan bagus, dan kami saling tolong menolong dengan mereka dalam kebaikan dan ketakwaan untuk membela agama Islam ini, masing-masing bekerja di tempat yang telah Alloh bukakan baginya. Dan kami mengajak seluruh kaum muslimin, terutama orang-orang yang berjuang untuk Islam agar mengesampingkan gterlebih dahulu permasalahan-permasalahan yang tidak prinsip. Karena sangat disayangkan syetan-syetan dari golongan jin dan manusia, terutama orang-orang salib, telah dapat melenakan semua negara, terlebih lagi jama’ah-jama’ah kecil dengan permasalahan-permasalahan yang bersifat kedaerahan. Sehingga anda dapati Mesir memiliki permasalahan dengan Libiya, Saudi dengan Yaman. Begitu juga jama’ah-jama’ah Islam, secara umum mereka berkutat dengan permasalahan-permasalahan yang sempit, kecuali orang yang dirahmati Alloh. Padahal, pada saat yang sama kekafiran yang paling besar dan aliansi Salibis Amerika hamper-hampir merobek-robek dunia Islam, dan merampas kekayaan kaum muslimin dengan cara yang belum pernah terjadi sama sekali sebelumnya. Adapun mengenai pertanyaan kedua tentang Jama'ah Islamiyah Mesir, apakah Jama'ah tersebut telah mengundurkan diri dari Front Islam Internasional, atas karunia Alloh hubungan kami dengan saudara-saudara kami di Jama’ah Islamiyah sangat kuat sejak jihad berkobar. Dan dahulu kami berperang di dalam satu transis (parit) yang sama untuk melawan Uni Sovyet. Dan merekalah yang mengoreksi dan mendukung dalam penandatanganan atas fatwa mengenai pembunuhan orang-orang Amerika dan Yahudi. Mereka telah menandatangani fatwa tersebut, namun setelah itu terjadi sedikit masalah tehnis ketika mengeluarkan fatwa. Di dalam fatwa tersebut penanggalannya bertepatan dengan dibentuknya Front Islam Internasional, maka terjadilah kebinguan pada manusia, mereka menyangka bahwa Jama'ah Islamiyah adalah bagian dari Front Islam Internasional. Oleh karena itu terpaksa Jama'ah Islamiyah menerangkan posisinya, yaitu bahwasanya Jama'ah Islamiyah itu telah menandatangani fatwa tersebut akan tetapi Jama'ah Islamiyah bukan bagian dari Front Islam Internasional.

Pertanyaan: Yang terakhir, apa sebenarnya tujuan anda, apa pesan yang ingin anda sampaikan kepada dunia Arab dan dunia Islam secara umum?

Usamah: Alhamdulillah, sebagaimana yang telah saya katakan, sesungguhnya kami sangat meyakini dengan keyakinan yang kuat, dan saya katakan hal itu karena kerasnya perlakuan semua negara dan semua media massa terhadap kami, mereka ingin melepaskan sifat kejantanan kami. Kami yakin bahwa kami adalah laki-laki dan laki-laki yang beragama Islam. Kewajiban kami adalah mempertahankan rumah yang paling agung di dunia ini, yaitu Ka’bah Musyarofah. Dan hendaknya kami mencari kemuliaan dengan mempertahankan rumah tersebut, bukan malah para pasukan militer wanita Amerika dan Yahudi serta Nashroni datang untuk mempertahankan anak cucu Sa’ad, Mutsanna, Abu Bakar dan Umar. Demi Alloh, meskipun seandainya Alloh tidak memuliakan kami dengan Islam, pasti nenek moyang kami pada masa jahiliyah dahulu akan menolak kedatangan mereka, dan kedatangan orang-orang Indian yang berkulit merah tersebut dengan alasan seperti ini, sebuah alasan yang tidak dapat menipu anak kecil sekalipun. Para penguasa di kawasan Timur Tengah mengatakan bahwa Amerika dating hanya untuk beberapa bulan saja, dan mereka itu dusta belaka dari awal hingga akhir. Padahal ada tiga orang yang Alloh tidak akan melihatnya pada hari kiamat, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rosul kita yang mulia SAW. Diantaranya adalah raja pembohong. Berbulan-bulan telah berlalu, berlalu tahun pertama, tahun kedua dan hingga sekarang kita memasuki tahun yang ke sembilan. Dan Amerika telah membohongi semua orang. Mereka mengatakan, kami memiliki kepentingan-kepentingan di kawasan Timur Tengah, dan kami tidak akan meninggalkannya hingga kami yakin dengan keselamatannya. Artinya, ada musuh yang masuk ke dalam rumahmu dan mencuri hartamu, lalu anda mengatakan kepadanya: Kamu mencuri ya?! Dia berkata kepadamu: Tidak! Tapi ini adalah kepentinganku. Sehingga mereka membingungkan kita dengan kata-kata. Para penguasa di kawasan Timur Tengah itu terkena sesuatu pada kejantanannya, mungkin kejantanannya telah dikebiri sehingga mereka mengira semua orang itu wanita. Dan demi Alloh! Sesungguhnya kaum wanita muslimat yang mempunyai harga diri manolak untuk dibela oleh wanita-wanita sundal (tuna susila) dari Amerika dan Yahudi itu. Tujuan kami adalah mengamalkan syareat Alloh SWT dan mempertahankan Ka’bah Musyarrofah. Baitul 'Atiiq ini, Alloh SWT jadikan seluruh manusia berkumpul di kawasan ini unuk mentauhidkanNya dalam beribadah. Sedangkan diantara ibadah yang terbesar bahkan ibadah terbesar setelah iman adalah sholat, sebagaimana yang diterangkan di dalam hadits shohih.
رأس الأمر الإسلام وعموده الصلاة وذروة سنامه الجهاد
Pokok urusan itu adalah Islam, dan tiangnya adalah sholat serta puncak tertingginya adalah jihad.
Alloh SWT tidak akan menerima sholat lima waktu kita jika kita tidak menghadap baitul 'atiiq ini, dan Alloh SWT memilih untuk (membangun) nya sebaik-baik manusia setelah nabi kita SAW, bapaknya para nabi, yaitu Ibrohim Alaihis Salaam dan anaknya, yaitu Ismail Alaihis Salaam. Inilah tujuan kami yaitu membebaskan negeri Islam dari kekafiran, dan menerapkan syareat Alloh SWT di sana hingga kami bertemu denganNya dalam keadaan ridlo kepada kami. Adapun pesan saya kepada kaum muslimin, kami katakan kepada mereka: Sesungguhnya din (agama) dan dunia itu, jika tidak kita tidak mengikuti perintah Alloh SWT maka pasti akan lenyap dan tidak tersisa sedikitpun baik din (agama) maupun dunia kita, wa laa haula wa laa quwwata illa billah. Di bidang agama, kita melihat kekafiran akbar telah merata di negara-negara Islam, dan kita melihat orang-orang kafir telah menjajah negara kita.
Tidaklah sama antara seorang hakim yang memutuskan perkara dalam suatu kasus dengan tidak berlandaskan syareat Islam, akan tetapi memutuskannya berdasarkan hawa nafsu dan karena menerima suap, atau karena takut kepada penguasa, jika orang semacam ini menghukumi seseorang dari kerabatnya lalu dia memutskannya dengan keputusan yang menyelisihi syareat atau yang semisalnya maka ini adalah kekafiran, karena Alloh SWT menamakannya dengan kekafiran. Akan kekafiran semacam ini tetapi tidak mengeluarkan pelakunya dari agama.
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُوْنَ
“Dan barang siapa tidak memutuskan perkara dengan apa yang diturunkan oleh Alloh maka mereka adalah orang-orang kafir”.
Demikianlah yang dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Ibrohim. Adapun orang yang membuat undang-undang sebagai pengganti syareat Alloh, sehingga manusia berhukum kepadanya, maka ini adalah kufur akbar yang mengeluarkan pelakunya dari agama. Dan yang sangat disayangkan hal ini tersebar secara luas di dunia Islam.
Sedangkan dari sisi dunia, minyak kita dibeli dengan harga yang sangat murah. Di negara-negara Teluk dan di kerajaan Saudi terdapat perusahaan Aramco, dan dalam waktu yang singkat pada masa raja Faisol, minyak hanya dibayar kepada kerajaan dengan harga 70 an sen untuk setiap satu barelnya, artinya kurang dari satu dollar. Kemudian Alloh menghendaki terjadinya peperangan melawan Yahudi pada tahun 1973, kemudian Arab menghentikan suplai minyak, lalu mereka juga memperoleh keuntungan duniawi sehingga harga minyak semakin melonjak sampai hampir mendekati 40 dollar untuk satu barelnya, dan juga sampai pada 36 dollar pada tehun 80 an. Kemudian Amerika pun menjajah mereka, dan menekan serta memaksa negara-negara Teluk untuk menambah produksi minyak dan menawarkannya di pasaran, yang akhirnya menyebabkan turunnya harga. Maka, sebenarnya kami tengah berbicara tentang pencurian terbesar yang pernah dikenal manusia sepanjang sejarah. Hal ini dapat kami jelaskan melalui peta.
(Di sini Syaikh Usamah membuka peta yang beliau bawa, di dalam peta tersebut diterangkan mengenai pencurian terbesar yang pernah dikenal oleh manusia. Di dalamnya terdapat data-data sebagai berikut:
Harga minyak pokok pada hari ini: 36 x 4 = 144 Dollar.
Harga minyak sekarag ini: 9 Dollar.
Nilai pencurian Amerika per barrel: 144 – 9 = 135 Dollar.
Hasil produksi minyak negara-negara Islam per hari: 30.000.000 barel per hari.
Nilai pencurian per harinya: 135 x 30.000.000 = 4.050 juta Dollar setiap hari.
Nilai pencurian per tahunnya: 4.050 x 365 = 1.478.250 juta Dollar.
Nilai total pencurian selama 25 tahun: 25 x 1.478.250 = 36 trilyun Dollar.
Nilai yang dituntut oleh setiap kaum muslimin dari pencurian Amerika ini:
36 trilyun : 1200 milyun muslim = 30.000 Dollar untuk setiap muslim.)
Harga minyak sampai kepada empat puluh dollar jika kita ambil tengah-tengah dari harga 36 dollar per barrelnya. Sebagaimana juga sudah diketahui bahwa harga minyak sekarang ini adalah 9 dollar per barrel, dan ini adalah harga yang paling rendah sejak seperempat abad yang lalu, padahal sudah diketahui bersama bahwa minyak adalah produksi pokok yang paling mendasar, adapun pabrik-pabrik lain adalah merupakan cabang darinya. Karena tidak ada gunanya mobil-mobil mewah sebanyak ini, atau pabrik-pabrik sebanyak ini kecuali ini semua adalah cabang dari minyak. Sehingga kita dapatkan negara-negara industri telah menaikkan harga produksi menjadi minimal tiga atau empat kali lipat, namun sangat disayangkan bersamaan dengan itu harga minyak turun empat kali, padahal seharusnya harganya harus dinaikkan minimal empat atau lima kali lipat. Dari sini, ketika harga minyak 36 Dollar, jika kita naikkan harganya empat kali lipat maka kita dapatkan menjadi 144 Dollar untuk setiap satu barrelnya. Sementara itu sekarang ini harganya 9 Dollar. Maka nilai pencurian dan kerugian pada setiap barrelnya yang dicuri oleh Amerika dan sekutu-sekutunya adalah 144-9 = 135 Dollar, itu niai pencurian untuk setiap barrelnya. Dan jika telah kita ketahui bahwa OPEK atau negara-negara Islam saja yang berada di dalam OPEK dapat menghasilkan dan memproduksi 25 juta barrel setiap harinya, dan negara-negara Islam yang berada di luar OPEK dapat menghasilkan dan memproduksi 5 juta barrel setiap harinya, maka secara umum kita dapat memprodukdi 30 juta barrel per hari, dan jika kita kalikan jumlah ini dengan angka di atas, untuk mendapatkan jumlah pencurian setiap barrel per harinya, maka nilai pencurian pada setiap harinya 4.050.000.000 (empat milyar lima puluh juta) Dollar per hari.
Nilai pencurian sebesar ini belum pernah dikenal oleh manusia sebelumnya. Dan perbandingan, nilai pencurian sebanyak ini dapat mencukupi kebutuhan hidup untuk rakyat Sudan yang berjumlah 30 juta orang selama empat tahun. Juga cukup untuk menghidupi rakyat Yaman Utara dan Selatan selama dua tahun, karena anggaran belanja Yaman adalah satu milyar dollar per tahunnya, adapun anggaran beanja kerajaan Saudi adalah lima kali lipat atau empat kali lipatnya dari nilai tersebut, dan jarang negara yang mempunyai anggaran senilai anggaran kerajaan Saudi. Dan jika kita hitung berapa jumlah pencurian dalam selama satu tahun, maka akan kita dapatkan nilai 1.478.000.000.000 (satu trilyun empat ratus tujuh puluh delapan milyar) dollar, dan jika kita hitung jumlah pencurian selama seperempat abad maka akan kita dapatkan nilai 36 trilyun dollar, itu jumlah kekayaan yang dicuri dari kaum muslimin yang berupa minyak saja, belum lagi sumber daya alam lainnya yang terdapat di negara-negara kaum muslimin. Jika jumlah ini dibagikan kepada seluruh kaum muslimin di dunia sekarang ini yang mencapai 1.200 juta kaum muslimin, maka setiap muslimnya baik yang masih kecil maupun yang sudah tua yang berada di yang ditanggung Amerika dan para sekutunya adalah 30 ribu dollar, wa laa haula wa laa quwwata illa billah. Sementara itu, rakyat yang berada di dunia Islam menderita kemiskinan, penyakit dan kelaparan. Dapat kita bayangkan, dengan nilai pencurian seperti ini, apa kiranya yang dapat dilakukan oleh sebuah bangsa seperti saudara-saudara kita yang berada di Bangladesh, yang mana mereka dilanda air bah dan banjir setiap tahun? Dan penyakit tersebar pada mereka, dan di sebagian besar penduduk negara-negara Islam. Oleh karena itu Amerima sangat tidak senang terhadap setiap orang yang mengatakan kebenaran untuk melawannya.
Dan Amerika menginginkan agar semua orang diam mengenai besarnya jumlah pencurian yang telah mereka curi. Dan sangat disayangkan, Amerika dapat masuk ke negara-negara Teluk akibat dari penjajahan dalam pusaran hutang. Sehingga meskipun harga turun, Amerika tetap mengharuskan mereka untuk membeli persenjataan yang tidak dapat mereka tmapung dan tidak mereka butuhkan, baik yang baru maupun yang sudah lama, mereka mengharuskan negara-negara teluk untuk membeli barang-barang bekas dan berat dari Amerika. Dan ketika melakukan pengadaan suku cadang mereka diharuskan untuk membeli dengan hutang. Dan hari ini, sebagaimana di dalam laporan yang didokumentasikan oleh Markas Dirosat (Pusat Penelitian) di Jazirah Arab, dan di dalam sebuah surat yang disampaikan oleh DR. Abdul Aziz Ad Dakhil (dia adalah kepala salah satu Pusat Penelitian Perekonomian) kepada para pemimpin negara yang berbicara tentang jumlah hutang luar negeri maupun dalam negeri, yang kira-kira mencapai 200 milyar dollar, dan jika kita tanyakan tentang bunganya, yang mana paling minimal adalah 10 %, maka hasilnya adalah 20 milyar dollar. Ini baru bilai bunga hutang yang harus dibayar, belum hutang pokok yang harus dibayar. Pada waktu yang sama, pemasukan negara-negara Teluk, seperti Kuwait, juga mempunyai permasalahannya sama. Pemasukan dari minyak. Apabila kita potong dengan biaya produksi, dan kita potong dengan apa yang diperlukan dalam perawatan dan mengembangan di bidang perminyakan, maka sebuah kerajaan seperti Kuwait ini, hanya akan mendapatkan hasil dari minyak senilai 16 milyar dollar. Padahal untuk membayar bunga hutang saja ia memerlukan 20 milyar dollar. Amerika telah memasukkan negara-negara di kawasan Timur Tengah ke dalam pusaran hutang yang mana mereka tidak mungkin dapat keluar darinya kecuali dengan kembali kepada Alloh SWT, dan kembali beribadah kepada pemilik Baitul 'Atiq (Ka’bah) ini, yang telah memberi makan mereka dari kelaparan, dan memberikan keamanan kepada mereka dari ketakutan. Jika mereka beribadah kepada Alloh dengan sebenar-benarnya, maka Allohlah yang akan menghilangkan ketakutan dan Dialah yang akan memberi makan kepada manusia dari rasa lapar.
Masalah lain, juga disini saya katakan bagi saudara-saudara kami yang lebih senang dengan rasa takut, dan menjauhkan diri dari menyampaikan kebenaran secara terang-terangan, dan menunggu badai berlalu. Lihatlah, sekarang tahun demi tahun telah berlalu, dasawarsa demi dasawarsa telah berlalu sedangkan perang salib belum selesai. Saya katakan kepada mereka: Sesungguhnya pada zaman ini saya katakan: Sesungguhnya Amerika memberikan tawaran kepada kita supaya kita diam. Dan Amerika dengan para kaki tangannya di kawasan Timur Tengah menawarkan kepadaku lebih dari sepuluh kali supaya membungkam mulut yang tajam ini. Mereka Mengatakan: Diamlah, dan kami akan mengembalikan visamu! Kami akan mengembalikan harta dan kartu identitasmu, akan tetapi syaratnya anda harus diam. Mereka mengira bahwa semua manusia ini hidup di dunia hanya karena menginginkan dunia, dan mereka lupa bahwa kami ini tidak ada gunanya hidup jika kami tidak berusaha untuk mendapatkan ridloan Alloh SWT.
Dan gambar berikut ini akan menjelaskan kepadatan penduduk sesuai dengan umur mereka:
(Di sini Syaikh Usamah bin Ladin membuka sebuah grafik yang ada di dalam genggamannya, di dalamnya terdapat grafik sebagai berikut: Di sini engkau harus meletakkan grafik)
Manusia itu, dari dari kelahiran sampai umur sepuluh tahun adalah sektor yang paling besar di dalam tatanan masyarakat biasa, kemudian orang-orang yang berumur di atas mereka, kemudian orang-orang yang berumur di atas mereka dari umur 60 tahun sampai 70 tahun. Pada umur-umur ini, sedikit sekali yang berperan di dalam perjuangan Islam, terutama dalam jihad. Selain itu, kita ketahui bersama bahwasanya manusia itu sejak lahir sampai umur 15 tahun tidak terkena takliif (tanggung jawab mengamalkan syareat), dan juga belum dapat memahami peristiwa-peristiwa yang besar. Sedangkan dari umur 25 tahun keatas, manusia memasuki tanggung jawab keluarga, lulus dari Universitas, tanggung jawab pekerjaan, dan ia memiliki istri dan anak, maka pikirannya semakin bertambah matang namun kemampuan untuk berkorban semakin lemah dan berkurang sekali: Akan saya tinggalkan anak-anak ini kepada siapa? Dan siapa yang akan memberikan biaya kepada mereka?
Dan begitulah. Padahal sebenarnya kami mendapatkan, golongan manusia dari umur 15 tahun hingga 25 tahun itu adalah golongan manusia yang memiliki kemampuan untuk berkorban dan berjihad. Demikianlah yang kami perhatikan pada jihad di Afghonistan, kebanyakan para mujahidin dari umur sekian ini. Ketika Amerika melakukan invasi pada bulan Muharrom tahun 1411 H, anak-anak kecil itu belum dapat menyadari apa sebenarnya yang terjadi. Namun disayangkan dalam waktu yang bersamaan keluar berbagai fatwa. Negara ini, dan negara-negara Teluk ikut membantu dalam memeberikan tekanan kepada para ulama’ supaya mereka mengeluarkan fatwa-fatwa seperti ini, sedangkan mereka mengira bahwa fatwa-fatwa tersebut hanya bersifat sementara. Dan telah bercerita kepada kami orang yang kami percayai dari kalangan para ulama tersebut, seperti Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin di majlisnya dan di dirumahnya. Dia berkata: “Kami tidak pernah mengeluarkan fatwa apapun, akan tetapi ketika pemerintah memasukkan orang-orang Amerika ke dalam negeri, para penguasa tersebut mengumpulkan kami dan berkata: Kalian harus mengeluarkan fatwa, jika tidak maka pasti para pemuda akan memerangi pasukan Amerika. Dan saya berdialog dengan beliau lama sekali mengenai wajibnya mengeluarkan fatwa untuk mengusir mereka. Yaitu fatwa dari Haiah kibaarul ulama’ (lembaga ulama’-ulama’ besar). Maka dia mengatakan kepadaku dengan sangat jelas dan ia bersaksi dengan nama Alloh yang tidak ada ilah (tuhan yang berhak disembah) selain Dia, dia berkata: Wahai Usamah, kami yang berada di dalam Haiah kibaaril ulama’ itu tidak mempunyai hak untuk mengeluarkan fatwa dari diri kami sendiri, akan tetapi kami akan mengeluarkan fatwa hanya jika atasan (sesuai dengan ungkapannya) menyodorkan fatwa tersebut maka kami baru mengeluarkan fatwa. Inilah keadaan kami yang sangat disayangkan sekali.
Maka golongan manusia pada usia ini, usia 15 tahun sampai 25 tahun, ketika seluruh manusia diam, mereka tidak memahami permasalahan yang sebenarnya, namun kita sekarang ini telah sembilan tahun kita lalui sejak dimulainya peperangan. Mereka semua yang berada dalam golongan ini, kecuali orang-orang yang usia mereka lebih dari 16 tahun dan telah mencapai 34 tahun, mereka telah memasuki dalam golongan manusia yang mempunyai pemikiran matang, namun mereka tidak dapat menyumbangkan apa-apa. Sedangkan sekelompok kecil yang mampu untuk memberikan sumbangan kepada orang lain, mereka tidak mau menerangkan kondisi yang sebenarnya kepada mereka. Maka jika kita diam, keadaan kita akan sama dengan apa yang terjadi di Andalusia. Setelah berlalu puluhan tahun, perasaan akan mati secara bertahap.
Ini adalah permasalahan yang sangat berbahaya, sehingga semua orang harus mengerahkan segala kemampuan mereka untuk menghasung umat semaksimal mungkin dengan lisan mereka, dengan pena mereka dan dengan jiwa mereka. Dan atas karunia Alloh, kami telah melaksanakan kewajiban ini, karena kami yakin bahwasanya hal ini hukumnya fardlu ‘ain bagi kami. Dan kami akan terus melakukannya sampai kami berjumpa dengan Alloh SWT. Dan sebagai penutup, kami sampaikan nasehat kami kepada seluruh kaum muslimin, hendaknya mereka merenungkan kitab Alloh SWT, karena ini merupakan jalan keluar, dan ini jugalah yang telang mengentaskan kita dari kebusukan jahiliyah sepanjang masa kegelapan. Obat kita terdapat di dalam Al Qur’an dan Sunnah. Ketika orang membaca Al Qur’an, niscaya ia akan heran kenapa banyak manusia yang berpangku tangan tidak berjihad. Apakah mereka tidak membaca Al Qur’an, ataukan mereka membaca tapi tidak merenungkannya. Alloh SWT berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَآءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللهَ لاَيَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang yahudi dan Nasrani sebagai wali-wali (pendukung, pemimpin); sebahagian mereka adalah wali bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kalian menjadikan mereka sebaai wali, maka sesungguhnya ia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim. (Al Maidah: 51)
Yang dimaksud dengan termasuk golongan mereka adalah termasuk golongan mereka dalam kekafiran sehingga ia menjadi kafir.
Kemudian pada ayat selanjutnya, Alloh SWT berfirman:
فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضُُ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَى أَن تُصِيبَنَا دَآئِرَةُُ فَعَسَى اللهُ أَن يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِّنْ عِندِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَى مَآأَسَرُّوا فِي أَنفُسِهِمْ نَادِمِينَ
Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-oang munafik) bersegera mendekati mereka (yahudi dan Nasrani), seraya berkata:"Kami takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. (Al Maidah: 52)
Oleh karena itu saya mengharapkan kepada saudara-saudaraku kaum muslimin, hendaknya mereka membaca Al Qur’an dan membaca tafsir dari ayat tersebut di atas, dan ayat-ayat semacam ini banyak sekali terdapat di dalam Al Qur’an, yang mana di dalam ayat-ayat tersebut Alloh memperingatkan kita agar kita tidak berwala’ (loyal) kepada orang-orang kafir. Hendaknya mereka membaca Mukhtashor Tafsir Ibnu Katsir karangan Syaikh Muhammad Nasib Ar Rifa’i. Dan saya katakan bahwasanya dunia salibis telah bersepakat untuk memakan dunia Islam, dan seluruh bangsa telah mengeroyok kita, dan tidak ada yang tersisa bagi kita, setelah Alloh SWT, kecuali hanya para pemuda yang belum terbebani oleh kebusukan urusan-urusan duniawi. Sesungguhnya Alloh SWT telah mengajarkan kepada kita bagaimana menjawab orang-orang yang senantiasa beralasan untuk menunda-nunda jihad. Alloh berfirman:
أَلَمْ تَرَإِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوا أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُوا الصَّلاَةَ وَءَاتُوا الزَّكَاةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ إِذَا فَرِيقُُ مِّنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللهِ أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةً وَقَالُوا رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا الْقِتَالَ لَوْلآَ أَخَّرْتَنَآ إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلُُ وَاْلأَخِرَةُ خَيْرُُ لِّمَنِ اتَّقَى وَلاَ تُظْلَمُونَ فَتِيلاً
Maka tatkala diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebagian dari mereka takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Alloh, bahkan lebih dari itu takutnya. Mereka berkata:"Wahai Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi" Katakanlah:"Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa dan kalian tidak akan dianiaya sedikitpun". (An Nisa’: 77)
Bagi orang yang yakin bahwa kesenangan dunia itu hanyalah sedikit dan bahwa akherat itu lebih baik dan lebih kekal, orang semacam inilah yang akan menyambut perintah Alloh SWT. Dan dalam menerangkan ayat yang telah kami sebutkan di atas, yaitu firman Alloh SWT yang berbunyi:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَآءَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang yahudi dan Nasrani sebagai wali-wali (pendukung, pemimpin). (Al Maidah: 51)
Ibnu Katsir mengatakan: “Sesungguhnya kaum muslimin menjadi mengenali orang-orang munafik ketika orang-orang munafik tersebut membela orang-orang Yahudi Bani Qoinuqo’ dan berwala’ (loyal) kepada mereka. Dan pada hari ini para penguasa Arab berwala’ (loyal) kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani di hadapan manusia, sedangkan semua orang terus-menerus memuji musuh-musuh Islam dan musuh-musuh kaum muslimin, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adhiim. Maka hendaknya kita berfikir benar dan jujur, dengan hanya mengharap ridlo Alloh SWT, dan bahwasanya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan yang menipu. Dan bagi setiap muslim yang mampu untuk berangkat berjihad dengan jiwanya, hendaknya ia berangkat berjihad dengan jiwanya. Dan hendaknya ia bertanya di manakah medan-medan yang ia dapat melakukan i'dad dan jihad fi sabilillah di sana, sampai ia berjumpa dengan Alloh SWT sedangkan Alloh ridlo kepadanya. Di sini saya hasung diri saya dan orang-orang yang beriman dengan sebuah syair yang ditulis setelah terjadi berbagai peristiwa besar ini:
تأهب مثل أهبة ذي كفاح فإن الأمر جـل عن التلاحي
سألبس ثـوبها وأذود عنها بأطراف الأسـنة والصـفاح
أتتركنا وقد كـثرت عليها ذئاب الكفر تأكل من جناحـي
ذئاب الكفر ما فتئت تؤلب بني الأشـرار من شتى البطـاح
فأين الحر من أبـناء ديـني يـذود عن الـحرائر بالسلاح
وخير من حياة الذل مـوت وبعض العـار لا يمحـوه ماحي

Bersiaplah-siaplah sebagaimana persiapan seorang pejuang …
Sesungguhnya permasalahan ini sangat besar dari hanya sekedar saling mencela …
Aku akan mengenakan pakaiannya, dan aku akan memelanya …
Dengan mata-mata tombak dan batu-batu yang tajam …
Apakah engkau akan meninggalkan kami, sedangkan telah banyak yang mengeroyoknya …
Srigala-srigala kafir memakan sayapku …
Srigala-srigala kafir senantiasa menghimpun…
Bangsa-bangsa jahat dari berbagai penjuru dunia …
Lalu di manakah orang yang perwira dari penganut agamaku …
Yang mau membela kehormatan kaum wanita dengan senjata …
Dan mati itu lebih baik daripada hidup hina …
Dan sebagian kehinaan itu tidak bisa dicabut sama sekali …
Saya memohon kepada Alloh yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, supaya memberi anugrah kepada kaum muslimin dengan menjadikan mereka kembali kepada agamaNya yang mulia, dan supaya menolong para pemuda yang telah keluar untuk berjihad di jalanNya karena hanya mengharap ridloNya. Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, teguhkanlah kaki-kaki kami dan menangkanlah kami atas orang-orang karif. Ya Alloh, Yang menurunkan Kitab, yang menjalankan awan dan yang mengalahkan kaum sekutu, kalahkanlah mereka dan menangkanlah kami atas mereka. Wahai Tuham kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia, kebaikan di akherat dan jagalah kami dari siksa neraka. Ya Alloh menangkanlah kami atas Amerika, Israel dan sekutu-sekutu mereka, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Akhir kata dari kami, segala puji bagi Alloh, Tuhan semesta alam. Dan sholawat serta salam semoga terlompahkan kepada sayyidina Muhammad, kepada keluarga beliau dan kepada para sabahat beliau.